skip to main content

PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SEBAGAI MEDIA BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) DAN TOPSIS (STUDI KASUS: UKM SANGKURIANG KOTA DEMAK)

*Retno Diyah Anggraeny  -  Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Dyah Ika Rinawati  -  Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Susatyo Nugroho W.P.  -  Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Usaha Budidaya Ikan Lele telah berkembang pesat di Kota Demak, salah satunya adalah UKM Sangkuriang. Demak merupakan daerah lahan kering dengan sumber air terbatas, sehingga masyarakat memanfaatkan air sungai yang telah mengalami pencemaran polutan domestik dan air sisa budidaya sebagai media budidaya ikan lele. Sementara itu, petani ikan lele belum menerapkan teknologi pengolahan air limbah dan belum mengetahui kriteria dan karakterisitik yang dibutuhkan dalam pemilihan teknologi tersebut akibat keterbatasan pengetahuan. Oleh karena itu, perlu diberikan usulan alternatif dan kriteria pemilihan teknologi pengolahan air limbah yang tepat pada kegiatan budidaya ikan lele di UKM Sangkuriang sebagai upaya reuse air limbah secara ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan analytical network process (ANP) dan Technique for Order Preference By Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode ini digunakan untuk pemilihan alternatif dengan kriteria yang memiliki hubungan ketergantungan. Studi ini menghasilkan bobot 14 sub kriteria dalam 4 kriteria (ekonomi, lingkungan, teknis, dan sosial) serta ranking dari  alternatif yang diusulkan. Hasil perhitungan menunjukkan kolam biofiltrasi menjadi alternatif terpilih dengan nilai kedekatan terhadap solusi ideal terbesar yaitu 0,781. Kemudian 0,342 untuk biofilter anaerob, 0,427 untuk trickling filter, dan 0,517 untuk rotating biological contactor (RBC).

 

Abstract

Catfish cultivations have been grow in Demak, one of them is UKM Sangkuriang. Demak is dry land area with limited water source, so that people use polluted watercourse by domestic waste and cultivation water residue. Whereas people have not applied waste water treatment technology because of lack of knowlege. They have not known about criteria and characteristic that are be used to select the waste water treatment technology. Therefore, suggestion of alternative of technology and criteria of technology selection that appropiate to this problem is needed as the effort to reuse waste water eco-friendly. The used methods are analytical network process (ANP) dan Technique for Order Preference By Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) approach. Those methods are used to select the waste water treatment technology with dependent relation analysis. This study has resulted the ranking of 14 subcriterias and 4 alternatives. Based on the calculation, known the highest to the least value of ideal solution similarity are biofiltration reservoir (0,781), rotating biological contactor (RBC) (0,517), trickling filter (0,427), and anaerobic biofilter (0,342).  Being a highest value of ideal solution similarity, Kolam Biofiltrasi is be selected alternative of waste water treatment technology for UKM Sangkuriang.

Fulltext
Keywords: budidaya ikan lele; pencemaran air; Teknologi Pengolahan Air Limbah; ANP; TOPSIS

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.