Representasi Freedom dalam ‘The Great Gatsby’ (Analisis Semiotika Pada Tokoh Daisy Buchanan)

Published: 4 Jan 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 79 89
Abstract

The Great Gatsby merupakan sebuah film yang menggambarkan realita kehidupan masyarakat Amerika di tahun 1920an yang penuh hingar bingar. Film ini menarik untuk dikaji karena terdapat penggambaran lain di balik kebebasan perempuan yang ditampilkan. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi kebebasan perempuan tersebut melalui tanda-tanda yang terdapat dalam film serta mengetahui ideologi yang terkandung dalam film.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika untuk menganalisis obyek yang diteliti. Teknik analisis data menggunakan konsep pembacaan tanda-tanda dan kode-kode dari John Fiske, yaitu “The Codes of Television”. Analisis film diuraikan secara sintagmatik pada level realitas dan level representasi. Sedangkan analisis level ideologi diuraikan secara paradigmatik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan perempuan yang ditampilkan merupakan bentuk dari kesewenang-wenangan, sesuai dengan pengertian bentuk-bentuk kebebasan menurut K. Bertens. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kebebasan perempuan yang ditampilkan dalam film, cenderung masih dangkal. Secara fisik perempuan tampak memiliki kebebasan, namun lebih dalam perempuan masih berada di bawah dominasi laki-laki. Adanya upaya konstruksi sistem patriarki, menyebabkan kaum perempuan menjadi subyek representasi yang mengandung stereotip dalam film, serta menjadi obyek dan kelas kedua yang terpinggirkan bagi kaum laki-laki. Secara keseluruhan, kebebasan perempuan yang ditampilkan dalam film ini sengaja dibuat sebagai objek hiburan industri perfilman saja. Kebebasan perempuan yang ditampilkan dalam film, merupakan sebuah upaya ideologi patriarki untuk menjaga dominasinya, yakni dengan menampilkan berbagai konflik serta masalah yang dihadapi dan ditimbulkan oleh perempuan ketika mereka telah mendapatkan kebebasan sebagai individu.

Keywords: Film, Representasi, Semiotika, Kebebasan, Feminisme

Article Metrics: