KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI PADA PASANGAN ROMANTIS PASCA PERSELINGKUHAN

*Arum Putri Anjaly  -  Jurusan Ilmu Komunikasi Univeritas Diponegoro
Agus Naryoso, S.Sos, M.Si  -  Jurusan Ilmu Komunikasi Univeritas Diponegoro
Published: 1 Apr 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 540 536
Abstract
Pada usia dewasa, manusia memiliki kebutuhan intimacy yang dipenuhi melalui hubungan romantis. Hubungan romantis akan berjalan dengan baik apabila terdapat kemauan pasangan untuk mengikatkan diri dalam sebuah komitmen. Komitmen pasangan terhadap hubungannya mungkin saja berubah seiring berjalannya waktu. Kondisi inilah yang kemudian dapat mengancam kelangsungan suatu hubungan karena kehadiran orang ketiga. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada subjek penelitian. Penelitian ini melibatkan pasangan romantis, dimana salah satu pihak mengaku terlibat perselingkuhan namun pasangan tersebut tetap mempertahankan hubungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang akan dilakukan pasangan romantis pasca terjadinya perselingkuhan dan untuk mengetahui bagaimana Komunikasi Antar Pribadi pada pasangan romantis pasca terjadinya perselingkuhan. Pendekatan teori pada penelitian ini adalah Teori Segitiga Cinta, Teori Kebohongan, Teori Maintenance Relationship, Communication Cimate Theory, Share Multiple Feeling Theory, dan Attachment Theory. Hasil penelitian dari kedua pasangan romantis menunjukkan bahwa setelah adanya perselingkuhan, pasangan akan mempertahankan atau mengakhiri hubungan dengan berlandaskan tiga pertimbangan: derajat kepuasan individu pada hubungannya sebelum adanya perselingkuhan, investasi dalam hubungan atau alasan yang dapat digunakan untuk mempertahankan hubungan, dan mutu dari pasangan selingkuh. Investasi dalam hubungan bisa berupa usia hubungan romantis yang sudah terjalin lama. Keputusan untuk tetap mempertahankan hubungan juga diiringi dengan pembuatan komitmen bersama, dimana pihak yang berselingkuh mengucapkan janji untuk tidak mengulangi perselingkuhannya kembali. Hubungan pasca terjadinya perselingkuhan pasti akan berbeda. Untuk mengembangkan dan memelihara hubungan, pasangan romantis harus melakukan Komunikasi Antar Pribadi yang dilandasi sikap saling percaya (trust), sikap suportif dan terbuka. Walaupun terkadang pasangan merasa takut kembali diduakan dan juga berprasangka pada pasangannya, ia tetap berusaha untuk memberikan kepercayaan dan kesempatan pada pasangan untuk memperbaiki diri. Masing-masing pihak tidak menunjukkan perilaku defensive dan menunjukkan perilaku menerima, jujur dan berempati. Sikap suportif ditunjukkan dengan tidak mengungkit kembali kejadian perselingkuhan tersebut.
Keywords: Komunikasi Antar Pribadi; Romantical Relationship; Perselingkuhan

Article Metrics: