PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH DALAM PAKAN SEBAGAI IMUNOSTIMULAN TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN PROFIL DARAH IKAN PATIN (Pangasius sp.)

- - Nursatia, - - Sarjito, Alfabetian Harjono Condro Haditomo

Abstract


Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) adalah salah satu penyakit yang sering menyerang ikan patin yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophila. Penyakit ini mampu mengakibatkan kematian hingga 80%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan serangan bakteri A. hydrophila yaitu dengan menggunakan imunostimulan ekstrak bawang putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih pada pakan terhadap kelulushidupan ikan patin yang diinfeksi bakteri A. hydrophila. Metode peneletian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis ekstrak bawang putih yang digunakan pada penelitian ini adalah A (0 g/kg), B (10 g/kg), C (20 g/kg) dan D (30 g/kg). Ikan patin yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 156 ekor dengan bobot rata-rata 11,68±2,15 g/ekor dan rata-rata panjang 11,48±0,63 cm/ekor. Ikan diberi pakan dengan tambahan ekstrak bawang putih selama 14 hari. Ikan patin selanjutnya diinfeksi bakteri A. hydrophila dengan kepadatan 106 CFU/ml melalui intramuskular. Rata-rata kelulushidupan ikan patin yaitu 96,67±5,77% (perlakuan C dan D), 93,33±11,55% (perlakuan B), 73,33±5,77% (perlakuan A). Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian ekstrak bawang putih dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kelulushidupan ikan patin. Dosis yang dapat digunakan untuk imunostimulan dalam meningkatkan kelulushidupan yaitu 10 g/kg (perlakuan B).

 

The Motile Aeromonas Septicemia (MAS) is a disease that often attack catfish that are caused by the bacteria A. hydrophila. The disease is capable  resulting mortality up to 80%. One effort that can be made in the prevention of attacks the bacteria A. hydrophila immunostimulant by using garlic extract. This research aims to determine the effect of garlic extract on diets on survival rate and blood profile catfish that infected bacteria A. hydrophila. The experiment consisted of 4 treatments with 3 replications. doses used in this study were A (0 g/kg), B (10 g/kg), C (20 g/kg) and D (30 g/kg). The catfish used in this study were 156 tails with average weight of 11.68±2.15 g and and average length of 11.48±0.63 cm. The catfish are given feed with garlic extraxct for 14 days. The catfish were infected with A. hydrophila at density 106 CFU/ml through intramuscular.The average survival rate of catfish were 96.67 ± 5.77% (Treatment C and D), 93.33±11.55% (treatment C), 73.33±5.77% (treatment A). The result showed that garlic extract had significant effect (P <0.05) of survival rate.  The dose that can be use to improve  survival rate is 10 g/kg (treatment B).


Keywords


Bawang putih; Pangasius sp.; Aeromonas hydrophila

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Journal of Aquaculture Management and Technology by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats