skip to main content

PENGELOLAAN STIGMA TRANSGENDER DALAM PROSES PEMILIHAN PASANGAN

*Tantri Puji Widyasari  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi
Agus Naryoso  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi
Amida Yusriana  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi

Citation Format:
Abstract
Mayoritas masyarakat Indonesia kerap menyamakan transgender sebagai perilaku sosial menyimpang dan abnormal. Berkembangnya stigma kemudian membuat mereka membatasi interaksi dengan lingkungan sekitar. Stigma tersebut juga memunculkan hambatan bagi transgender dalam memilih pasangan. Oleh karena itu, individu transgender perlu mengelola stigma yang ada agar dapat memilih pasangan dalam hubungan asmara yang ingin dicapai. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pengelolaan stigma yang dilalui individu transgender dalam proses pemilihan pasangan. Beberapa teori yang digunakan mengacu pada Teori Stigma Management Communication, A Six-Stage Model of Relationships, Teori Gender in Interpersonal Communication, dan Teori Conflict Management Styles. Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan pendekatan fenomenologi dan mempergunakan paradigma interpretif serta teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan lebih berfokus pada strategi menghindari tanggung jawab dan mengurangi serangan stigma dengan cara menghentikan profesi PSK, mengembangkan keterampilan, aktif berorganisasi, serta menjaga perilaku baik kepada orang-orang sekitarnya. Meski sempat merasakan khawatir akan adanya kesulitan memiliki pasangan, namun seluruh informan waria pada penelitian ini telah memiliki pasangan lelaki nontransgender. Proses pemilihan pasangan oleh transgender ditinjau melalui tahapan pengembangan hubungan dari tahap contact, involvement, hingga intimacy. Selama pengembangan hubungan asmara tersebut, masing-masing informan melakukan evaluasi terkait hal-hal yang ia peroleh ketika bersama dengan calon pasangan. Hasil dari evaluasi menjadi dasar bagi informan dalam meneruskan hubungan dan memilih calon tersebut untuk dijadikan pasangan atau tidak. Secara keseluruhan, informan mengutamakan memilih pasangan yang mampu menerima identitasnya selaku waria. Namun kemudian, pada akhirnya mayoritas dari mereka tidak berkeinginan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
Fulltext View|Download
Keywords: Strategi Pengelolaan Stigma, Transgender, Proses Pemilihan Pasangan, Komunikasi Interpersonal

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.