skip to main content

ANALISIS FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KAB. KENDAL DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN

*Edhi Bachtiar Muslim  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
- Ismail  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Herry Boesono  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Tahun 1999, tempat ini dikenal sebagai TPI Tawang, kemudian pada tahun 1999/2000 dibangun dengan anggaran SPL-OECF INP 22 menjadi PPI. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/MEN/2004 tanggal 25 Februari 2004, ditingkatkan statusnya menjadi PPP, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Pemerintah Daerah dan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan fasilitasi produksi dan pemasaran hasil perikanan di wilayahnya, pengawasan pemanfaatan sumberdaya ikan untuk pelestariannya, dan kelancaran kegiatan kapal perikanan, serta pelayanan kesyahbandaran perikanan.

Dari hasil penelitian didapat bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di PPP Tawang kondisi fisiknya masih baik dan masih layak dipakai, baik itu fasilitas dasar maupun fungsional. Tingkat pemanfaatan didapatkan pada alur pelayaran adalah 55%, pada dermaga nilai tingkat pemanfaatannya sebesar 60%, dan pada gedung pelelangan (TPI) nilai pemanfaatannya sebesar 19%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa optimalisasi fasilitas dasar dan fasilitas fungsional seluruhnya belum termanfaatkan secara optimal. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan suatu peluang.

 

In 1999, this place was known as TPI Tawang. On the 1999/2000 budget was built with SPL - OECF IVI 22 to PPI. Through the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 12/MEN/2004 dated February 25, 2004, upgraded to PPP, which was under and responsible to the Local Government and the Director General of Capture Fisheries, Ministry of Maritime Affairs and Fisheries, which has the main task to implement the facilitation of production and marketing of fishery products in the region, monitoring the utilization of fish resources for preservation, and the operation of fishing boats, and harbormaster services.

The result was the existing facilities in PPP Tawang was still a good physical condition and still feasible to use, both basic and functional facilities. The utilization rate was found in shipping lanes is 55 %, the value of the dock utilization rate of 60 % and the trading house (TPI) value of 19 % utilization. From the results it can be concluded that the optimization of the basic facilities and fully functional facility has not been utilized optimally. of  SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of  an opportunity.

Fulltext View|Download
Keywords: PPP Tawang; Analisis Fasilitas; Fasilitas Dasar; Fasilitas Fungsional

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.