VIVA.CO.ID dan KEPENTINGAN EKONOMI POLITIK ABURIZAL BAKRIE (Kajian analisis isi terhadap viva.co.id mengenai pemberitaan keluarga Bakrie, perusahaan-perusahaan Bakrie Group, Partai Golkar, dan sosok Aburizal Bakrie)

Published: 27 Mar 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Statistics: 583
Abstract

ABSTRAK
Masalah kepemilikan media muncul sebagai akibat kapitalisasi media. Salah satu
media swasta yang dimiliki oleh seorang pengusaha sekaligus politisi adalah
portal berita viva.co.id. portal berita ini dimiliki oleh Aburizal Bakrie. Bisnisnya
menjamur ke berbagai industri. Lebih dari itu, sepak terjangnya di dunia politik
begitu agresif. Dia terpilih sebagai ketua umum Partai Golkar. Dan kini dia
memutuskan untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden tahun
2014. Sebagai media massa swasta yang tergabung dalam sebuah kelompok usaha
yang begitu besar dan dimiliki oleh Aburizal Bakrie, bagaimana kecenderungan
pemberitaan viva.co.id mengenai lingkaran kekuasaan Aburizal Bakrie menarik
untuk dikaji.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kecenderungan pemberitaan viva.co.id
mengenai keluarga Bakrie, Partai Golkar, perusahaan-perusahaan milik Bakrie
Group, dan sosok Abu Rizal Bakrie itu sendiri. Teori yang digunakan adalah
teori-teori kritis, banyak pemikiran Karl Marx, Noam Chomsky, dan Arthur Asa
Berger digunakan dalam penelitian ini. Metodologi yang digunakan adalah
analisis isi kuantitatif. Hal ini relefan untuk digunakan karena sesuai dengan
prinsip kontekstual dan fleksibilitas. Teknik sampling yang digunakan adalah
random dengan total sampel sebesar 169 berita.
Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa dalam penulisan berita, viva.co.id
memiliki kecenderungan yang positif atau mendukung keluarga Bakrie, Partai
Golkar, perusahaan-perusahaan milik Bakrie Group, dan sosok Aburizal Bakrie
itu sendiri. Indikator tersebut dapat dilihat dari aspek tema berita yang cenderung
bertema bisnis. Sementara objek pemberitaan terbesar pada tema tersebut adalah
perusahaan-perusahaan milik Bakrie Group. Dari aspek nilai berita viva.co.id
tidak berani memasukkan nilai berita konflik ke dalam pemberitaannya, hal ini
berarti viva.co.id tidak berani mengulas konflik yang terjadi di antara anggota
dalam lingkaran kekuasaaan Aburizal Bakrie. Kemudian pada aspek narasumber,
ditemukan fakta bahwa viva.co.id cenderung memilih “orang dalam” ketika
membangun sebuah berita, sementara sebagian besar komentar ahli yang
dijadikan narasumber bernada positif. Dilihat dari lead dan tubuh beritanya pun
cenderung mendukung lingkaran kekuasaan Aburizal Bakrie. Lebih dari itu,
selama rentang waktu 2009-2012 terjadi pergeseran topik berita dari bisnis ke
politik. Hal ini terkait dengan pencalonan Aburizal Bakrie sebagai presiden.
Kata kunci: viva.co.id, analisis isi kritis, Aburizal Bakrie, kecenderungan berita

Article Metrics: