AKADEMI DESAIN GRAFIS DAN ANIMASI DI SEMARANG

*Heny Noorhayati -  jaft undip
Received: 27 Jun 2014; Published: 1 Jul 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 67 221
Abstract

Perkembangan teknologi komputer dibidang desain grafis dan animasi pada saat ini berjalan
sangat cepat dalam berbagai bidang. Animasi begitu dikenal dalam bidang perfilman bahkan,
sekarang animasi tidak hanya digunakan dalam dunia hiburan seperti pembuatan film dan
permainan, tetapi juga dalam pembuatan desain web dan dunia pendidikan. Banyak animator yang
kemampuannya tidak bisa dipandang remeh. Kondisi ini juga didukung dengan mulai banyaknya
sekolah atau perguruan tinggi yang membuka jurusan animasi. Dunia informasi digital khususnya
desain grafis dan animasi merupakan suatu lapangan pekerjaan baru yang sangat menjanjikan dan
bergengsi yang makin diminati kaum muda saat ini karena peluang untuk bekerja begitu besar
dengan gaji dan fasilitas yang baik, kesempatan berwirausaha pun terbuka luas. Teknologi komputer
yang makin hebat dan canggih membuat dunia desain grafis dan animasi kian marak. Kondisi seperti
ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan lebih baik untuk perkembangan animasi. Pemerintah pun
sedikit demi sedikit mulai memperlihatkan dukungannya untuk memajukan bidang tersebut. Maka
dari itu Akademi Desain Grafis dan Animasi sangat dibutuhkan pada era saat ini, terutama di Kota
Semarang yang belum memiliki Lembaga pendidikan khusus Desain Grafis dan Animasi.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Pendidikan, pengertian dan standar-
standar mengenai Akademi, tinjauan mengenai Akademi Desain Grafis dan Animasi, serta studi
banding ke beberapa Sekolah Animasi dan Desain Grafis yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan
mengenai Kota Semarang, perkembangan pendidikan di kota tersebut, serta program-program
pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep
Sustainable Architecture atau Arsitektur yang Berkelanjutan. Selain itu dilakukan pendekatan
fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja,
teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif tapak dengan melakukan
penilaian terhadap tapak
Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi
dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Article Metrics: