CYBER CATHARSIS PADA BLOG RADITYA DIKA

Received: 24 Dec 2013; Published: 31 Jan 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 133 95
Abstract

CYBER CATHARSIS PADA BLOG RADITYA DIKA
Abstract
Blog, is one form of social media that is most commonly used and is able
to attract users who are so great. Even in its use, blogs have their own designation
for active users to update the text and then imprinted on the pages in the blog.
Users are referred to the creation of this blogger ideas and ideas without being
bound by standard rules of writing and theme writing. In fact, not infrequently
user blog pages online diary filled with the experience of a personal experience
that has unique style. This is partly demonstrated by the blogger whose name is
known through the writings in the blog address www.radityadika.com. As a
literary figure, Raditya Dika unsparing report various life experiences, from things
that are fun, sad, embarrassing, even though personal stories. All of this
experience shows how important social media can facilitate the psychological
aspect of a person as a place to share and pour emotion is referred to as a
catharsis. In contrast to the interpersonal communication that exists with the
speaker, virtual communication with the media writing can accommodate all users
without the need to feel the burden of anxiety disordered communication .
This study aims to describe the writings Raditya Dika cyber laden
catharsis. The researcher used a qualitative approach with semiotic analysis
methods to see how Raditya Dika construct experiences through reality, which
can then be interpreted by readers that content catharsis, but has a distinctive
writing style like in the analysis of literary works. To that end, this study
supported the use of the theory of media (Media Equation Theory) and the theory
of human personality (Psychoanalytic theory) .
The results showed that absurd style Raditya Dika used in constructing the
experience in ways unique, such as the delivery of messages is hyperbolic, poetic,
and have an element of comedy in its delivery. However, with Raditya Dika
absurd style in constructing experiences, researchers assessed it be an attraction to
give a lesson on the importance of creativity in the frame of mind and dare to be
„different‟ in creating a work, particularly in the field of writing.
Keywords : Blog, Catharsis, Raditya Dika, Construction, Emotion
CYBER CATHARSIS PADA BLOG RADITYA DIKA
Abstrak
Blog, merupakan salah satu bentuk media sosial yang paling umum
digunakan dan mampu menjaring penggunanya yang begitu besar. Bahkan dalam
penggunaannya, blog memiliki sebutan sendiri bagi penggunanya yang aktif
meng-update tulisan yang kemudian dicantumkan pada halam blog. Pengguna
yang disebut blogger ini dapat mengkreasikan ide-ide dan gagasan tanpa terikat
oleh aturan baku penulisan dan tema tulisan. Bahkan tak jarang pengguna blog
yang mengisi halaman diary online dengan pengalaman pengalaman pribadi yang
mempunyai corak keunikan tersendiri. Hal ini salah satunya ditunjukkan oleh
blogger yang namanya dikenal melalui karya tulisan dalam alamat blog
www.radityadika.com. Sebagai sosok penulis, Raditya Dika tak tanggungtanggung
menceritakan berbagai pengalaman hidup, dari mulai hal-hal yang
menyenangkan, menyedihkan, memalukan, bahkan kisah pribadi sekalipun.
Kesemua pengalaman ini menunjukkan betapa pentingnya media sosial yang
dapat memfasilitasi aspek psikologis seseorang sebagai tempat untuk berbagi dan
mencurahkan emosi yang disebut dengan istilah katarsis (catharsis). Berbeda
dengan komunikasi yang terjalin antarpribadi dengan lawan bicara, komunikasi
virtual dengan media penulisan dapat menampung semua beban penggunanya
tanpa perlu merasakan ganggunan kecemasan berkomunikasi.
Penelitian ini, bertujuan mendeskripsikan karya tulisan Raditya Dika yang
bermuatan cyber catharsis. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode analisis semiotika untuk melihat bagaimana Raditya Dika
mengkonstruksikan pengalaman-pengalaman melalui realitas, yang kemudian
dapat dimaknai oleh pembaca sebagai tulisan yang bermuatan catharsis, namun
memiliki gaya penulisan tersendiri seperti layaknya analisis dalam karya sastra.
Untuk itu, penelitian ini didukung dengan penggunaan teori teori media (Media
Equation Theory) dan teori kepribadian manusia (Psychoanalytic Theory).
Hasil penelitian menunjukkan gaya absurd yang digunakan Raditya Dika
dalam mengkonstruksikan pengalaman dengan cara-cara unik, seperti
penyampaian pesan secara hiperbolis, puitis, dan memiliki unsur komedi dalam
penyampaiannya. Namun dengan gaya absurd Raditya Dika dalam
mengkonstruksikan pengalamannya, justru dinilai peneliti menjadi daya tarik
untuk memberikan pelajaran akan pentingnya kreativitas dalam kerangka berpikir
dan berani menjadi „berbeda‟ dalam mencipta suatu karya, khususnya di bidang
penulisan.
Kata kunci : Blog, Katarsis, Raditya Dika, Konstruksi, Emosi
1.1 Latar Belakang
Berbagai tulisan dalam buku-buku karya penulis yang akrab dipanggil
Radith ini sebagian besar isinya merupakan cuplikan dari blog pribadi miliknya
dengan alamat web www.kambingjantan.com. Blog yang saat ini telah berganti
nama menjadi www.radityadika.com ini banyak mengulas kehidupan pribadi
seorang Raditya Dika dari berbagai sisi mengenai problematika yang terjadi
dalam kesehariannya. Problematika yang terjadi dalam kehidupan seseorang jika
tidak disikapi secara bijak dan dikelola secara benar akan menimbulkan dampak
yang merugikan bagi diri sendiri maupun lingkungan. Permasalahan yang dialami
oleh individu sebagai suatu kondisi yang tidak menyenangkan dapat mengganggu
kondisi psikis atau mental maupun fisik. Hingga pada akhirnya pada suatu kondisi
seseorang dapat secara tidak sadar mengeluarkan emosi secara berlebihan dengan
cara-cara yang destruktif. Pengeluaran emosi dalam bentuk yang destruktif dapat
terjadi pada setiap orang jika tidak ada penyaluran yang tepat untuk menetralisir
munculnya efek negatif dari emosi.
Sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk hidup bersama dengan
yang lain, manusia dibekali dengan daya nalar dan perasaan atau emosi. Kedua
hal ini merupakan aspek yang mendukung komunikasi antarmanusia melalui
interaksi dan sosialisasi. Dengan daya nalar, manusia akan terikat oleh kebutuhan
informasi dari orang lain. Sedangkan menggunakan perasaan dan emosinya,
manusia akan terikat oleh kebutuhan untuk berbagi dan mengutarakan keinginankeinginannya.
Untuk memenuhi setiap kebutuhan ini diperlukan komunikasi.
Komunikasi mampu menjembatani pikiran, perkataan, dan perbuatan dengan
menggunakan bahasa dari masing-masing pihak yang berkomunikasi (Liliweri,
1997 : 64).
Berdasarkan fungsi interaksi dan komunikasi inilah manusia terikat
dengan manusia lainnya untuk dapat berbagi, baik untuk menyampaikan ide-ide,
gagasan, dan keinginan masing-masing pihak. Melalui proses pengiriman dan
penerimaan pesan, sebuah hubungan interaksional akan terjalin dari pihak-pihak
yang terlibat di dalamnya. Pesan yang disampaikan oleh komunikator (pengirim
pesan) harus dapat dimengerti oleh komunikan (penerima pesan) agar timbul
kesamaan makna sehingga akan terbentuk komunikasi yang efektif. Namun
seringkali proses pengiriman pesan ini terkendala pada pihak yang menyampaikan
pesan itu sendiri. Menurut James Mc Croskey, pada dasarnya setiap orang pernah
mengalami kecemasan dalam berkomunikasi (communication anxiety).
Kecemasan berkomunikasi merupakan kecenderungan untuk mengalami
kecemasan secara berlebihan dalam waktu yang relatif lama dan dalam berbagai
situasi yang berbeda (Morissan dan Wardhany, 2009 : 50 - 51). Untuk metralisir
kecemasan tersebut, dibutuhkan suatu cara yang disebu dengam katarsis
(catharsis). Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan katarsis,
sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan seseorang sebagai reaksi
ketidakmampuan menghadapi suatu permasalahan dan tidak dapat keluar dari
masalah tersebut. Salah satunya dengan menuliskan pengalaman pribadi dalam
media sosial blogging sebagai sarana pelampiasan perasaan.
1.2 Permasalahan
Fenomena yang disebut oleh anak muda sebagai fenomena nge-blog ini
semakin berkembang setelah kemunculan tulisan-tulisan karya Raditya Dika yang
secara terbuka menjadikan media blogging sebagai tempat berbagi menceritakan
seluruh pengalaman hidupnya. Tidak terlepas dari sifat dasar manusia yang ingin
selalu berbagi untuk menyumbangkan gagasan dan perasaannya, setiap orang
membutuhkan sosok „pendengar‟ untuk berbagai hal. Terlebih lagi untuk hal-hal
yang berkaitan erat dengan perasaan dan emosi manusia yang membutuhkan
ruang untuk penyalurannya. Namun terkadang seseorang terhalang oleh adanya
kecemasan dalam komunikasi, seperti yang terjadi dalam komunikasi
interpersonal. Untuk itulan, peneliti peneliti ingin melihat bagaimana cara Raditya
Dika mengkomunikasikan pengalaman hidupnya yang mengecewakan melalui
cara katarsis sebagai sarana alternatif pelampiasan kecemasan berkomunikasi.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karya tulisan pada
blog Raditya Dika yang mencerminkan bentuk katarsis online (cyber catharsis)
atau pelampiasan perasaan melalui sosial media.
1.4 Kerangka Teoretis
Penelitian ini menggunakan teori Kepribadian Psikoanalisis dan teori Ekuasi
Media.
1.5 Metoda Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskripstif dengan paradigma
konstruktivistik. Dalam hal ini, pengalaman hidup Raditya Dika sebagai hasil
konstruksi sosial dapat dimaknai sebagai teks yang bermuatan katarsis.
Pemaknaan atas teks dilakukan dengan menggunakan analisis semiotika Julia
Kristeva, yang memfokuskan kajian bahasa sebagai salah satu bentuk karya sastra
yang melekat makna-makna tersembunyi di dalamnya. Namun untuk
menganalisis makna dalam teks karya sastra, lebih lanjut dapat dilakukan
pembacaan makna secara subyektif yang mengedepankan peran aktif pembaca
dengan berbagai pengalaman psikologis dan pengalaman membaca sebelumya.
Berdasarkan hal inilah, Michael Riffaterre memperkenalkan tahapan pembacaan
teks dalam karya sastra melalui empat hal, yakni : Ketidaklangsungan ekspresi,
pembacaan heuristik dan hermeneutik, matriks dan varian, serta hubungan
intertekstualitas.
1.6 Temuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan pembacaan teks pada blog Raditya Dika
yang bermuatan cyber catharsis terhadap dua postingan yang berjudul “Pahit
Manis Cinta Adalah...” dan “Hal-hal yang Gue Pikirin Pas Lagi Laper dan Gue
Bingung Kenapa Juga Gue Pikirin...”. Kedua postingan ini dapat dilakukan
pembacaan makna dengan dua hahap, yakni tahap pertama (heuristik) dan tahap
kedua (hermeneutik). Pembacaan tahap pertama (heuristik) dilakukan dengan cara
membubuhkan tambahan kata yang diberi tanda kurung untuk lebih
mempermudah memahami maksud kalimat yang dicantumkan pada halaman blog.
Kemudian tahap kedua dilakukan dengan membaca teks padakalimat secara penuh
untuk lebih memahami maksud kalimat yang mengandung makna konotasi atau
makna kias.
Postingan “Pahit Manis Cinta Adalah...” dapat digolongkan ke dalam teks
karya sastra berbentuk puisi yang hampir semua kalimat dalam bait menggunakan
gaya bahasa, seperti metafora, personifikasi, elipsis, dan lain sebagainya.
Postingan ini berisi kegelisahan atau kekecewaan Raditya Dika terhadap kisah
percintaan yang pernah dialami di masa lalu. Kemudian postingan “Hal-hal yang
Gue Pikirin Pas Lagi Laper dan Gue Bingung Kenapa Juga Gue Pikirin...”
berbentuk prosa komedi. Postingan ini berisi kegelisahan Raditya Dika terhadap
hal-hal sepele yang dialami saat sedang merasakan lapar maupun saat makan dan
hal-hal absurd yang dipikirkan Raditya Dika berkaitan dengan rasa lapar.
1.7 Hasil Penelitian
Kedua postingan Raditya Dika yang berjudul “Pahit Manis Cinta Adalah...”
dan “Hal-hal yang Gue Pikirin Pas Lagi Laper dan Gue Bingung Kenapa Juga
Gue Pikirin...” dikonstruksikan mengandung muatan katarsis berdasarkan asumsi
dari teori kepribadian Psikoanalisis yang diperkenalkan oleh Sigmund Freud.
Postingan tersebut dipandang sebagai ungkapan perasaan Raditya Dika mengenai
kejadian yang tidak menyenangkan, baik berupa kekecewaan, kekesalan, atau
kebingungan terhadap kejadian yang dialami. Ditinjau dari struktur kepribadian
manusia, terdapat aspek bawah sadar sebagai tempat menyimpan memori-memori
dan transferensi-transferensi dari kejadian masa lalu. Kesemua hal-hal negatif
yang tersimpan dalam bawah sadar ini harus dikeluarkan agar tidak menimbun di
alam bawah sadar dan keluar dalam kesadaran dalam bentuk yang destruktif
(meusak). Apa yang menjadi dasar kegelisahan ini dikarenakan manusia
mempunyai keinginan (id) yang berisi seluruh hawa nafsu dan keinginankeinginan.
Namun terkadang Id ini berjalan tidak sesuai dengan konsep realitas
(ego). Oleh karena itu, dibutuhkan cara untuk melampiaskan seluruh energi
negatif yang tersimpan dalam alam bawah sadar agar muncul dalam kesadaran
dalam bentuk konstruktif. Cara ini disebut dengan mekanisme pertahanan ego.
Wujud katarsis dilakukan dengan mekanisme pertahanan ego, yakni sublimasi.
Sublimasi merupakan suatu cara untuk melampiaskan perasaan yang dilakukan
dengan cara-cara positif seperti menghasilkan suatu karya. Hal inilah yang
dilakukan Raditya Dika unutk menyalurkan perasaannya melalui media penulisan
online blog sebagai media untuk menampung segala jenis gagasan dan perasaan
pengunanya. Kemudian apa yang ditampilkan dalam media sosial blog tersebut
dapat menjadi konsumsi khalayak, bahkan menjadi sebuah karya yang menghibur
seperti layaknya tulisan yang dimuat dalam website atau blog
www.radityadika.com.
1.8 Kesimpulan
Pengalaman hidup Raditya Dika yang dituangkan dalam blog dikonstruksikan
sebagai tulisan bermuatan cyber catharsis. Peneliti meerubrikasi tulisan Raditya
Dika ke dalam bentuk karya sastra dengan menggunakan analisis bahasa sebagai
alat untuk berkomunikasi dan mengungkapkan gagasan-gagasan yang tersimpan
dalam alam bawah sadar. Teks yang memuat bahasa karya sastra ini kemudian
dicari maknanya dengan menggunakan analisis semiotika Riffaterre. Bahasabahasa
yang bersifat konotatif ini menyimpan makna tersendiri dari sistem bawah
sadar manusia.
Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa blog dapat dijadikan sarana untuk
pelampiasan perasaan yang mampu mengatasi kecemasan berkomunikasi dan
mampu menampung segala hal yang disampaikan penggunanya secara terbuka.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Ali, Mohammad dan Mohammad Asrori. (2008). Psikologi Remaja :
Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Aminuddin. (1991). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung : C. V. Sinar
Baru.
Atmazaki. (1993). Analisis Sajak : Teori, Metodologi, dan Aplikasi. Bandung :
Angkasa.
Bocock, Robert. (2002). Sigmund Freud. London : Routledge.
Bateman, Anthony and Jeremy Holmes. Introduction to Psychoanalysis :
Contemporary Theory and Practice. London : Routledge.
Berger, Arthur Asa. (1991). Media Analysis Techniques. California : SAGE
Publications.
Berger, Peter L. and Thomas Luckmann. 1966. The Social Construction of Reality
: A Treatise in the Sociology of Knowledge. New York : SAGE Publication,
Inc.
Bertens, Kees. (1980). Memperkenalkan Psikoanalisa Sigmund Freud . Jakarta :
PT. Gramedia. [Eds.] Freud, Sigmund. (1980). Ueber Psychoanalyse, Funf
Vorlesungen. London : Imago Publishing.
Bungin, Burhan. (2007). Imaji Media Massa : Konstruksi Sosial Iklan Televisi
dalam Masyarakat Kapitalistik. Yogyakarta : Jendela.
Bungin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif : Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan
Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta : Kencana.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. (2010). Sosiolinguistik Perkenalan Awal.
Jakarta : Rineka Cipta.
Chaplin, J. P. (2011). Dictionary of Psychology. New York : Dell Publishing, Inc.
Chun, Wendy Hui Kyong and Thomas Keenan. (2006). New Media Old Media : A
History and Theory Reader. New York : Routledge.
Corbetta, Piergiorgio. (2003). Social Research : Theory, Methods, and
Techniques. London : SAGE Publications.
Danesi, Marcel. (2010). Pengantar Memahami Semiotika Media. Terj.
A.Gunawan Admiranto. Yogyakarta : Jalasutra.
Denzin, Norman K. and Yvonna S. Lincoln. (1994). Handbook of Qualitaive
Research. London : SAGE Publications.
Dominick, Joseph R. The Dynamics of Mass Communication. America : McGraw
Hill.
Fachri, Hisyam A. (2010). Tarot Psikologi : Menemukan Jati Diri, Konseling, dan
Hipnosis Terapan.. Jakarta : Gagas Media.
Fiske, John. (2011). Cultural and Communication Studies : Sebuah Pengantar
Paling Komprehensif. Terj. Yosal Iriantara dan Idi Subandy Ibrahim.
Yogyakarta : Jalasutra.
Friedman, Howard S. dan Miriam W. Schutack. (2008). Kepribadian : Teori
Klasik dan Riset Modern. Terj. Dina Mardiana. Jakarta : Erlangga.
Gerungan, W. A. (2004). Psikologi Sosial. Bandung : Refika Aditama.
Hall, Calvin S, Gardner Linsey, John B. Compbell. (1993). Teori-teori
Psikodinamik (Klinis) : Psikologi Kepribadian. Terj. Yustinus Semiun.
Yogyakarta : Kanisius.
Hall, Stuart, Dorothy Hobson, dkk. [ed]. (2011). Budaya Media Bahasa. Terj.
Saleh Rahmana. Yogyakarta : Jalasutra.
Heller, Sharon. (2005). Freud A to Z. Canada : John Wiley & Sons, Inc.
Irwanto. (2002). Psikologi Umum. Jakarta : PT. Prenhallindo.
Kothari, C. R. (2004). Methodology : Methods and Techniques (Second Revised
Edition). New Delhi : New Age International Publishers.
Liliweri, Alo. (1997). Komunikasi Antar Pribadi. Bandung : PT. Citra Aditya
Bakti.
Littlejohn, Stephen W. and Karen A. Foss. 2009. Encyclopedia of Communication
Theory. California: SAGE Publication, Inc.
Maslow, Abraham H. (1994). Motivasi dan Kepribadian 2. Terj. Nurul Imam.
Jakarta : PT. Pustaka Binaman Pressindo.
McQuail, Denis. (1987). Teori Komunikasi Massa. Terj. Agus Dharma dan
Aminuddin Ram. Jakarta : Erlangga.
Morissan dan Andy Corry Wardhani. (2009). Teori Komunikasi : Komunikator,
Pesan, Percakapan, dan Hubungan. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Morreall, John. (2009). Comic Relief : A Comprehensive Philosophy of Humour.
UK : John Wiley & Sons, Ltd.
Nurudin. (2007). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : Rajawali Pers.
Piliang, Yasraf Amir. (1998). Sebuah Dunia yang Dilipat : Realitas Kebudayaan
Menjelag Milenium Ketiga dan Matinya Posmodernisme. Bandung : Mizan
Pustaka.
Rakhmat, Jalaluddin. (2011). Psikologi Komunikasi. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
Rybacki, Karyn C. and Rynacki Donald C. (1990). Communication Critism :
Approaches and Genre. United State : Wadsworth Pub Company.
Sobur, Alex. (2006). Semiotika Komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Shoemaker, Pamela J. And Stephen D. Reese. (1991). Mediating the Message :
Theories of Influences on Mass Media Content. New York : Longman.
Sujanto, Agus, Halem Lubis, Taufik Hadi. (1984). Psikologi Kepribadian. Jakarta
: Aksara Baru.
Suryabrata, Sumaji. (2003). Psikologi Kepribadian. Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada.
Thwaites, Tony, Lyod Davis, Warwick Mules. (2009). Introducing Cultural and
Media Studies : Sebuah Pendekatan Semiotik. Terj. Ikramullah Mahyiddin.
Yogyakarta : Jalasutra.
Waluyo, Herman J. (2002). Apresiasi Puisi. Jakarta : Gramedia.
Wade, Carole dan Carol Tavris. (2008). Psikologi. Terj. Benedictine Widyasinta
dan Darma Juwono. Jakarta : Erlangga.
West, Richard dan Lynn H. Turner. (2008). Pengantar Teori Komunikasi :
Analisis dan Aplikasi. Terj. Maria Natalia Damayanti Maer. Jakarta : PT.
Salemba Humanika.
Yusuf, Syamsu dan A. Juntika Nurihsan. (2007). Teori Kepribadian. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya.
Zoest, Aart Van. (1993). Semiotika : Tentang Tanda, Cara Kerjanya, dan Apa
yang Kita Lakukan Dengannya. Terj. Ani Soekowati. Jakarta : Yayasan
Sumber Agung.
Jurnal :
Powell, Esta. 2007. Catharsis in Psychology and Beyond : A Historic Overview.
Washington DC : Author.
Tesis :
Wulandari, Diah. (2010). Analisis Framing : Konstruksi Pemberitaan Politik Ber-
Isu Gender. Tesis. Universitas Diponegoro.
Artikel :
Noguchi, Yuki. (2005). Cyber-Catharsis : Bloggers Use Web Sites as Therapy.
http://www.washingtonpost.com/wpdyn/
content/article/2005/10/11/AR2005101101781.html. Diakses pada 20
Juli 2013.
Internet :
Anonim. (2013). Kata-kata Mutiara Cinta Terbaik Kahlil Gibran.
http://statuzgue.blogspot.com/2013/03/kata-kata-mutiara-cinta-kahlilgibran.
html. Diakses 14 Oktober 2013.
Anonim. (2013). Pengertian RSS Feed dan Kegunaan.
http://prowebpro.com/articles/ pengertian rss feed dan kegunaan html.
Diakses pada 2 November 2012.
Darwati, Yuli. (2013). Dinamika Kepribadian Menurut Sigmund Freud.
http://www.slideshare.net/elmakrufi/dinamika-kepribadian-sigmund-freud.
Diakses pada 10 November 2013.
Dika, Raditya. Ini Dia Cara Standup Comedian Menemukan Bahan Komedi.
http://radityadika.com/ini-dia-cara-standup-comedian-menemukan-bahankomedi,
Diakses pada 24 Oktober.
Fajar. (2012). Biografi Raditya Dika - Penulis Muda Indonesia. http://kolombiografi.
blogspot.com/2012/02/biografi-raditya-dika.html. Diakses pada 18
November 2013.
Hary, Eka. (2011). Pengertian Blog dan Mengenal Sejarah Blog.
http://www.ekahary.com/pengertian-blog-dan-mengenal-sejarah-blog.
Diakses pada 25 September 2013.
Isharyanto. (2013). Perempuan Dilarang Melucu : Beberapa Makna Humor.
http://hiburan.kompasiana.com/humor/2013/05/10/perempuan-dilarangmelucu-
beberapa-makna-humor-558883.html. Diakses pada 28 Juli 2013.
Ismono, Henry. (2009). Raditya Dika : Semua Berawal dari Kesuksesan "Ngeblog".
http://entertainment.kompas.com/read/2009/01/07/10305623/Raditya.Dika.
Semua.Berawal.dari.Kesuksesan.Ngeblog. Diakses pada18 November 2013.
Janiar, Nia. (2010). Menulislah dan Jangan Bunuh Diri.
http://ruangpsikologi.com/menulislah-dan-jangan-bunuh-diri. Diakses pada
13 September 2013.
Kresna, Arya. (2010). Menatap Kelucuan : Menelaah Opera Van Java.
http://aryaningaryakresna.blogspot.com/2010/04/menatap-kelucuanmenelaah-
opera-van.html. Diakses pada 18 November 2013.
Purwanti, Tenni. (2011). Hari Blogger Nasional, Sejarah dan Perkembangannya.
http://tekno.kompas.com/read/2011/10/27/18033547/Hari.Blogger.Nasional.
Sejarah.dan.Perkembangannya. Diakses pada 18 November 2013.
Rivera, Ryan. “Tanpa tahun”. How Anxiety Can Impair Communication.
http://www.calmclinic.com/anxiety/impairs-communication. Diakses pada 2
Mei 2013.
Tasmil. (2010). Blog Sebagai Media Kampanye Politik.
http://tasmil.blogspot.com/2010/03/my-history.html. Diakses pada 27
September 2013.
Website :
www.alexa.com
www.benablog.com
www.blog.bukukita.com
www.poconggg.com
www.radityadika.com

Article Metrics: