Pagoejoeban Pasoendan: Dinamika Organisasi Masyarakat di Bandung 1985-2008

*Nida Nadiatul Azmi  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sutejo K. Widodo  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 19 Dec 2020; Published: 31 Dec 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kajian membahas tentang kiprah Pagoejoeban Pasoendan dari 1985-2008.  Perubahan kondisi politik, ekonomi, dan budaya mendorong Pagoejoeban Pasoendan untuk beradaptasi guna mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini berfokus kepada bagaimana Pagoejoeban Pasoendan mampu bertahan dan beradaptasi dengan perubahan kondisi pemerintahan yang berbeda terutama pada masa peralihan Orde Baru menuju Reformasi dan menghadapi permasalahan internal. Pada masa Orde Baru, Pagoejoeban Pasoendan dihadapkan pada sifat represif pemerintahan dan Asas Tunggal Pancasila, sehingga pergerakan organisasi terkesan kaku. Menyikapi aturan Asas Tunggal Pancasila, Pagoejoeban Pasoendan tidak merasa keberatan karena selama ini jejak rekam organisasi adalah untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia. Pada masa Reformasi hak kebebasan berpendapat diperluas. Hal ini berdampak pada sikap dan cara pandang Pagoejoeban Pasoendan dalam berorganisasi. Konstelasi politik pada 2004-2008 berupa pemilihan langsung menunjukkan salah satu sikap Pagoejoeban Pasoendan terkait asas kebebasan berpendapat. Pagoejoeban Pasoendan sebagai sebuah organisasi mendorong sikap bebas dan netral dalam partisipasinya.

Article Metrics:

  1. Ekadjati, Edi S (2004). Kebangkitan Kembali Orang Sunda: Kasus Paguyuban Pasundan 1913- 1918. Bandung: Kiblat
  2. Erawan, Memed (2000). Paguyuban Pasundan: Kiprah dan Perjuangannya dari Zaman ke Zaman (1914-2000). Bandung: Pengurus Besar Paguyuban Pasundan
  3. Hendayana, Yayat (2016). Paguyuban Pasundan: Kiprah Kekinian 2000-2016. Bandung: Paguyuban Pasundan Pers
  4. “Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Masa Bakti Taun 1985-1990”. PB Paguyuban Pasundan
  5. “Profil Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan dan Unit Garapan”. YPT Pasundan
  6. Purnaweni, Hartuti (2004). “Demokrasi Indonesia: Dari Masa Ke Masa.” Jurnal Administrasi Publik, Vol. 3(2)
  7. Shandy, Oom K. (2018). “Etnonasionalisme Paguyuban Pasundan dalam asas tunggal Pancasila 1980-1990: Dari pergerakan Politik ke Sosial Budaya.” Jurnal Pendidikan Sejarah, Vol. 6(1)
  8. Siregar, Raja Adil (2015). “Tinjauan Yuridis terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.” JOM Fakultas Hukum Vol.2(2)
  9. Slamet, Adiyana, “Komunikasi Politik Paguyuban Pasundan dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat Tahun 2008.” https://repository.unikom.ac. id, diakses pada tanggal 24 November 2019
  10. Soeryawan, R. Djaka (1990). Sejarah Berdirinya Paguyuban Pasundan. Bandung: Lembaga Kebudayaan Unpas
  11. Suharto (2002). Pagoejoeban Pasoendan, 1927-1942: Profil Pergerakan Etno-nasionalis. Bandung: Satya Historika
  12. Sutjiatiningsih, Sri (1983). Otto Iskandar Di Nata. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional