BibTex Citation Data :
@article{IEOJ49944, author = {Melani Nurmufidah and Manik Mahachandra}, title = {ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI PEJALAN KAKI DALAM MENYEBERANG JALAN DI KOTA SEMARANG}, journal = {Industrial Engineering Online Journal}, volume = {14}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Pedestrian, Intention, Theory of Planned Behavior}, abstract = { Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensi pejalan kaki dalam menyeberang menggunakan fasilitas pelican crossing dan zebra cross di Kota Semarang berdasarkan pendekatan Theory of Planned Behaviour. Fokus utama penelitian adalah mengetahui perbedaan intensi antara kedua fasilitas penyeberangan dan mengidentifikasi variabel yang paling signifikan memengaruhi intensi, yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Penelitian ini memiliki 69 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam intensi pejalan kaki antara pelican crossing dan zebra cross yang didapatkan dari hasil uji Wilcoxon. Variabel kontrol perilaku yang dirasakan ditemukan sebagai variabel paling signifikan yang mempengaruhi intensi menyeberang pada kedua fasilitas. Instrumen dengan nilai terendah pada pelican crossing adalah “Sinyal Bunyi dan Lampu Tidak Error” serta “Jalanan Ramai,” sementara pada zebra cross adalah “Cat Zebra Tidak Memudar” dan “Adanya Lampu Lalu Lintas.” Selain itu, analisis bivariat menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan berdasarkan demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan). Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan edukasi melalui kampanye keselamatan, pemasangan iklan informasi, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Selain itu, perbaikan fasilitas melalui inspeksi rutin, penggunaan material berkualitas tinggi, serta penempatan fasilitas di lokasi strategis juga direkomendasikan untuk meningkatkan keamanan dan intensi pejalan kaki dalam menggunakan fasilitas penyeberangan. Kata Kunci: Intensi, Pejalan Kaki, Theory of Planned Behavior Abstract [Analysis of Factors Influencing Pedestrian Intentions in Crossing the Road in Semarang City] This study aims to analyze pedestrian intention to cross using pelican crossing and zebra cross facilities in Semarang City based on the Theory of Planned Behaviour approach. The primary focus of this research is to examine the differences in intention between the two crossing facilities and identify the most significant variables influencing intention, namely attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. The study involved 69 respondents. The analysis results indicated no significant differences in pedestrian intention between pelican crossing and zebra cross, as shown by the Wilcoxon test. Perceived behavioral control was found to be the most significant variable influencing crossing intention for both facilities. The lowest-rated instruments for pelican crossing were “Sound Signals and Lights Not Error-Free” and “Crowded Traffic,” while for zebra cross, they were “Faded Zebra Markings” and “Presence of Traffic Lights.” Furthermore, the bivariate analysis revealed no significant differences based on demographic factors (gender, age, education, and occupation). Based on these findings, the study recommends educational efforts through safety campaigns, informational advertisements, and strict law enforcement to improve user compliance. Additionally, facility improvements through routine inspections, the use of high-quality materials, and strategic placement of crossings are also recommended to enhance pedestrian safety and intention to use crossing facilities. Keywords: Pedestrian, Intention, Theory of Planned Behavior }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/49944} }
Refworks Citation Data :
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensi pejalan kaki dalam menyeberang menggunakan fasilitas pelican crossing dan zebra cross di Kota Semarang berdasarkan pendekatan Theory of Planned Behaviour. Fokus utama penelitian adalah mengetahui perbedaan intensi antara kedua fasilitas penyeberangan dan mengidentifikasi variabel yang paling signifikan memengaruhi intensi, yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Penelitian ini memiliki 69 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam intensi pejalan kaki antara pelican crossing dan zebra cross yang didapatkan dari hasil uji Wilcoxon. Variabel kontrol perilaku yang dirasakan ditemukan sebagai variabel paling signifikan yang mempengaruhi intensi menyeberang pada kedua fasilitas. Instrumen dengan nilai terendah pada pelican crossing adalah “Sinyal Bunyi dan Lampu Tidak Error” serta “Jalanan Ramai,” sementara pada zebra cross adalah “Cat Zebra Tidak Memudar” dan “Adanya Lampu Lalu Lintas.” Selain itu, analisis bivariat menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan berdasarkan demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan). Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan edukasi melalui kampanye keselamatan, pemasangan iklan informasi, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Selain itu, perbaikan fasilitas melalui inspeksi rutin, penggunaan material berkualitas tinggi, serta penempatan fasilitas di lokasi strategis juga direkomendasikan untuk meningkatkan keamanan dan intensi pejalan kaki dalam menggunakan fasilitas penyeberangan.
Kata Kunci: Intensi, Pejalan Kaki, Theory of Planned Behavior
Abstract
[Analysis of Factors Influencing Pedestrian Intentions in Crossing the Road in Semarang City] This study aims to analyze pedestrian intention to cross using pelican crossing and zebra cross facilities in Semarang City based on the Theory of Planned Behaviour approach. The primary focus of this research is to examine the differences in intention between the two crossing facilities and identify the most significant variables influencing intention, namely attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. The study involved 69 respondents. The analysis results indicated no significant differences in pedestrian intention between pelican crossing and zebra cross, as shown by the Wilcoxon test. Perceived behavioral control was found to be the most significant variable influencing crossing intention for both facilities. The lowest-rated instruments for pelican crossing were “Sound Signals and Lights Not Error-Free” and “Crowded Traffic,” while for zebra cross, they were “Faded Zebra Markings” and “Presence of Traffic Lights.” Furthermore, the bivariate analysis revealed no significant differences based on demographic factors (gender, age, education, and occupation). Based on these findings, the study recommends educational efforts through safety campaigns, informational advertisements, and strict law enforcement to improve user compliance. Additionally, facility improvements through routine inspections, the use of high-quality materials, and strategic placement of crossings are also recommended to enhance pedestrian safety and intention to use crossing facilities.
Keywords: Pedestrian, Intention, Theory of Planned Behavior
Last update:
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang Semarang 50239
Telp / Fax : (024) 7460052
Email : i_engineering@ymail.com