Fenomena Gitaran Sore Sore Di PRO TV Dalam Mendidik Masyarakat

Yuanisa Meistha, Adi Nugroho, Hedi Pudjo Santosa, Joyo NS Gono

Abstract


Sebagai sebuah acara hiburan yang mendidik, program acara “Gitaran Sore Sore” di ProTV
dirasakan masih kurang mampu menarik minat masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan
mahasiswa sebagai targetnya. Hal ini dibuktikan walaupun Kota Semarang yang merupakan kota
pelajar, namun animo pelajar dan mahasiswa untuk menonton acara “Gitaran Sore Sore” tergolong
masih rendah. Hasil survey suaramerdeka.com menegaskan fenomena yang serupa. Mengacu
fenomena di atas, peneliti tertarik untuk meneliti “mengapa acara Gitaran Sore Sore di ProTV
kurang mampu menarik minat masyarakat?.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
keunikan acara “Gitaran Sore Sore” di ProTV sehingga kurang mampu menarik minat masyarakat.
Permasalahan penelitian di atas didekati melalui social learning theory dan model uses and
gratification, di mana salah satu fokus dasarnya adalah adanya asumsi bahwa menarik tidaknya
suatu acara sangat tergantung dalam perseptual dan fokus dari penerima pesan. Model uses and
gratification menekankan bahwa audiens akan cenderung mengkonsumsi suatu acara di media
massa apabila sesuai dengan kepentingannya dan memperoleh kepuasan dari aktivitas konsumsi
yang dilakukan terhadap media massa. Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian, maka
tipe deskriptif analitis yang digunakan, karena tujuan penelitian deskriptif analisis adalah untuk
membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat
populasi atau daerah tertentu. Narasumber yang digunakan sebanyak 5 (lima) orang yang
dianggap mengetahui masalah penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui: 1) Terjadi penurunan minat menonton yang cukup
signifikan pada program acara yang edukatif dan menghibur di Pro TV, seperti; Made In Indonesia,
Gitaran Sore Sore, Jejak Jelajah Wisata, Bio7 dan Cooking Show Dimarco, di mana pada saat
yang sama mengalami penurunan pemasukan iklan, khususnya di tahun 2013 dan 2014. Kebijakan
perubahan strategi programming yang kurang kondusif bagi segmentasi pasar yang dilakukan
ProTV diduga merupakan aspek dan faktor penting, yaitu sebagai determinasi pokok terhadap
minat menonton ProTV; 2) Langkah strategis berupa perubahan strategi programming ke arah
acara yang lebih edukatif dan menghibur yang ternyata belum mampu meningkatkan minat
menonton, dapat dijelaskan dengan uses and gratification model yang mengidentifikasi segmentasi
dan target audience-nya sebagai salah satu informasi dalam menentukan format dan program
acara yang disajikan, melakukan berbagai promo on air dan off air, di samping urgensi tentang
perlunya melakukan monitoring terhadap pasar; 3) Program–program yang ditayangkan ProTV
seperti; Gitaran Sore-Sore, dan program in house yang ditayangkan cukup memberikan image
station Pro TV karena sesuai dengan segmentasi dan target audience-yang dibidiknya, walaupun
secara kuantitatif belum mampu meningkatkan minat menonton secara umum; 4) Perluasan pasar
yang dilakukan ProTV yang diikuti dengan program– program yang lebih variatif beserta segala
strategi programming-nya ini mampu meningkatkan audience share ProTV yang berimbas pula
pada meningkatnya pendapatan melalui iklan karena rating yang tinggi.
Keywords: Gitaran Sore Sore, Program acara hiburan yang Mendidik.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung