Memahami Komunikasi Antarpribadi Guru Dan Santriwati Terhadap Santriwati Yang Melakukan Pelanggaran Peraturan Di Pondok Pesantren Al-Multazam – Kuningan – Jawa Barat

Fitri Kaniyah, Sri Budi Lestari, Agus Naryoso, Dwi Purbaningrum

Abstract


Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah terkait dengan banyak ditemukannya masalah mengenai komunikasi yang meyimpangan dan kurang efektif, contohnya adalah komunikasi antara guru dan siswa, masih banyak guru yang menggunakan cara salah dalam mendidik dan mendisiplinkan siswa, tak terkecuali dengan guru di pondok pesantren Al-Multazam. Seperti pondok pesantren pada umumnya, pesantren Al-Multazam juga menerapkan peraturan yang ketat bagi santriwati dimana mengatur kehidupan sehari-hari santriwati di asrama. Cara pendisiplinan dari guru yang tidak bisa diterima oleh santriwati menjadi salah satu alasan santriwati melanggar peraturan di pesantren.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi antarpribadi yang dilakukan keduanya untuk dapat membangun kedekatan, mendeskripsikan latar belangkang pelanggaran yang dilakukan santriwati dan mendeskripsikan komunikasi yang dilakukan guru bagi santriwati yang melakukan pelanggaran peraturan di pesantren Al-Multazam. Penelitian ini merujuk pada paradigma interpretif dan metode fenomenologi. Subyek penelitian ini ialah dua informan dari santriwati dan dua informan dari guru yang tinggal di asrama Al-Multazam. Dalam penelitian ini menggunakan konsep efektivitas komunikasi antarpribadi, keakraban dan responses relationship dissatisfaction (Rusbult dan Zembrodt Model).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa membangun kedekatan antar santriwati dan guru menjadi salah satu cara satu agar dapat bertahan untuk tinggal di pesantren. Sedangkan bagi guru, membangun kedekatan dengan santriwati bertujuan agar dapat merubah sikap santriwati. Cara komunikasi yang diberikan guru untuk mendisiplinkan tidak bisa diterima oleh santriwati, hal ini berpengaruh terhadap alasan melakukan pelanggaran peraturan. Tujuan guru untuk mendisiplinkan santriwati telah dilakukan, yaitu dengan cara mendekati, memberi nasehat dan memberikan kepercayaan kepada santriwati. Pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh santriwati menunjukkan respon ketidakpuasan dalam hubungan dengan guru, terdapat dua respon ketidakpuasa dalam hubungan, yaitu respon guru yang aktif-konstruktif untuk tetap memperbaiki dan mempertahankan hubungan (berusaha kembali membangun komunikasi) dan respon pasif-kontruktif, membiarkan hubungan rusak dan memilih mengakhiri hubungan.


Keywords


komunikasi antarpribadi, guru dan santriwati, membangun kedekatan, mendisiplinkan, respon ketidakpuasan dalam hubungan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung