skip to main content

Diplomasi kemanusiaan Vanuatu dan kontestasi kedaulatan dalam isu HAM Papua

*Amalthia Parah Rezky  -  Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
Miftah Farid Darussalam scopus  -  Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah yang diambil oleh Vanuatu dalam upaya diplomatiknya terkait isu HAM Papua dan menjelaskan respon Indonesia dalam menanggapi upaya Vanuatu. Studi ini mengeksplorasi upaya Vanuatu dalam dalam konteks diplomasi menggunakan instrumen kemanusiaan. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan studi kasus dengan pendekatan studi literatur. Selain itu, tulisan ini menggunakan teori diplomasi kemanusiaan dalam menganalisis upaya-upaya Vanuatu dalam forum internasional. Penulis mengidentifikasi tiga jenis intervensi yang digunakan oleh Vanuatu yakni pengumpulan informasi faktual, penggunaan perjuangan simbolis, dan koalisi diplomatik. Meskipun tujuan strategi ini adalah membantu Indonesia memenuhi komitmen internasional dalam bidang hak asasi manusia, hasilnya menunjukkan bahwa respons Indonesia terhadap upaya tersebut merupakan bentuk ancaman eksternal terhadap integritas Indonesia. Dalam konteks ini, advokasi internasional yang bertujuan memastikan nilai-nilai kemanusaan diimpelemntasikan justru menciptakan tantangan baru bagi masyarakat Papua. Penulis menyoroti bahwa isu hak asasi manusia bersinggungan dengan isu kedaulatan negara dan menunjukkan keterbatasan intervensi internasional dalam mengintervensi isu kemanusiaan yang bersifat domestik.

