Dukungan Keluarga dalam Upaya Membangun Kepercayaan Diri Mantan Teroris

*Nafisa Nurul Adina  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Sri Budi Lestari  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 14 Sep 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 256 267
Abstract
Kasus terorisme menjadi kasus yang cukup mencolok sepanjang 2017-2018. Aksi teror terjadi di berbagai daerah di Indonesia dan menelan sejumlah korban jiwa. Selain dampak fisik, aksi terror juga menimbulkan ketakutan dan trauma berkepanjangan bagi masyarakat. Setelah para teroris berhasil ditangkap dan diproses secara hukum, pihak keluarga selalu terbuka bagi mereka, namun sulit bagi masyarakat untuk menerima mereka kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji pengalaman komunikasi keluarga yang mendukung mantan teroris dalam upaya membangun kepercayaan dirinya. Penelitian ini menggunakan Social Support Theory, Uncertainty Reduction Theory, dan Self-Disclosure Theory yang menjadi teori dasar proses komunikasi dan dukungan keluarga. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam kepada 2 informan, yang masing-masing merupakan mantan narapidana terorisme dan tengah menjalani proses deradikalisasi. Temuan penelitian menunjukkan dukungan keluarga berupa komunikasi dengan pasangan dan anak, dorongan materi berupa tempat tinggal dan akomodasi, serta seringnya keluarga melakukan kunjungan mampu memberikan dampak positif bagi mantan teroris yang tengah membangun kepercayaan diri untuk hidup bermasyarakat. Menerima kondisi mantan teroris, membantu menunjukkan sikap yang baik di masyarakat, serta menjaga kedekatan melalui berbagai interaksi merupakan bentuk dukungan lainnya yang diberikan oleh keluarga. Komunikasi yang baik juga terus dijaga sejak informan masih mendekam di dalam lapas. Selain rutin berkunjung dan memberi bantuan materi, pihak keluarga juga kerap menceritakan hal-hal yang tidak diketahui informan selama mendekam di penjara. Pihak keluarga juga bersedia membantu proses bebas bersyarat dengan menjadi penjamin berkelakuan baik serta kerap mengantar informan untuk memberi laporan rutin kepada pihak Bapas. Dukungan yang diberikan terus-menerus menjadi hal yang esensial dalam proses individu membangun kepercayaan dirinya. Mantan teroris cenderung lebih percaya diri untuk menunjukkan perubahannya serta itikad melawan kasus terorisme di Indonesia.
Keywords: dukungan keluarga, kepercayaan diri, terorisme.

Article Metrics: