PENGARUH PERIODE PEMUASAAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum)

Mulat Subekti, Johannes Hutabarat, Sri Hastuti

Abstract


Pada usaha budidaya ikan masalah yang sering muncul yakni pemberian pakan belum optimal, sehingga pakan yang dikonsumsi ikan kurang dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk pertumbuhan. Upaya yang banyak dilakukan saat ini dalam budidaya ikan adalah pengaturan teknik pemberian pakan agar pakan yang diberikan dimanfaatkan secara optimal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Salah satu strategi pemberian pakan yang dapat dilakukan adalah dengan pemuasaan. Perlakuan pemuasaan yang dipelihara pada periode yang cukup atau satiation level, diharapkan terjadi pertumbuhan yang cepat setelah periode pemuasaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan pengaruh periode pemuasaan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan pada ikan bawal air tawar (C. macropomum). Ikan uji yang digunakan ikan bawal air tawar dengan bobot individu rata-rata 3,47±0,32 g/ekor. Pemberian pakan yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 secara at satiation. Ikan uji dipelihara dengan padat tebar 1 ekor/l menggunakan wadah aquarium dengan lama pemeliharaan 30 hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.  Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemuasaan pakan.  Perlakuan tersebut adalah perlakuan A (tanpa dipuasakan), perlakuan B (dipuasakan 1 hari diberi pakan 1 hari),perlakuan C (dipuasakan 1 hari diberi pakan 2 hari) dan perlakuan D (dipuasakan 1 hari diberi pakan 3 hari). Data yang diamati meliputi tingkat konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), pertumbuhan panjang mutlak, kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuasaan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER, RGR dan pertumbuhan panjang mutlak  dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap survival rate. Perlakuan A menghasilkan nilai TKP 135,23±0,87, Perlakuan B menghasilkan EPP sebesar 92,89±1,23%, PER sebesar 2,49±0,03%  dan perlakuan D menghasilkan nilai RGR sebesar 7,21±0,10%/hari, dan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,79±0,08 cm. Kualitas air pada media pemeliharaan masih pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji.  Kesimpulan yang diperoleh yaitu nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan A untuk TKP, Perlakuan B untuk variabel EPP dan PER, perlakuan D untuk variabel RGR dan panjang mutlak.

 

During cultured period, problems emerge was unoptimal feeding states,until that the  consumedfeed it less be utilizied by the fish effectively and efficiently for growth. The efforts are much done today in the fish culturing was repair technique of feeding so that the feed given can be utilized optimally for growth and survival. Techniques improper feeding will increase was the production cost of the fish. One of the solution for this problem was by starvation on feed. Starvation treatment are maintained on a sufficient period or satiation level, so expect a rapid growth after a period of starvation. The aim of this study was to determine the effect of fasting on the efficiency of feed utilization, growth and and survival rate of Red Belly Fish (C. macropomum). The trial fish was nile tilapia with the average body weight was 3,47±0,32g/fish. The feeding frequency was twice a day, that was on  08.00 am and 16.00 Pm,  by applying at satiation method.  The fish was cultured in an aquarium with stocking density of 1 fish/l for 30 days.  This research was used an experimental method of completely randomize design for 4 treatments and 3 replicates. The treatments used starvation fed. The treatments  werefish feeded (A), starving intermitten feeding (B), fish subjected one day starvation and two days refeeding (C), fish subjected one day starvation and three days refeeding (D),The measured data included the feed consumption rate, feed efficiency (FE), protein efficiency ratio (PER), relative growth rate (RGR), survival rate (SR), and water quality.   Data showed that the effects of starving feed resulted on significantly effect (P<0,05) on the feed consumption rate, FE, PER, RGR and absolute length growth.  but didn’t for the SR.  Treatment A produced the value for feed consumption rate was 135,23±0,87g, treatment B produced the value for FE was 92,89±1,23%, and PER was 2,49±0,03%/day, treatment D produced the value for RGR was 7,21±0,10%/day and absolute length growthwas 2,79±0,08 cm.Water quality parameters during the rearing period were suitable for the trial fish.  It concluded that treatment A resulted wa highest value for feed consumption rate, treatment B resulted the highest value for variables FE and PER, , treatment D resulted the highest value for variables RGR and absolute length growth, except for survival rate.


Keywords


Pemuasaan; Pemanfaatan Pakan; Pertumbuhan; Colossoma

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Journal of Aquaculture Management and Technology by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats