MUSEUM BATIK DI PEKALONGAN

*Miftakhul Latifa -  jaft undip
Received: 27 Jun 2014; Published: 1 Jul 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 10 36
Abstract

Batik merupakan salah satu seni budaya asli di indonesia yang selain memiliki nilai ekonomi
yang tinggi juga memiliki nilai historis dan filosofis sebagai salah satu aset dan seni budaya nasional
yang patut di jaga dan dilestarikan. Saat ini, batik telah di akui sebagai warisan budaya dunia yang
dulu hampir diklaim hak ciptanya oleh negara tetangga. Fenomena ini tentunya mengancam tradisi
batik khususnya di kota pekalongan. Hal ini harus cepat direspon apabila tidak ingin kesenian asli
Indonesia ini semakin berkurang dan hilang.
Demi mengembangkan kesadaran melestarikan kain batik dibutuhkan upaya-upaya kongkrit.
Salah satunya adalah melalui strategi budaya, yaitu instrumen kebudayaan yang secara mudah bisa
mengingatkan kembali masyarakat akan akar sejarah kebudayaan ,salah satunya melalui museum.
Sehingga diperlukan kerjasama antara Pemerintah pusat dan daerah mewujudkan sarana berupa
museum batik yang berskala regional.
Kajian dimulai dengan mempelajari pengertian tentang museum serta batik khususnya,
pengertian dan standar-standar mengenai museum batik, proses pembuatan batik, tinjauan
mengenai aktifitas dalam museum, serta studi banding museum yang telah ada. Dilakukan juga
tinjauan mengenai Kota Pekalongan, perkembangan batik di kota tersebut, serta program-program
pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan dilakukan dengan konsep rekreasi batik
dengan penekanan desain arsitektur vernakular. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja,
teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan
matriks pembobotan.
Sebagai kesimpulan, berupa program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi
dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Article Metrics: