skip to main content

SEGMENTASI PEMASOK UNTUK BAHAN BAKU RAMBUT PALSU PADA PT BIOTAKARA

*Amayta Rahma Nuriza  -  Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Purwanggono  -  Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro, Indonesia
Hery Suliantoro  -  Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

PT Bio Takara merupakan perusahaan ekspor dengan produk wig dan eyelashes. Pada divisi wig, beberapa pemasok sering mengalami masalah seperti keterlambatan pengiriman, barang cacat, dan produk tidak sesuai spesifikasi. PT Bio Takara tidak pernah melakukan segmentasi untuk mengetahui posisi tiap pemasok pada matriks segmentasi. Segmentasi pemasok bertujuan untuk mengetahui manajemen hubungan yang tepat dengan pemasok. Penentuan dan perhitungan bobot kriteria pada tiap dimensi dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan melakukan segmentasi pemasok, PT Bio Takara dapat melihat posisi pemasok berdasarkan dimensi capabilities dan willingness yang mengacu pada model Rezaei dan Ortt (2012). Dari hasil diskusi penentuan kriteria, terpilih 8 kriteria untuk dimensi capabilities dan 6 kriteria untuk dimensi willingness. Hasil dari agregasi pembobotan dengan nilai pemasok akan menjadi dasar untuk menentukan posisi pemasok dalam matriks segmentasi. Terdapat 9 pemasok yang termasuk kedalam tipe 4 yaitu pemasok A, B, C, D, E, F, G, H, dan K. Sedangkan 2 pemasok lain termasuk kedalam tipe 2 yaitu pemasok I dan J.

 

 

 

 

ABSTRACT

PT Bio Takara is an exporter company that produces wigs and eyelashes. On wigs division, some suppliers frequently face many problems such as late delivery, conformed products, and unspecified products. PT Bio Takara never do segmentation activity to know the position of every supplier on the segmentation matrix. The purpose of supplier segmentation is to know the relationship management that fits the supplier, Determination and calculation of the criterion weight on every dimensions is done by the related people. By doing the supplier segmentation, PT Bio Takara can see the position of the supplier based on capabilities and willingness dimension that refer to Rezaei’s and Ortt’s model (2012). The result of the criterion determination shows that 8 criterion are selected for Capabilities Dimension and 6 criterion for Willingness Dimension. The aggregated weight result with the supplier  score will be a basis to determine supplier’s position on the segmentation matrix. There are 9 suppliers that are included in type 4, supplier A, B, C, D, E, F, G, H and K, whereas two other supplier are included in type 2, supplier I dan J.

Fulltext View|Download
Keywords: analythic hierarchy process (ahp); capabilities; fuzzy; segmentasi pemasok; willingness

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.