KOMUNIKASI ANTARA PETUGAS PEMBINA DAN WARGA BINAAN DALAM PROSES PEMBINAAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS IIA SEMARANG

*Anzilna Mubaroka  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Wiwid Noor Rakhmad  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 7 Jun 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 159 144
Abstract
Lembaga Pemasyarakatan merupakan institusi yang dihuni oleh pelaku tindak pidana. Petugas Pembina menjadi keluarga pengganti dan melakukan proses pembinaan pada Warga Binaan, salah satunya dengan berkomunikasi. Pada kenyataannya, tetap terdapat batas dan jarak yang tercipta dalam komunikasi antara Petugas Pembina dan Warga Binaan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode penelitian studi kasus untuk melihat bagaimana realita yang sebenarnya terjadi di dalam LAPAS. Untuk menjelaskan realita tersebut, teori komunikasi antarpribadi yaitu Interactional View digunakan. Teori ini menjelaskan mengenai komunikasi dalam keluarga dan interaksi antar anggota keluarga. Hasil penelitian memperlihatkan, walaupun pada situasi dan kondisi terbatas, komunikasi tetap dilakukan oleh Warga Binaan di dalam LAPAS. Terdapat banyak topik yang dibicarakan tetapi kebanyakan hanya seputar proses pembinaan dan pekerjaan. Komunikasi di dalam LAPAS menggunakan bahasa Indonesia yang baku selama proses pembinaan, kedekatan antara Petugas dan Warga Binaan tidak memengaruhi hal tersebut. Kedalaman hubungan yang tercipta antara Warga Binaan dan Petugas Pembina tidak banyak yang sampai kearah privasi. Warga Binaan dapat membicarakan tentang hal privasi mereka, namun Petugas Pembina tidak begitu membuka mengenai dirinya. Dan walaupun konteks nya merupakan komunikasi antarpribadi dan dalam tatanan keluarga, masih terdapat jenjang, kekuasaan lebih yang dimiliki oleh Petugas Pembina kepada Warga Binaan.
Keywords: Komunikasi, Warga Binaan, Petugas Pembina, Lembaga Pemasyarakatan

Article Metrics: