IDENTIFIKASI PENYEBAB GERAKANTANAH DENGAN PENYELIDIKAN GEOLOGI TEKNIK DAN PENGUKURAN GEOLISTRIK METODE WENNER PADA PERUMAHAN TAMAN SENTOSA DAN SEKITARNYA KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN GUNUNG PATI KOTA SEMARANG

*Fachry Afif Fauzan  -  * Program Studi Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang
Prakosa Rachwibowo  -  * Program Studi Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang
Wahju Krisna Hidajat  -  * Program Studi Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract


Salah satu permasalahan yang terjadi di Perumahan Taman Sentosa,
Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang dan sekitarnya adalah gerakantanah
yang terjadi pada lokasi tersebut yang menjadi lokasi penelitian. Kejadian
gerakantanah yang terjadi cukup mengganggu aktifitas masyarakat dan merusak
infrastruktur bangunan serta jalan yang ada. Penyebab dan klasifikasi
gerakantanah tersebut perlu diketahui secara baik sehingga dapat dilakukan
penanggulangan gerakantanah yang tepat terhadap lokasi penelitian. Tujuan dari
penelitian ini adalah menentukan litologi lokasi penelitian, klasifikasi
gerakantanah, dan penyebab gerakantanah yang terjadi berdasarkan analisis
pengukuran geolistrik metode Wenner dan pemetaan geologi teknik.
Geolistrik merupakan metode geofisika yang digunakan untuk mengetahui
kondisi geologi bawah permukaan berdasarkan variasi nilai resistivitas jenis
batuannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah geolistrik metode
Wenner, dengan 4 titik pengukuran geolistrik yang tersebar di sekitar lokasi
penelitian. Proses pengolahan data dilakukan menggunakan software IPI2win
untuk mengetahui nilai resistivitas batuan. Sedangkan pemetaan geologi teknik
adalah penyelidikan material permukaan menggunakan peta kontur dengan
memperhatikan sifat geologi teknik material dengan hasil akhir berupa peta
geologi teknik.
Hasil interpretasi litologi berdasarkan nilai resistivitas batuan, dapat
dikelompokkan menjadi batulempung (< 10 Ωm) dan batupasir (10-100 Ωm) dan
tidak ditemukan adanya ketidakmenerusan litologi yang menjadi penciri
keberadaan struktur geologi. Sedangkan hasil penyelidikan geologi teknik
permukaan ditemukan pada lokasi penelitian batulempung sisipan batupasir dan
lempung kepasiran dan tidak ditemukan adanya struktur geologi. Batulempung
sisipan batupasir 75% komposisinya memiliki ukuran butir 0,06 mm dan 25%
dibawah 0,02 mm. Sedangkan lempung kepasiran terdiri dari 90% komposisi
lempung dengan ukuran butir dibawah 0,02 mm dan 10% pasir dengan ukuran
butir 0,06 mm.

Setelah dilakukan analisis terhadap data-data geolistrik dan geologi teknik
yang didapat diketahui bahwa jenis gerakantanah yang terjadi pada lokasi
penelitian adalah rayapan (creep) yang disebabkan oleh keberadaan material
lempung pada lokasi penelitian.

 

Keywords: Geolistrik metode Wenner, Pemetaan geologi teknik: Jenis gerakantanah, Penyebab gerakantanah.

Article Metrics: