skip to main content

PENGARUH INTENSITAS KONSUMSI PEMBERITAAN POLISI BRUTAL DAN INTENSITAS KONSUMSI E-WOM DALAM AKSI PERINGATAN DARURAT DI MEDIA SOSIAL X TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT PADA KEPOLISIAN

*Anoriza Anova  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi
Adi Nugroho  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi

Citation Format:
Abstract
Media sosial telah menjadi ruang utama bagi masyarakat dalam mengonsumsi informasi dan berdiskusi tentang isu-isu publik, termasuk kepercayaan terhadap institusi pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatori dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling yang melibatkan 100 responden. Teori yang digunakan adalah Uses and Gratifications Theory, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana informasi dan komentar serta diskusi yang berkembang di media sosial memengaruhi persepsi publik terhadap institusi kepolisian, terutama dalam kasus yang melibatkan dugaan tindakan brutalitas. Hasil penelitian yang didapat melalui pengujian uji hipotesis regresi linear berganda adalah bahwa intensitas konsumsi pemberitaan polisi brutal dan intensitas konsumsi E-WOM dalam aksi peringatan darurat di media sosial X terhadap tingkat kepercayaan masyarakat pada kepolisian berpengaruh negatif dengan nilai signifikansi yang didapatkan adalah 0,000 < 0,01. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa setiap kenaikan unit variabel X1 akan menurunkan Y sebesar -0,388 atau 38,8%. Serta setiap kenaikan unit variabel X2 akan menurunkan Y sebesar -0,450 atau 45%. Lalu masing-masing dari variabel X1 memberikan pengaruh sebesar 39% dan variabel X2 sebesar 53%. Dengan begitu, variabel X2 memiliki pengaruh dengan kekuatan yang lebih kuat jika dibandikan dengan variabel X1.
Fulltext View|Download
Keywords: Pemberitaan Polisi Brutal, E-WOM, kepercayaan publik, kepolisian, media sosial, Uses and Gratifications Theory

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.