REPRESENTASI NASIONALISME WARGA PERBATASAN KALIMANTAN BARAT DALAM FILM (Analisis Semiotika pada Film Tanah Surga...Katanya)

Published: 2 Jul 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Film bertema nasionalisme dianggap memiliki daya tarik tersendiri. Berbeda dengan film lainnya yang memiliki tema drama dan mengangkat fenomena kehidupan sehari-hari, film yang bertema nasionalisme sangat dipengaruhi oleh faktor sosial politik yang ada di Indonesia. Pada film Tanah Surga... Katanya memperlihatkan secara gamblang kondisi keterpurukan dan kekalahan Indonesia dari negara tetangga (Malaysia) dalam  hal mensejahterakan rakyatnya. Film ini bercerita tentang sudut pandang lain dari semangat nasionalisme bangsa Indonesia yaitu bagaimana perjuangan warga perbatasan Kalimantan Barat untuk mempertahankan semangat nasionalismenya di tengah kehidupan yang serba terbatas di daerah perbatasan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nasionalisme warga perbatasan Kalimantan Barat dalam film Tanah Surga... Katanya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori representasi Stuart Hall dalam paradigma konstruktivis. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske “the code of television” yang memasukkan kode-kode sosial ke dalam tiga level yakni level realitas, level representasi dan level ideologi.

Hasil penelitian menunjukkan pada level realitas film ini menunjukkan realitas kesenjangan yang terjadi di perbatasan Kalimantan Barat dan perbatasan Malaysia (Sarawak). Perbatasan Kalimantan digambarkan miskin (tradisional) sedangkan Malaysia digambarkan sejahtera (modern). Pada level representasi film ini menunjukkan visualisasi pesan nasionalisme di tengah keterpurukan warga perbatasan Kalimantan Barat yang disampaikan melalui beberapa aspek teknis. Alur cerita, konflik, dan dialog menceritakan kehidupan Salman dan Kakek Hasyim sebagai tokoh utama yang memiliki jiwa nasionalisme melawan setiap keadaan perbatasan yang menguji rasa nasionalisme. Level ideologis dalam film ini mengungkapkan ideologi nasionalisme warga perbatasan Kalimantan Barat melalui bentuk-bentuk perlawanan atau perjuangan melawan menghadapi keadaan (kemiskinan, keterpencilan, ketidakadilan dalam pembangunan). Bentuk-bentuk nasionalisme warga perbatasan meliputi, nasionalisme pada simbol-simbol negara, nasionalisme dalam mempertahankan kewarganegaraan, nasionalisme dalam kemiskinan, nasionalisme untuk generasi selanjutnya.

 

Kata Kunci : film, nasionalisme, semiotika, perbatasan Kalimantan Barat

Article Metrics: