RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KUDUS

*Alfia Yufariani - 
Hendro Trilistyo - 
Edward endrianto Pandelaki - 
Published: 31 Jul 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 35 67
Abstract


Perlunya peningkatan fasilitas kesehatan untuk kaum ibu dan anak dengan pembangunan di dalam
sektor kesehatan dalam jangka waktu panjang yang dilaksanakan dengan melakukan peningkatan upaya
kesehatan berdasarkan pada tingginya angka kelahiran dan kematian yang diprioritaskan pada golongan ibu
dan anak ini di setiap wilayah Indonesia. Salah satu fasilitas pelayanan kesehatan khusus yang diperlukan
untuk meningkatkan derajat kesehatan kesejahteraan ibu dan anak yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak. Rumah
Sakit Ibu dan Anak sebagai salah satu rumah sakit khusus adalah sebuah fasilitas kesehatan yang seharusnya
ada di setiap daerah. Kesehatan ibu dan anak merupakan hal yang sangat mendasar di dalam menciptakan
keluarga yang sejahtera. Anak sebagai generasi penerus perlu mendapat perhatian khusus dalam
pemeliharaan kesehatannya, sehingga tingkat kesakitan atau kematian anak dapat dikurangi. Peningkatan
pelayanan anak dirasakan sangat perlu. Anak pada golongan usia balita pada masa itu perlu mendapatkan
prioritas utama karena merupakan masa rawan, sehingga anak mudah terkena infeksi atau kekurangan gizi.
Pertumbuhan dan kesehatan di usia selanjutnya sangat bergantung pada penanganan kesehatan anak pada
usia balita tersebut.
Kabupaten Kudus merupakan wilayah yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah penduduknya
pada tahun 2010 mencapai 777.437 jiwa, terdiri dari 383.508 laki-laki, 393.929 perempuan, 103.490 anak
perempuan, dan 110.342 anak laki-laki. Menurut kelompok umur, sebagian besar penduduk Kabupaten Kudus
termasuk dalam usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 515.641 jiwa dan selebihnya 213.832 jiwa berusia di
bawah 15 tahun dan 35.128 jiwa berusia 65 tahun ke atas. Menurut Dinas Kesehatan, usia produktif hamil bagi
wanita adalah 20-29 tahun. Pada tahun 2010 di Kabupaten Kudus, terdapat 102.169 wanita dengan usia
produktif hamil. Sedangkan tidak terdapat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak. Sampai saat ini hanya ada 5
Rumah Sakit Umum, sehingga kebutuhan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Kudus sangat diperlukan. Dengan
dibangunnya Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan tenaga medis yang handal,
akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyajikan layanan kesehatan yang baik sehingga angka
kematian akibat ibu melahirkan dan angka kematian anak-anak akan berkurang.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah sakit,
khususnya Rumah Sakit Ibu dan Anak, standar-standar mengenai rumah sakit, dan studi banding pada
beberapa Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi dan pembahasan konsep
perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak ini dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Selain itu juga
dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai
dalam perancangan “Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kudus”.
Pada perancangan ini digunakan pendekatan Arsitektur Modern yang mampu menunjukkan karya
baru yang tidak sesuai dengan tradisi yang telah ada namun tetap mengutamakan kesederhanaan sehingga
tidak menimbulkan kerumitan dan kesulitan.

Keywords
: Rumah Sakit Ibu dan Anak, Kesehatan, Kudus, Modern

Article Metrics: