skip to main content

ANALISIS HASIL TANGKAPAN ARAD MODIFIKASI (MODIFIED SMALL BOTTOM TRAWL) DI PERAIRAN PPP TAWANG KENDAL JAWA TENGAH

*Feldi Mahendra  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aristi Dian Purnama Fitri  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
- Asriyanto  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Arad (Small Bottom Trawl) merupakan alat penangkap ikan yang dominan di PPP Tawang, Kendal, Jawa Tengah. Modifikasi arad diperlukan agar arad menjadi alat penangkap ikan yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis komposisi hasil tangkapan arad modifikasi dan membandingkan dengan arad genuine. Metode yang digunakan adalah experimental fishing yang dilaksanakan pada bulan April 2014 dengan jumlah setting 15 kali pada setiap arad. Komposisi hasil tangkapan dominan yang didapatkan mempunyai jenis spesies yang sama. Hasil tangkapan yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis), Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea), Kepiting (Scylla serrata), Sotong (Sepia oficinalis), Cumi-cumi (Loligo sp), serta jenis-jenis ikan demersal seperti Ikan Tigawaja (Otolithes ruber), Ikan Petek (Leiognathus sp), Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster), Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus), Ikan Layur (Trichiurus savala). Berat rata-rata hasil tangkapan arad genuine adalah 6500,67  gram dan arad modifikasi adalah 2916,93 gram. Analisis stasistik uji t menunjukkan bahwa berat rata-rata hasil tangkapan arad genuine dan modifikasi berbeda nyata (thit=7,87 > ttabel=2,145). Ukuran panjang total hasil tangkapan dominan arad modifikasi yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis) 7,5 – 19 dan Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea) 6 – 15,5 lebih panjang dibandingkan arad genuine yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis) 5 – 19 dan Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea) 5,5 – 14. Perhitungan efektivitas penangkapan menunjukan arad genuine mempunyai nilai efektivitas 69% lebih besar dibandingkan arad modifikasi 31%.

 

 

Small Bottom Trawl was a dominant fishing gear used in Fishery Port Beach, Tawang, Kendal Regency, Central Java. Modification of this gear was needed to make small bottom trawl more enviromentally friendly fishing gear. The aim of the research was to analyzed the total catch of the modified small bottom trawl and compared it with the genuine small bottom trawl. The methods used were experimental methods which held on April 2014 with 15 times total settings on each small bottom trawl. Dominant composition of the catch has the same species. The catch are Penaeus merguensis, Harpiosquilla raphidea, Crab (Scylla serrata), Sepia oficinalis, Squid (Loligo sp), and demersal fish species such as Otolithes ruber, Leiognathus sp, Caesio erythrogaster, Upeneus sulphureus, Trichiurus savala. The total catch weight average of genuine small bottom trawl was 6500,67 gram and modified small bottom trawl was 2916,93 gram. T-test statistics analyzed showed that the average weight of genuine and modified were significantly different (tcount=7,87 > ttable=2,145). The dominant  catches total length of modified small bottom trawl were Penaeus merguensis 7,5 – 19 cm and Harpiosquilla raphidea 6 – 15,5 cm, these total length was longer than the genuine small bottom trawl total catch Penaeus merguensis  5 – 19 and Harpiosquilla raphidea 5,5 – 14 cm. Catch efectivity counts shoowed that genuine small bottom trawl has 69% effectivity rate, higher than the modified small bottom trawl with 31% effectivity rate.

Fulltext View|Download
Keywords: PPP Tawang; Kendal; Ikan Demersal; Arad Genuine; Arad Modifikasi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.