Manajemen Konflik dan Negosiasi Wajah dalam Budaya Kolektivistik (Konflik Pembangunan Bandara di Kulon Progo)

Published: 28 Dec 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 910 860
Abstract

Pembangunan diartikan sebagai usaha untuk memajukan kehidupan masyarakat dan warganya. Seringkali, pembangunan yang ada di daerah menyebabkan konflik dengan masyarakat daerah tersebut, contohnya yaitu konflik pembangunan bandara internasional Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab konflik, kendala untuk mengurangi konflik dan manajeman konflik.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan paradigma intrepretif. Cara pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview). Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Face Negotiation Theory dan Standpoint Theory.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemicu konflik yaitu program pembangunan bandara, perbedaan pandangan antara dua kubu, adanya provokator dan anggapan bahwa pembangunan menyengsarakan kehidupan. Kendala dalam mengurangi konflik yaitu perbedaan pandangan antarkubu, adanya provokator dan anggapan pembangunan menyengsarakan kehidupan.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa masyarakat pro pembangunan yang memiliki kekuasaan melakukan intimidasi kepada masyarakat kontra yang tidak memiliki kekuasaan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi konflik melalui penghindaran (avoiding) dan pengungkapan emosi (emotional expression). Perlu dilengkapi dengan bantuan pihak ketiga (third party help) untuk mengurangi konflik di masyarakat.

Keywords: konflik, pembangunan, bandara, masyarakat, kekuasaan, dialog,

Article Metrics: