BibTex Citation Data :
@article{IEOJ49850, author = {Olivia Maylidya and Zainal Fanani Rosyada}, title = {ANALISIS POSTUR KERJA DAN RISIKO ERGONOMI MENGGUNAKAN RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT (ROSA) DAN CORNELL MUSCULOSKELETAL DISCOMFORT QUESTIONNAIRES (CMDQ) PADA PEKERJA DISPATCHER PT. PLN (PERSERO) UP3 SEMARANG}, journal = {Industrial Engineering Online Journal}, volume = {14}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Dispatcher, MSDs, ROSA, CMDQ, Office Ergonomics}, abstract = { Abstrak PT. PLN (Persero) UP3 Semarang adalah perusahaan milik pemerintah yang bergerak di bidang kelistrikan. Perusahaan ini memiliki berbagai departemen di dalam struktur organisasinya. Salah satu bagian penting adalah pekerja dispatcher yang bertugas menjaga ketersediaan dan keandalan pasokan listrik ke pelanggan. Para pekerja dispatcher bekerja dengan bantuan komputer dalam posisi duduk yang cukup lama, yaitu 8 jam per hari yang dibagi menjadi 3 shift. Shift pertama pukul 08.00-16.00 WIB, shift kedua 16.00-22.00 WIB, dan shift ketiga pukul 22.00-08.00 WIB. Kondisi kerja yang statis dalam waktu lama ini berpotensi menimbulkan risiko ergonomi dan keluhan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui para pekerja dispatcher mengalami keluhan nyeri punggung bagian bawah dan kelelahan mata. Hal ini disebabkan sifat pekerjaan yang monoton dengan posisi duduk statis serta tatapan berkepanjangan ke layar komputer. Keluhan tubuh ini mengarah pada masalah Musculoskeletal Disorders (MSDs). Untuk mengetahui lebih rinci area tubuh yang terkena dampak serta tingkat risiko ergonominya, diperlukan penelitian menggunakan metode CMDQ (Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire) dan ROSA (Rapid Office Strain Assessment). Hasil pengolahan data CMDQ menunjukkan keluhan tertinggi pada punggung bawah, bahu kanan, dan panggul. Sementara skor ROSA tertinggi ada pada bagian kursi, yang artinya kursi kerja belum mampu mengakomodasi postur tubuh pekerja dengan baik. Dengan demikian, diperlukan perbaikan ergonomi melalui postur kerja, kebiasaan kerja, dan fasilitas yang lebih sehat guna meminimalkan risiko cidera otot rangka yang mungkin timbul. Kata kunci: Dispatcher, MSDs, ROSA, CMDQ, Office Ergonomics Abstract PT. PLN (Persero) UP3 Semarang is a state-owned company engaged in electricity. This company has various departments within its organizational structure. One important section is the dispatcher workers who are responsible for maintaining the availability and reliability of electricity supply to customers. The dispatchers work with computer assistance in prolonged sitting positions, which is 8 hours per day divided into 3 shifts. The first shift is from 08.00-16.00 WIB, the second shift from 16.00-22.00 WIB, and the third shift from 22.00-08.00 WIB. This static working condition for extended periods potentially poses ergonomic risks and health complaints. Based on observations and interviews, it is known that the dispatchers experience lower back pain and eye fatigue. This is due to the monotonous nature of the work with static sitting postures and prolonged staring at the computer screen. These bodily complaints point to Musculoskeletal Disorders (MSDs) problems. To find out in more detail the affected body areas and level of ergonomic risk, research is needed using the CMDQ (Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire) and ROSA (Rapid Office Strain Assessment) methods. The results of CMDQ data processing indicate the highest complaints are in the lower back, right shoulder, and hips. Meanwhile, the highest ROSA score is on the chair section, which means the work chair has not been able to properly accommodate the workers' body posture. Thus, ergonomic improvements are required through work posture, facilities, and healthier habits to minimize the risk of potential skeletal muscle injury. Keywords: Dispatcher, MSDs, ROSA, CMDQ, Office Ergonomics }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/49850} }
Refworks Citation Data :
Abstrak
PT. PLN (Persero) UP3 Semarang adalah perusahaan milik pemerintah yang bergerak di bidang kelistrikan. Perusahaan ini memiliki berbagai departemen di dalam struktur organisasinya. Salah satu bagian penting adalah pekerja dispatcher yang bertugas menjaga ketersediaan dan keandalan pasokan listrik ke pelanggan. Para pekerja dispatcher bekerja dengan bantuan komputer dalam posisi duduk yang cukup lama, yaitu 8 jam per hari yang dibagi menjadi 3 shift. Shift pertama pukul 08.00-16.00 WIB, shift kedua 16.00-22.00 WIB, dan shift ketiga pukul 22.00-08.00 WIB. Kondisi kerja yang statis dalam waktu lama ini berpotensi menimbulkan risiko ergonomi dan keluhan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui para pekerja dispatcher mengalami keluhan nyeri punggung bagian bawah dan kelelahan mata. Hal ini disebabkan sifat pekerjaan yang monoton dengan posisi duduk statis serta tatapan berkepanjangan ke layar komputer. Keluhan tubuh ini mengarah pada masalah Musculoskeletal Disorders (MSDs). Untuk mengetahui lebih rinci area tubuh yang terkena dampak serta tingkat risiko ergonominya, diperlukan penelitian menggunakan metode CMDQ (Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire) dan ROSA (Rapid Office Strain Assessment). Hasil pengolahan data CMDQ menunjukkan keluhan tertinggi pada punggung bawah, bahu kanan, dan panggul. Sementara skor ROSA tertinggi ada pada bagian kursi, yang artinya kursi kerja belum mampu mengakomodasi postur tubuh pekerja dengan baik. Dengan demikian, diperlukan perbaikan ergonomi melalui postur kerja, kebiasaan kerja, dan fasilitas yang lebih sehat guna meminimalkan risiko cidera otot rangka yang mungkin timbul.
Kata kunci: Dispatcher, MSDs, ROSA, CMDQ, Office Ergonomics
Abstract
PT. PLN (Persero) UP3 Semarang is a state-owned company engaged in electricity. This company has various departments within its organizational structure. One important section is the dispatcher workers who are responsible for maintaining the availability and reliability of electricity supply to customers. The dispatchers work with computer assistance in prolonged sitting positions, which is 8 hours per day divided into 3 shifts. The first shift is from 08.00-16.00 WIB, the second shift from 16.00-22.00 WIB, and the third shift from 22.00-08.00 WIB. This static working condition for extended periods potentially poses ergonomic risks and health complaints. Based on observations and interviews, it is known that the dispatchers experience lower back pain and eye fatigue. This is due to the monotonous nature of the work with static sitting postures and prolonged staring at the computer screen. These bodily complaints point to Musculoskeletal Disorders (MSDs) problems. To find out in more detail the affected body areas and level of ergonomic risk, research is needed using the CMDQ (Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire) and ROSA (Rapid Office Strain Assessment) methods. The results of CMDQ data processing indicate the highest complaints are in the lower back, right shoulder, and hips. Meanwhile, the highest ROSA score is on the chair section, which means the work chair has not been able to properly accommodate the workers' body posture. Thus, ergonomic improvements are required through work posture, facilities, and healthier habits to minimize the risk of potential skeletal muscle injury.
Keywords: Dispatcher, MSDs, ROSA, CMDQ, Office Ergonomics
Last update:
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang Semarang 50239
Telp / Fax : (024) 7460052
Email : i_engineering@ymail.com