PENGARUH PERENDAMAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Caulerpa lentillifera)

Ely Sufriyanti Ginting, Sri Rejeki, Titik Susilowati

Abstract


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi rumput laut pada tahun 2015 sebesar 10,3 juta ton. Salah satu jenis rumput yang sangat potensial untuk dikembangkan yaitu Caulerpa lentillifera. Rumput laut ini banyak digemari masyarakat dalam negeri maupun luar negeri karena memiliki nilai ekonomis yang sangat penting yaitu sebagai bahan makanan segar dan bahan untuk obat-obatan. Namun produksi C. lentillifera sendiri belum dapat tercukupi karena bersifat musiman dan masih banyak mengandalkan hasil dari alam. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi C. lentillifera dengan  cara budidaya. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan  C. lentillifera dalam budidaya adalah ketersediaan nutrien yang biasanya dapat diperoleh dari pemberian pupuk. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian pengaruh perendaman pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda dan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan C. lentillifera. Peneltian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Adapun perlakuan tersebut yaitu perlakuan A (0 mL), B (1,5 mL), C (2,5 mL) dan D (3,5 mL) dengan lama perendaman 6 jam. Data yang didapatkan selama penelitian yaitu laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan kualitas air. Data dianalis dengan Anova dan dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perendaman pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik C. lentillifera. Perlakuan D (perendaman dosis 3,5 mL) memberikan hasil terbaik dari semua perlakuan dengan laju pertumbuhan spesifik sebesar 3.29±0.06%/hari.

 

Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) targets 10,3 million tons seaweed production in 2015. One of potential seaweed to be developed is Caulerpa lentillifera. This type of seaweed is preferred by many people in Indonesia and the world because it has high economic value as fresh produce and for medicine. However, production is still insufficient because it is seasonal variety and its production still depends on natural harvest. Therefore, it is needed to increase C. lentillifera production by cultivation. One factor that affects C. lentillifera growth in the cultivation is the availability of nutrient. Therefore, a study on difficult dosage of liquid fertilizer throught immertion method is needed. The aim of this research was to determine the effect of different dosage of liquid fertilizer on the growth of C. lentillifera and to find out the proper dosage which can produce the best growth of C. lentillifera. This study was done experimentally with Completely Randomised Design. There were 4 treatments: A (0 mL), B (1,5 mL), C (2,5 mL) and D (3,5 mL) with time of immersion of 6 hours. Each treatment was replicated 5 times. The data collected were specific growth rate (SGR) and water quality parameter. Data was analyzed using collected were Anova and followed by Duncan’s test. The result shows that different dosage of liquid organic fertilizer showed highly significantly effected the specific growth rate (SGR). Treatment D (dose of 3,5 mL) gives the best result compared with another treatments, with specific growth rate of 3.29±0.06%/day.


Keywords


Perendaman; Dosis Pupuk Organik Cair; Pertumbuhan; C. lentillifera

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Journal of Aquaculture Management and Technology by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats