skip to main content

Analisis BATNA Dalam Proses Negosiasi Harga Produk Pada Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi Kasus Pada Perusahaan GSP Alumunium Rancaekek Kab.Bandung)

*Ricky Rinaldi  -  Departemen of Business Administration, Padjadjaran University, Jl/ Raya Bandung - Sumedang, Sumedang, Indonesia 45363., Indonesia
Cecep Safaatul Barkah  -  Departemen of Business Administration, Padjadjaran University, Jl/ Raya Bandung - Sumedang, Sumedang, Indonesia 45363., Indonesia
Iwan Sukoco  -  Departemen of Business Administration, Padjadjaran University, Jl/ Raya Bandung - Sumedang, Sumedang, Indonesia 45363., Indonesia
Nurillah Jamil Achmawati Novel  -  Departemen of Business Administration, Padjadjaran University, Jl/ Raya Bandung - Sumedang, Sumedang, Indonesia 45363., Indonesia
Open Access Copyright 2026 Ricky Rinaldi, Cecep Safaatul Barkah, Iwan Sukoco, Nurillah Jamil Achmawati Novel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have a huge impact on the Indonesian economy with a contribution of 61% to Indonesia's GDP (Gross Domestic Income) in 2023. However, one of the challenges faced by MSMEs in Indonesia is the lack of effective negotiation skills. One thing that MSMEs often face is when negotiating prices with consumers. Negotiation skills that are not very good will result in the possibility that the negotiation agreement decision will be made incorrectly. Therefore, it is important to understand how to carry out a good and correct negotiation process by paying attention to the alternatives that can be chosen during the negotiation process. The case discussed in this research is a case study of the negotiation process between the seller of GSP Aluminum MSMEs and one of their consumers. The research uses descriptive qualitative methods to provide a comprehensive picture. Further analysis was carried out using the BATNA (Best Alternative To a Negotiated Agreement) method to find out which party was the winner of the negotiation. Where it is known that the seller is the winner in the negotiations that occur because they have a greater advantage than the buyer.

Abstraksi: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia dengan sumbangsih sebesar 61% pada PDB (Pendapatan Domestik Bruto) Indonesia ditahun 2023. Akan tetapi salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia adalah kurangnya kemampuan negosiasi yang efektif. Hal yang sering dihadapi oleh UMKM adalah ketika melakukan negosiasi harga dengan pihak konsumen. Kemampuan negosiasi yang tidak begitu baik akan memiliki kemungkinan keputusan kesepatakan negosiasi yang dibuat tidak tepat. Oleh karena itu, penting memahami bagaimana melakukan proses negosiasi yang baik dan benar dengan memperhatikan alternatif – alternatif yang dapat dipilih ketika proses negosiasi berjalan. Kasus yang dibahas pada penelitian ini adalah studi kasus proses negosiasi antara pihak penjual dari UMKM GSP Alumunium dengan salah satu konsumennya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran secara komprehensif. Analisis lebih lanjut dilakukan dengan menggunakan metode BATNA (Best Alternative To a Negotiated Agreement) untuk mengetahui pihak mana yang menjadi pemenang dari negosiasi tersebut. Dimana diketahui bahwa pihak penjual menjadi pihak pemenang dalam negosiasi yang terjadi karena memiliki keuntungan yang lebih besar dari pada pihak pembeli.

Keywords: Negosiasi Bisnis; Analisis BATNA; UMKM

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.