Pemaknaan Pembaca Terhadap Kisah-kisah Rumah Tangga Bertema Perselingkuhan dalam Rubrik Oh Mama, Oh Papa di Majalah Kartini

Received: 2 Oct 2013; Published: 31 Oct 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pemaknaan Pembaca Terhadap Kisah-kisah Rumah Tangga
Bertema Perselingkuhan dalam Rubrik Oh Mama, Oh Papa di
Majalah Kartini
Skripsi
Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan
Pendidikan Strata 1
Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik
Universitas Diponegoro
Penyusun :
Ayu Permata Sari
D2C009109
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
Nama : Ayu Permata Sari
NIM : D2C009109
Judul : Pemaknaan Pembaca Terhadap Kisah-kisah Rumah Tangga
Bertema Perselingkuhan dalam Rubrik Oh Mama, Oh Papa di Majalah
Kartini
ABSTRAK
Kehadiran rubrik-rubrik confession di majalah-majalah sebagai tempat curahan
hati penulis menjadi pilihan bagi pembaca yang ingin berbagi kisah pribadinya.
Rubrik Oh Mama, Oh Papa di Majalah Kartini menjadi rubrik pengakuan yang
cukup dikenal sejak awal kemunculannya. Dengan menyajikan berbagai kisahkisah
rumah tangga termasuk yang bertema perselingkuhan, rubrik ini juga
menampilkan konstruksi wanita dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui bagaimana pemaknaan pembaca Majalah Kartini terhadap
kisah-kisah rumah tangga bertema perselingkuhan di rubrik Oh Mama, Oh Papa
dan konstruksi wanita di dalamnya. Teori yang digunakan Encoding/Decoding
Model Stuart Hall, Relevance Theory dan Konstruksionisme Sosial. Tipe
penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan menggunakan indepth interview kepada keempat informan yaitu pembaca
rubrik Oh Mama, Oh Papa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca rubrik Oh Mama, Oh Papa melihat
rubrik tersebut sebagai rubrik berbagi wanita yang bermasalah dengan rumah
tangga. Manfaat lain yang diperoleh dari rubrik ini sebagai sarana pembelajaran
dan hiburan. Kisah-kisah rumah tangga bertema perselingkuhan menarik dibaca
dan membuat pembaca penasaran dengan ending cerita. Konten lain seperti
tanggapan psikolog dan kotak simpati serta penampilan visual rubrik Oh Mama,
Oh Papa ini juga menarik. Tanggapan psikolog dirasa menolong dengan memberi
penyelesaian masalah serta dukungan dan saran bagi penulis. Kotak simpati
sebagai wujud rasa empati pembaca terhadap masalah penulis. Rubrik Oh Mama,
Oh Papa yang menarik serta memberikan manfaat tersebut tidak membuat
informan ingin berpartisipasi dalam menulis kotak simpati dan
merekomendasikan rubrik ini kepada teman atau kerabat yang memiliki masalah
rumah tangga. Kisah-kisah rumah tangga yang dramatis dan terkadang tragis
merupakan hasil karya editting redaksi yang bertujuan meraup keuntungan.
Konstruksi wanita di rubrik Oh Mama, Oh Papa sebagai wanita lemah, tertindas,
dan hidup dalam diskriminasi gender dan partiarkhi. Dibalik konstruksi, wanita
dinilai kuat dan tegar menghadapi masalah rumah tangga sendiri. Dalam kisah
perselingkuhan, wanita dan pria memiliki peluang sama menjadi pelaku. Posisi
pelaku tidak membuat wanita terlihat superior namun justru dinilai tidak
terhormat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembaca menerima rubrik Oh
Mama, Oh Papa sebagai rubrik curahan hati yang berguna bagi yang bermasalah
dengan rumah tangga.
Kata kunci : Penerimaan pembaca, rubrik, konstruksi, rumah tangga
Pendahuluan :
Keluarga dan rumah tangga merupakan hal yang tak dapat dipisahkan dari
kehidupan seorang individu. Perselingkuhan oleh pasangan ini dinilai sebagai
salahsatu penyebab ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Ketidakharmonisan
dalam rumah tangga terkadang membuat pasangan ingin mengakhiri
pernikahannya dengan bercerai. Perselingkuhan juga bisa memicu konflik
berkepanjangan yang perlu segera diatasi.
Wanita yang menghadapi segala macam konflik rumah tangga ini
membutuhkan tempat untuk berbagi cerita dan juga mendapatkan dukungan,
saran, serta solusi untuk menyelesaikan konflik rumah tangga tersebut. Rubrik Oh
Mama, Oh Papa di Majalah Kartini hadir sebagai tempat memenuhi kebutuhan
wanita tersebut. Selain menampung berbagai macam kisah-kisah tentang
permasalahan rumah tangga yang dialami oleh wanita, rubrik ini juga
menyediakan bantuan psikologis yang mendukung wanita.
Wanita yang pernah meluapkan kisah rumah tangganya dalam rubrik ini
dianggap lumrah oleh sebagian besar masyarakat, namun diluar dugaan ada pula
kaum pria yang juga menceritakan kisahnya. Sosok pria dalam masyarakat kita
dipandang lebih tangguh daripada wanita serta dapat menyelesaikan masalahnya
sendiri. Psikolog dihadirkan dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa sebagai problem
solver yang menanggapi, memberi saran, solusi untuk permasalahan yang
dihadapi. Disediakan juga kotak simpati di akhir sebagai tempat khusus untuk
para pembaca mencurahkan simpati bagi penulis yang sedang menghadapi
masalah.
Kisah-kisah yang ditulis dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa terutama yang
berkaitan dengan perselingkuhan seolah meyakinkan pembaca bahwa perempuan
memang perlu perlindungan dan dukungan. Kebebasan para wanita ini dalam
mencurahkan masalah mereka pada media massa mungkin merupakan salah satu
cara ampuh bagi mereka untuk menyelesaikan masalahnya. Hal-hal pribadi seperti
masalah rumah tangga bagi sebagian orang bukan suatu hal yang harus
disebarluaskan untuk dijadikan konsumsi khalayak umum. Namun di rubrik ini,
wanita rela menceritakan masalah mereka untuk dibaca banyak orang.
Pembaca diajak secara aktif menerima pesan dan memproduksi makna,
tidak hanya menjadi individu pasif yang menerima makna yang diproduksi dalam
rubrik Oh Mama, Oh Papa. Pemaknaan yang nantinya didapat oleh pembaca akan
diolah dengan segala pengalaman dan latar belakang yang pernah pembaca alami.
Majalah Kartini yang membidik kaum wanita sebagai pembacanya ternyata
menemukan sebagian kecil kaum pria pernah membaca dan ada pula yang tertarik
menuliskan kisahnya di rubrik Oh Mama, Oh Papa. Kesimpulan yang bisa ditarik
adalah pembaca majalah ini tak hanya wanita namun pria juga memiliki peluang
menjadi pembacanya rubrik tersebut.
Bagi wanita, rubrik ini bisa dirasa sangat bermanfaat sebagai tempat
berbagi cerita dan mendapatkan solusi atas masalah rumah tangga yang dihadapi.
Namun lain halnya dengan pria, bisa saja setuju atau menentang adanya rubrik Oh
Mama, Oh Papa ini. Terbukti dengan adanya pria yang pernah menceritakan
masalah rumah tangga di rubrik Oh Mama, Oh Papa.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba mengidentifikasi bagaimana
pembaca secara aktif dapat memaknai isi pesan dari kisah-kisah rumah tangga
berkaitan dengan perselingkuhan yang disajikan dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa
pada majalah Kartini.
Tujuan Penelitian :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana khalayak
menginterpretasikan kisah-kisah rumah tangga berkaitan dengan tema
perselingkuhan dalam teks media di rubrik Oh Mama, Oh Papa di Majalah
Kartini. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat bagaimana konstruksi sosok
wanita di dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa.
Kerangka Pemikiran :
Stuart Hall’s Decoding Encoding Model
Model ini fokus pada ide bahwa audiens memiliki respon yang bermacammacam
pada sebuah pesan media karena pengaruh posisi sosial, gender,
usia, etnis, pekerjaan, pengalaman, keyakinan, dan kemampuan mereka
dalam menerima pesan. Teks media dilihat sebagai sebuah jalan
menghadirkan “preferred reading” kepada audiens tetapi mereka tidak
perlu menerima preferred reading tersebut. Preferred reading mengacu
pada cara untuk menyandikan kembali (decode) pesan yang menawarkan
audiens untuk menginterpretasikan pesan media pada segala kemungkinan
yang dapat diperdebatkan.
Teori Relevansi (Relevance Theory)
Dan Sperber dan Deirdre Wilson dalam teori relevansi berusaha untuk
menjelaskan bagaimana pendengar (listeners) memahami maksud atau
tujuan pembicara (speakers). Dua pendekatan yang digunakan untuk
menjelaskan masalah ini yaitu model coding dan model inferential. Model
coding sering kali dikaitkan dengan semiotika, atau berarti kata-kata dan
simbol bersama-sama membentuk suatu makna. Model inference
mengusulkan bahwa makna tidak secara sederhana disampaikan tapi harus
disimpulkan oleh komunikator lewat bukti dalam pesan. Komunikasi
manusia modern tidak bisa dijelaskan hanya dengan perspektif coding,
membuat pendekatan inferential sangat penting. (Sperber dan Wilson
dalam Littlejohn, 1999: 130)
Khalayak Aktif Versus Khalayak Pasif
Media mengenal dua kategori khalayak yaitu khalayak aktif dan pasif.
Khalayak pasif dilihat sebagai orang-orang yang mudah dipengaruhi oleh
media. Sedangkan khalayak aktif dipandang sebagai kalangan orang-orang
yang membuat keputusan aktif tentang bagaimana menggunakan media.
Ide-ide mengenai konsep khalayak seringkali diasosiasikan dengan
beraneka ragam teori efek media sebagai kekuatan yang ‘powerful’ atau
berkuasa terhadap khalayak pasif, sedangkan efek yang minim akan
didapatkan media pada khalayak aktif.
Media : Konstruksionisme Sosial
Paham konstruksionisme sosial (social constructionism) menurut hasil
penelitian Peter Berger dan Thomas lebih dipahami dan dikenal dengan
istilah the social construction of reality. Sudut pandang ini telah
melakukan penyelidikan tentang bagaimana pengetahuan manusia
dibentuk melalui interaksi sosial. Identitas benda dihasilkan dari
bagaimana kita berbicara tentang objek, bahasa yang digunakan untuk
menangkap konsep kita, dan cara-cara kelompok sosial menyesuaikan diri
pada pengalaman umum mereka. Oleh karena itu, alam dirasa kurang
penting dibanding bahasa yang digunakan untuk memberi nama,
membahas, dan mendekati dunia. (Littlejohn, 2009:67)
Rubrik dalam Majalah
Majalah seperti sebuah club, yang mana fungsi utamanya adalah
memberikan wadah bagi pembaca untuk mendapatkan informasi dengan
memberikan rasa nyaman dan menjadikannya kebanggaan bagi
identitasnya. (Winship dalam Jenny McKay, 2000:3). Ide yang dituangkan
di dalam sebuah majalah memberikan wadah bagi pembaca agar dapat
menciptakan rasa saling memiliki dengan kelompok yang lebih luas
meskipun tujuan majalah utamanya adalah meningkatkan pendapatan
dengan menarik perhatian pembaca dengan segala konten yang ada di
dalamnya sehingga dapat mempertahankan konsumen yang tak lain adalah
pembacanya.
Kesimpulan Penelitian :
1. Rubrik Oh Mama, Oh Papa diterima sebagai rubrik yang memberikan wanita
tempat bercerita tentang kisah-kisah rumah tangganya. Rubrik ini mampu
memberikan manfaat pembelajaran dan hiburan bagi pembaca.
2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada keempat informan, kisah-kisah
rumah tangga yang ditampilkan dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa
menunjukkan preferred reading yang ditawarkan dalam rubrik Oh Mama, Oh
Papa dapat dimaknai sebagai makna dominan dalam teks tersebut meliputi
kisah-kisah rumah tangga yang disajikan, tema perselingkuhan, tanggapan
psikolog, serta penampilan visual di rubrik Oh Mama, Oh Papa. Makna
negosiasi terjadi di dalam konstruksi wanita yang dihadirkan dalam rubrik Oh
Mama, Oh Papa. Keempat informan menegosiasikan tentang bagaimana
gambaran wanita yang sengaja ditampilkan sebagai sosok yang lemah,
tertindas, selalu menerima ketidakadilan. Pemaknaan alternatif yang mereka
bentuk adalah menolak konstruksi sosok wanita dalam rubrik Oh Mama, Oh
Papa akan tetapi menganggap dengan adanya konstruksi tersebut,
ditampilkan kekuatan, ketegaran dan kesabaran wanita dalam menghadapi
masalah rumah tangga sendirian. Sedangkan posisi oposisi terdapat pada
ketidaktertarikan mereka untuk merekomendasikan teman atau kerabat
mereka yang mengalami masalah rumah tangga bercerita ke rubrik Oh Mama,
Oh Papa. Selain itu, kotak simpati untuk menunjukkan empati kepada penulis
kisah dirasa tidak perlu ditampilkan.
3. Konstruksi sosok wanita dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa kurang berpihak
pada wanita. Wanita digambarkan lemah, tertindas, terpaksa menerima
ketidakadilan dalam diskriminasi gender dan budaya partiarkhi. Dalam kisahkisah
bertema perselingkuhan, para informan memaknai berbeda tentang
posisi pria dan wanita dalam perselingkuhan. Menurut para informan,
perselingkuhan yang dilakukan wanita biasanya dilatarbelakangi alasan
emosional sedangkan pada pria dilatarbelakangi faktor kejenuhan dan
biologis. Citra wanita yang berselingkuh akan lebih buruk di mata masyarakat
daripada pria yang berselingkuh. Pria yang berselingkuh akan dipandang
biasa saja, namun pada wanita akan diberikan label rendahan, tidak terhormat,
dan tidak bisa menjaga diri dan kelurga. Wanita menilai perselingkuhan
merugikan pihak wanita karena selain melukai hati wanita dan keluarganya,
perhatian pria akan tercurah pada wanita lain. Pria menilai perselingkuhan
bisa jadi wajar dilakukan apabila dalam rumah tangga tidak ditemui
keharmonisan dan kenyamanan.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
A. Bell, M. Joyce and D. Rivers. 1999. Advanced Media Studies. Hodder &
Stoughton
Allen, Pamela. 2004. Membaca, dan Membaca Lagi; [Re]interpretasi Fiksi
Indonesia 1980-1995 (terj. Bakdi Soemanto). Magelang: Indonesiatera.
Downing, John, Ali, Mohammadi, dan Sreberny, Annabelle. 1990. Questioning
The Media : A Critical Introduction. London : Sage Publication, Ltd.
Assegaf, Djafar. 1983. Jurnalistik Masa Kini. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Baran, Stanley. 2003. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba Humanika
Baran, Stanley. 2012. Introduction to Mass Communication : Media Literacy and
Culture (updated edition). McGraw-Hill Education
Berger, Peter L. & Thomas Luckmann. 1990. Langit Suci: Agama sebagai
Realitas Sosial (diterjemahkan dari buku asli Sacred Canopy oleh
Hartono). Jakarta: Pustaka LP3ES.
Burton, Graeme. 2002. More Than Meets The Eye: An intoduction to Media
Studies. London: Arnold Publisher
Byerly, Carolyn M dan Ross, Karen. 2006. Women and Media. United Kingdom :
Blackwell Publishing
Chambers, Deborah, Steiner and Carole Fleming. (2004). Women And Journalism.
London And New York.
Djunaedi, Fajar. 2007. Komunikasi Massa Pengantar Teoritis. Yogyakarta:
Santusta
Jane, Ritchie dan Luwis, Jane. 2003. Qualitative Research Practice. New Delhi :
SAGE Publications
Jensen, Klaus Bruhn & Nicholas W. Jankowski. 1991. A Handbook of Qualitative
Methodologies For Mass Communication Research. London : Routledge.
Jensen, Klaus Bruhn & Nicholas W. Jankowski. 2002. A Handbook of Media and
Communication. Taylor&Francis
Kasali, Rhenald. (1992). Manajemen Periklanan Konsep dan aplikasinya Di
Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Littlejohn, Stephen W dan Foss, Karen A. 2009. Teori Komunikasi: Theories of
Human Communication. Jakarta : Salemba Humanika
McKay, Jenny. 2000. The Magazines Handbook. New York.
McKay, Jenny. 2003. The Handbook of Magazines. London : Routledge
McQuail, Dennis. 2003. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga
McQuail, Dennis. 2011. McQuail’s Mass Communication Theory. London : Sage
Publication, Ltd
Moleong, Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya.
Mosco, Vincent. 2009. The Political Economy of Communication (2nd edition).
London : SAGE Publications, Ltd
Neuman, W. Lawrence. 2007. Social Research Methods: Qualitative and
Quantitative Approaches – 6th Edition. Boston: Pearson Education
Rayner, Philip, Wall, Peter dan Kruger, Stephen. 2004. Media Studies the
Essential Resources. London dan New York: Routledge
Shoemaker, Pamela dan Resse, Stephen D. 1991. Mediating The Message :
Theories of Influence on Mass Media Content- 2nd Edition. New York:
Longmann Publisher
Tong, Rosemarie Putnam. 2004. Feminist Thought. Yogyakarta: Jalasutra
Vivian, John. 2008. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Kencana
Jurnal :
Dwi Utami, Heni. 2004. KEKERASAN TERHADAP PREMPUAN DI MEDIA
MASSA (Analisis Wacana Rubrik “Oh Mama, Oh Papa” di Majalah
Kartini). Universitas Muhammadiyah Malang
Idi Subandi Ibrahim dan Hanif Suranto (Ed). 1998. Wanita dan Media, Konstruksi
Ideologi Gender dalam Ruang Publik Orde Baru. Bandung: Remaja Rosda
Karya
Wiratmo, Liliek Budiastuti dan Mohammad Ghiffari. 2008. Representasi
Perempuan dalam Majalah Wanita, Jurnal Studi Gender dan Anak, PSG
STAIN Purwokerto, Vol. 3, No.1.
Internet :
Tanesia, Ade. 2011. Representasi Perempuan dalam Media. Pusat Sumber Daya
Media Komunitas (http://www.antaranews.com/berita/1269598504/sumurkasur-
dapur-citra-perempuandimedia-Massa).
Kamus Bahasa Indonesia Online dalam http://kamusbahasaindonesia.org/rubrik
diakses pada tanggal 9 September 2013 pukul 17.30 WIB
Majalah Kartini, Bacaan Kaum Wanita. Dalam
http://www.anneahira.com/majalah-kartini.htm Diunduh pada tanggal 25
Maret 2013 pukul 05.21 WIB
Rubrik Oh Mama, Oh Papa diangkat ke Layar Televisi. Dalam
http://arsip.gatra.com/2005-06-29/versi_cetak.php?id=85404 Diakses pada
tanggal 25 Maret 2013 : 05.40 WIB

Article Metrics: