RUSUNAMI DI JAKARTA TIMUR

*khairul fajri - 
hendro trilistyo - 
eddy hermanto - 
Published: 29 Jun 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 18 53
Abstract
Setiap tahun angka penduduk semakin bertambah dan menambah kepadatan pendudukyang sudah tinggal di Jakarta. Pertambahan penduduk  tiap tahun tentunya diikuti pertumbuhankebutuhan perumahan yang terus meningkat. Perumahan dan Permukiman merupakan kebutuhandasar setiap manusia. Dengan semakin bertambahnya penduduk, sedangkan lahan yang tersediasangat terbatas, maka pembangunan perumahan horizontal semakin terbatas  dan cenderungtersingkir ke pinggir kota – kota besar yang menjadi magnet perpindahan penduduk untuk mencarinafkah.Berkaitan dengan jumlah penduduk  yang kian membludak, DKI Jakarta memproyeksikankebutuhan perumahan sebesar  70.000 unit per tahun, dengan proporsi 42.000 untuk  perumahanhorizontal atau landed house dan 28.000 untuk perumahan vertikal / rumah susun. Pembangunanperumahan horizontal baik  bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun tinggi banyakmembangun di daerah penyangga sekitar  DKI. Pembangunan rumah dibuat bertingkat atau yangkita kenal dengan rumah susun. Pembangunan rumah susun merupakan salah satu alternatifpemecahan masalah perumahan dan permukiman terutama di daerah perkotaan yang penduduknyaterus meningkat.Jakarta Timur, salah satu kota administrasi di Ibukota dengan jumlah penduduk terbanyakpada tahun 2011. Jumlah penduduk lebih dari 2.000.000 jiwa ini tersebar di 10 kecamatan dan 65kelurahan. Jakarta timur memiliki daya tarik tersendiri bagi penduduk di sekitar jakarta yang inginbertempat tinggal. Hal ini disebabkan oleh akses  yang mudah menuju pusat kota dan tempathiburan di selatan dan utara Jakarta. Jalan Tol luar dan dalam kota keduanya melalui kotaAdminitrasi ini.Akan tetapi warga Jakarta yang berpenghasilan menengah dan tidak  mampu membeliproperty di dalam kota terpaksa tersingkir ke kota satelit di pinggiran Jakarta. Keadaan ini tentunyamenambah parah kondisi kemacetan yang sudah terjadi di wilayah kota administrasi ini. KeberadaanRumah susun sebagai salah satu solusi yang di bangun pemerintah daerah dan developer masihterasa kurang mengakomodasi, sebab keadaan rumah susun masyarakat berpenghasilan menengahyang jauh dari fasilitas  transportasi umum sehingga kendaraan pribadi kembali menjadi solusitercepat.Maka dari itu dibutuhkan Rumah Susun Milik  Setiap tahun angka penduduk semakin bertambah dan menambah kepadatan pendudukyang sudah tinggal di Jakarta. Pertambahan penduduk  tiap tahun tentunya diikuti pertumbuhankebutuhan perumahan yang terus meningkat. Perumahan dan Permukiman merupakan kebutuhandasar setiap manusia. Dengan semakin bertambahnya penduduk, sedangkan lahan yang tersediasangat terbatas, maka pembangunan perumahan horizontal semakin terbatas  dan cenderungtersingkir ke pinggir kota – kota besar yang menjadi magnet perpindahan penduduk untuk mencarinafkah.Berkaitan dengan jumlah penduduk  yang kian membludak, DKI Jakarta memproyeksikankebutuhan perumahan sebesar  70.000 unit per tahun, dengan proporsi 42.000 untuk  perumahanhorizontal atau landed house dan 28.000 untuk perumahan vertikal / rumah susun. Pembangunanperumahan horizontal baik  bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun tinggi banyakmembangun di daerah penyangga sekitar  DKI. Pembangunan rumah dibuat bertingkat atau yangkita kenal dengan rumah susun. Pembangunan rumah susun merupakan salah satu alternatifpemecahan masalah perumahan dan permukiman terutama di daerah perkotaan yang penduduknyaterus meningkat.Jakarta Timur, salah satu kota administrasi di Ibukota dengan jumlah penduduk terbanyakpada tahun 2011. Jumlah penduduk lebih dari 2.000.000 jiwa ini tersebar di 10 kecamatan dan 65kelurahan. Jakarta timur memiliki daya tarik tersendiri bagi penduduk di sekitar jakarta yang inginbertempat tinggal. Hal ini disebabkan oleh akses  yang mudah menuju pusat kota dan tempathiburan di selatan dan utara Jakarta. Jalan Tol luar dan dalam kota keduanya melalui kotaAdminitrasi ini.Akan tetapi warga Jakarta yang berpenghasilan menengah dan tidak  mampu membeliproperty di dalam kota terpaksa tersingkir ke kota satelit di pinggiran Jakarta. Keadaan ini tentunyamenambah parah kondisi kemacetan yang sudah terjadi di wilayah kota administrasi ini. KeberadaanRumah susun sebagai salah satu solusi yang di bangun pemerintah daerah dan developer masihterasa kurang mengakomodasi, sebab keadaan rumah susun masyarakat berpenghasilan menengahyang jauh dari fasilitas  transportasi umum sehingga kendaraan pribadi kembali menjadi solusitercepat.Maka dari itu dibutuhkan Rumah Susun Milik
Keywords
Rumah, Rumah Susun, Jakarta Timur, green architecture

Article Metrics: