Didi Kempot: Dari Pengamen Jalanan Ke Penyanyi Terkenal, 1982-2013

*Annisha Destyanna Sari  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Dhanang Respati Puguh  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 18 Jun 2020; Published: 18 Jun 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 30 54
Abstract

Pada artikel ini dibahas kisah hidup Didi Kempot sebagai seniman sejak menjadi pengamen sampai akhirnya menjadi penyanyi yang terkenal. Didi Kempot adalah seniman dari Surakarta yang membangun kariernya benar-benar dari bawah. Sebelum menjadi penyanyi besar yang terkenal, Didi Kempot ternyata adalah seorang pengamen. Bersama kawan-kawannya, ia menyanyikan lagu yang diciptakan sendiri. Ia membawakan lagu-lagu dengan lirik Bahasa Jawa yang diduga terinspirasi dari kehidupan sehari-hari. Hal itu tentu menjadikan Didi Kempot penyanyi yang memiliki ciri khas tersendiri. Perjalanan karier Didi Kempot sejak masih menjadi pengamen diungkap dalam artikel ini secara kronologis dengan menggunakan metode sejarah. Latar belakang kehidupan Didi Kempot disajian dalam bentuk biografi. Adapun tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkap serangkaian proses yang mengiringi perjalanan karier Didi Kempot. Pada kenyataannya, proses itu belum banyak diketahui oleh masyarakat.

 

Article Metrics:

  1. “Sosok”, Suara Merdeka, 8 April 2002.
  2. “We Cen Yu Mengubah Hidup Didi Kempot” ( https://www.tjroeng.com/?p=180, dikunjungi pada 23 Juli 2017).
  3. Astanti, Vera. “Pengamen Jalanan Sejak Kelas 3 SMP” ( https://beritabojoneoro.com/read/949-pengamen-jalanan-sejak-kelas-smp.html, dikunjungi pada 10 Mei 2017).
  4. Black, Jeremy & Donald M. MacRaild (2007), Studying History. New York: Palgrave Macmillan
  5. Endah, Alberthiene (2007). Chrisye: Sebuah Memoar Musikal. Jakarta: P.T. Gramedia Pustaka Utama.
  6. Endah, Alberthiene (2008). Titiek Puspa: A Legendary Diva. Jakarta: P.T. Gramedia Pustaka Utama.
  7. Esa, Teguh dkk. (2005), Ismail Marzuki: Musik, Tanah Air, dan Cinta. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.
  8. Hening, Ning (2015). Waljinah: Bintang Surakarta & Endah Laras. Surakarta: Rumah Menulis Keeg Yoni dan Siwo Supratowo.
  9. Moenzir, IzHarry Agusjaya (2010). Gesang: Mengalir Sampai Jauh. Jakarta: P.T. Gramedia Pustaka Utama.
  10. Moenzir, IzHarry Agusjaya (2011). Gelas-gelas Kaca: Tribute to Rinto Harahap. Jakarta: P.T. Gramedia Pustaka Utama.
  11. Mulyadi, Muhammad (2009). Industri Musik Indonesia: Suatu Sejarah. Bekasi: Koperasi Ilmu Pengetahuan Sosial.
  12. Puguh, Dhanang Respati (2018). “Perusahaan Rekaman Lokananta, 1956-1990-an: Perkembangan Produksi dan Kiprahnya dalam Penyebarluasan Seni Pertunjukan Jawa Surakarta”, Sasdaya, Universitas Gadjah Mada, Vol. 2, No. 2. Yogyakarta: Unit Penelitian dan Publikasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.
  13. Riandi, Adi Prawira. “Celeb Story: Didi Kempot, Berawal di Stasiun Balapan dan 400 Lagu Minim Royalti” ( https://celebrity-okezone-com.cdn.amproject.org/v/s/celebrity.okezone.com/, dikunjungi pada 10 Agustus 2018).
  14. Sawega, Ardus M., “Didi Kempot Panutan Pengamen”, Kompas, 7 September 1999.
  15. Soedarsono, R.M. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  16. Subagio, Gunawan (1989). Apa Itu Lagu Pop Daerah. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
  17. Susilo, Bambang Je, “Proses Kreatif” (httpss://www.kompasiana.com/bambang jes/5500c805a33311ac0a510a25/proses- kreatif.com, dikunjungi pada 3 Agustus 2018).
  18. Swarasama, Nana , “Didi Kempot Ninggal Janji di HUT PWI”, Suara Merdeka, 8 April 2002.
  19. Wiyono, Setyo dan Wisnu Kisawa, “Ranto Anoman Obong Gudel Telah Tiada”, Suara Merdeka, 13 Desember 2002.