skip to main content

MAKING THE WORLD MORE FEMINIST?: FEMINIST FOREIGN POLICY DALAM MASKULINITAS KEBIJAKAN KEAMANAN NASIONAL KANADA TAHUN 2017-2022

Maharindra Damaringtyas Tunggarani  -  Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia, Indonesia
Reni Windiani  -  Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia
*Dewi Setiyaningsih  -  Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Feminist Foreign Policy (FFP) sebagai sistem kebijakan luar negeri yang memprioritaskan perempuan mulai populer diadopsi oleh beberapa negara, salah satunya Kanada. Sebagai bentuk komitmen terhadap FFP, sejak tahun 2017 Kanada telah menjalankan sejumlah kebijakan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan wanita dan kesetaraan gender global. Namun, di satu sisi Kanada masih tetap mengeluarkan kebijakan yang tidak sejalan dengan tujuan dan prinsip FFP, salah satunya dalam aspek keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan antara kebijakan keamanan Kanada pada tahun 2017-2022 dengan tujuan dan nilai-nilai Feminis dalam FFP Kanada. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengolah data primer dan sekunder. Alat analisis dari penelitian ini adalah Konsep Feminist in International Relation oleh J. Ann. Tickner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat inkonsistensi antara kebijakan-kebijakan keamanan Kanada dengan nilai dan prinsip Feminis dalam FFP. Inkonsistensi ini dibuktikan dengan kebijakan berupa penguatan aspek militer pada strategi pertahanan dan keamanan, aliansi yang masih kuat dengan NATO, serta ekspor alutsista ke negara-negara yang melakukan intervensi dan/atau agresi militer ke negara lain, yang tidak sejalan dengan prinsip dan nilai FFP. Inkonsistensi tersebut merupakan hasil dari logika berpikir Realisme yang berbenturan dengan Feminisme, namun sudah terlanjur mengakar terlalu kuat dalam sistem internasional sehingga sulit untuk dieliminasi sepenuhnya.

Fulltext View|Download
Keywords: Feminist Foreign Policy; Kanada; Keamanan; Paradigma Realis.

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.