Keywords: Diplomacy; Human Rights; Vanuatu; Indonesia

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. (GTP-UGM), G. T. P. U. G. M. (2022). Tindak Kekerasan Di Papua (Januari 2010-Maret 2022)
  2. Bao, B., Paramma, P. R. T., Nurak, A., & Ayomi, H. V. (2023). Noken Dan Korupsi: Degradasi Nilai Budaya Antikorupsi Pada Era Otonomi Khusus Di Papua. In Integritas Jurnal Antikorupsi. https://doi.org/10.32697/integritas.v9i1.984
  3. BBC News Indonesia. (2020). PTUN Jakarta Putuskan Pemblokiran Internet di Papua dan Papua Barat ‘Melanggar Hukum.’ BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/majalah-52901391
  4. Berridge, G. R. (2010). Diplomacy Theory and Practice. palgrave macmillan
  5. Bjola, C., & Kornprobst, M. (2018). Understanding International Diplomacy Theory, Practice and Ethics (Second Edi). Routledge
  6. Cooper, A. F., Heine, J., & Thakur, R. (2013). Oxford Handbooks of Modern Diplomacy. Oxford University Press, USA
  7. Dewanti, A. A. (2025). Internasionalisasi Isu HAM Di Papua Dalam Dewan Majelis PBB Pada Tahun 2016-2021. Global Insights Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 02(01)
  8. Febriyanti, F., & Roring, M. F. P. (2022). Eksistensi Diplomat Indonesia Di Forum Majelis Umum PBB 2016-2021 Dalam Menghadapi Tuntutan Papua Merdeka Oleh Delegasi Vanuatu. In Jurnal Communitarian Prodi Ilmu Politik. https://doi.org/10.56985/jc.v4i1.227
  9. Hakim, L. Al, & Abdurahman, D. (2023). MODERASI BERAGAMA DI PAPUA: Rekonstruksi Identitas Dan Resolusi Kehidupan Keagamaan Pasca Konflik Papua 1998-2001. In Jurnal Sosiologi Agama. https://doi.org/10.14421/jsa.2023.171-04
  10. Hanafi, M. R., & Annahda, I. N. (2023). Dukungan Vanuatu Terhadap Kemerdekaan West Papua: Tinjauan Konstruktivisme Holistik. In Andalas Journal of International Studies (Ajis). https://doi.org/10.25077/ajis.11.1.1-13.2022
  11. Hara, A. E., & Azizah, N. (2022). Securitization of Terrorism and Human Rights Protection in Indonesia. In Kne Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v7i11.11328
  12. Hasibuan, J. (2022). Distingsi Pengelolaan Konflik Papua Yang Tidak Pernah Selesai. In Asketik. https://doi.org/10.30762/asketik.v6i1.189
  13. Huwae, M. A., & Timmer, J. (2024). Fear and Chameleon Politics in Papua, Indonesia. In Pacific Affairs. https://doi.org/10.5509/2024973-art5
  14. Ilahi, M. I. N., Sukendro, A., Madjid, M., & Widodo, P. (2025). Penyelesaian Konflik Papua Dalam Perspektif Kepemimpinan Strategis. In Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik. https://doi.org/10.24198/jkrk.v6i2.55728
  15. Koibur, S. (2024a). Sejarah Otonomi Khusus Papua Sebuah Upaya Menyelesaikan Konflik. Syntax Idea, 6. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i9.4493
  16. Koibur, S. (2024b). Sejarah Otonomi Khusus Papua Sebuah Upaya Menyelesaikan Konflik. 6(Table 10), 4–6
  17. Kurnia, F. A., Helmi, S. A., & Rochmana, S. D. (2021). Konstruksi Media Online Detik.com Dan Kompas.com Terhadap Vanuatu. In Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna. https://doi.org/10.30659/jikm.v9i1.13312
  18. Latif, S. A., & Shiddiqy, M. A. A. (2023). Dinamika Konflik Dan Jejak Perdagangan Senjata Di Tanah Papua. In Ganaya Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora. https://doi.org/10.37329/ganaya.v6i4.2617
  19. Latupeirissa, J. J. P., Wijaya, I. P. D., & Suryawan, I. M. Y. (2021). Problematika Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Kepada Daerah Papua Dan Papua Barat Dengan Perspektif Kebijakan Publik. In Sawala Jurnal Administrasi Negara. https://doi.org/10.30656/sawala.v9i2.3496
  20. Manalu, E. F. L., Pane, E. T. S., Manalu, J. K., & Lubis, N. (2022). Socio-cultural analysis of the independent Papua Organization (OPM) and the narrative of Papua integration into Indonesia. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 9(1), 1–15. https://doi.org/10.29408/jhm.v9i1.6258
  21. Muzaffar, E., Sudirman, A., & Djuyandi, Y. (2024). Sekuritisasi Indonesia Terhadap Kelompok Kekerasan Bersenjata Dalam Konflik Papua Di Masa Kepresidenan Joko Widodo. Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional, 2(3), 139. https://doi.org/10.24198/aliansi.v2i3.51753
  22. Nafa Afrillia, & Ferry Edward. (2023). Organisasi Papua Merdeka Sebagai Organisasi Teroris Berdasarkan Undang-Undang No 5 Tahun 2018. Reformasi Hukum Trisakti, 5(2), 403–416. https://doi.org/10.25105/refor.v5i2.15038
  23. Nujud, Y. A. (2021). Respon Vanuatu Terhadap Konflik Kekerasan Dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Di Papua. In Adalah. https://doi.org/10.15408/adalah.v5i4.22780
  24. Nuralisa, R., Patul Hotima, D., & Ukas. (2024). Analisis Prinsip Non Intervensi Hukum Internasional Dalam Konteks Perang Teluk 1 Antara Irak-Iran. Seminar Nasional Ilmu Sosial & Teknologi, 207–215
  25. Otukoya, T. A. (2024). The Securitization Theory. In International Journal of Science and Research Archive. https://doi.org/10.30574/ijsra.2024.11.1.0225
  26. Priesdiantoro, R., Azhari, Y., Santoso, P., Widodo, P., & Sukendro, A. (2024). Analysis of the Implementation of Government Policy Through the Transcend Strategy of the Indonesian National Army in Efforts to Resolution the Papua Conflict. In Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora). https://doi.org/10.36526/santhet.v8i2.4132
  27. Renyoet, C. C., Suryanti, M. S. D., & Muttaqin, M. Z. (2023). Humanitarian Action of United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) in Jayapura During the Covid-19 Pandemic. In Insignia Journal of International Relations. https://doi.org/10.20884/1.ins.2023.10.1.7375
  28. Rohman, F., Trijono, R., & Rumatiga, H. (2024). Tinjauan Yuridis Peran Korps Brimob Polri Dalam Manangani Konflik Bersenjata Di Wilayah Papua Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i6.13483
  29. Sabir, A. (2018). Diplomasi Publik Indonesia terhadap Vanuatu Dalam Upaya Membendung Gerakan Separatisme Papua. Jurnal Hubungan Internasional, 11(1), 91. https://doi.org/10.20473/jhi.v11i1.8679
  30. Strezhnev, A., Kelley, J. G., & Simmons, B. A. (2021). Testing for Negative Spillovers: Is Promoting Human Rights Really Part of the Problem? International Organization, 75(1), 71–102. https://doi.org/10.1017/S0020818320000661
  31. Suriadin, S. (2022). Analisis Resolusi Konflik Pasca Disahkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Otonomi Khusus Jilid II Papua. In Politeia Jurnal Ilmu Politik. https://doi.org/10.32734/politeia.v14i2.8404
  32. Suryo, A., Toruan, S. L., Majid, A., & Widjayanto, J. (2023). Conflict Analysis and Papuan Policies From a Social, Economic and National Defense Perspective. In Journal of Law and Sustainable Development. https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i8.1429
  33. Weibur, B. L. (2021). Statement at the 76th Session of the United Nations General Assembly. 76th United Nations General Assembly, 8–9
  34. Yusri, A., Tahamata, L. C. O., & Waas, R. M. (2023). Intervensi Republik Vanuatu Dalam Persoalan Papua, Perspektif Hukum Internasional. In Tatohi Jurnal Ilmu Hukum. https://doi.org/10.47268/tatohi.v3i5.1804

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.