BibTex Citation Data :
@article{JIRUD39418, author = {Muhammad Riandani}, title = {DIPLOMASI INDONESIA PADA PARIWISATA HALAL MELALUI KERJA SAMA INDONESIA-MALAYSIA-THAILAND GROWTH TRIANGLE (IMT-GT)}, journal = {Journal of International Relations Diponegoro}, volume = {9}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Diplomasi, Pariwisata Halal, Growth Triangle}, abstract = { Indonesia dewasa ini sedang melakukan pengembangan industri pariwisata halal. pengembangan ini didasari oleh potensi pariwisata halal yang menjanjikan secara faktor ekonomi. Dalam mengembangkan pariwisata halal, Indonesia melakukan kerjasama dengan Malaysia dan Thailand dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle . Tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat daerah perbatasan, membangun konektivitas ketiga negara dan mengembangkan industri pariwisata dan halal bersama. melalui IMT-GT, kerjasama yang dilakukan bersifat saling melengkapi atau komplementaritas ekonomi yang didasari oleh komitmen bersama dan koordinasi kebijakan. Tujuan riset ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia untuk mengembangkan pariwisata halal dalam forum kerjasama IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle ). Riset ini menggunakan konsep regionalisme, diplomasi, dan growth triangle . Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui Teknik riset secara daring melalui internet, studi Pustaka, dan observasi. Hasil riset menunjukkan bahwa pengembangan industri pariwisata halal Indonesia dilakukan melalui akselerasi pembangunan infrastruktur untuk menopang aktivitas pariwisata, serta meningkatkan kapasitas halal melalui pertukaran ahli, informasi, dan efektivitas sertifikasi. Indonesia dalam melakukan pengembangan pariwisata halal melakukan upaya diplomasi dalam IMT-GT melalui track-one diplomacy dimana aktor pemerintah berperan lebih dominan dalam melakukan upaya diplomasi dan menentukan kebijakan. }, issn = {3063-2684}, pages = {15--30} doi = {10.14710/jirud.v9i2.39418}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jihi/article/view/39418} }
Refworks Citation Data :
Indonesia dewasa ini sedang melakukan pengembangan industri pariwisata halal. pengembangan ini didasari oleh potensi pariwisata halal yang menjanjikan secara faktor ekonomi. Dalam mengembangkan pariwisata halal, Indonesia melakukan kerjasama dengan Malaysia dan Thailand dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle. Tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat daerah perbatasan, membangun konektivitas ketiga negara dan mengembangkan industri pariwisata dan halal bersama. melalui IMT-GT, kerjasama yang dilakukan bersifat saling melengkapi atau komplementaritas ekonomi yang didasari oleh komitmen bersama dan koordinasi kebijakan. Tujuan riset ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia untuk mengembangkan pariwisata halal dalam forum kerjasama IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle). Riset ini menggunakan konsep regionalisme, diplomasi, dan growth triangle. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui Teknik riset secara daring melalui internet, studi Pustaka, dan observasi. Hasil riset menunjukkan bahwa pengembangan industri pariwisata halal Indonesia dilakukan melalui akselerasi pembangunan infrastruktur untuk menopang aktivitas pariwisata, serta meningkatkan kapasitas halal melalui pertukaran ahli, informasi, dan efektivitas sertifikasi. Indonesia dalam melakukan pengembangan pariwisata halal melakukan upaya diplomasi dalam IMT-GT melalui track-one diplomacy dimana aktor pemerintah berperan lebih dominan dalam melakukan upaya diplomasi dan menentukan kebijakan.
Article Metrics:
Last update:
Copyright © 2026 by Author(s).
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Published by Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Diponegoro