skip to main content

ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP BATAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 13 Nov 2015.

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Nilai suatu wilayah laut beserta batas-batas pengelolaan wilayah lautnya bagi suatu pemerintah daerah merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Sehingga batas pengelolaan wilayah laut antara dua daerah yang berbatasan harus jelas. Oleh sebab itu, penelitian mengenai batas pengelolaan wilayah laut perlu dilakukan agar tidak terjadi konflik antar daerah yang berbatasan.

Penelitian ini bertujuan untuk mempertegas batas pengelolaan wilayah laut Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengimplementasikan penggunaan citra satelit. Penentuan batas pengelolaan wilayah laut dilakukan setelah ditentukannya garis dasar dan garis klaim 12 mil laut. Kemudian penarikan batas pengelolaan wilayah lautnya dilakukan dengan menggunakan prinsip sama jarak (equidistance).

Abrasi dan akresi mengakibatkan terjadinya perubahan batas pengelolaan wilayah laut Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini dapat dilihat dari adanya perubahan letak garis klaim 12 mil laut dan  perbedaan jumlah titik-titik penyusun ekuidistan. Jumlah titik batas pengelolaan wilayah laut Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2004 adalah 15 titik, sedangkan pada tahun 2014 adalah 12 titik. Sehingga dalam  kurun waktu sepuluh tahun luas area pengelolaan wilayah laut Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah 2,889 Ha.

 

 

Kata Kunci : Batas Pengelolaan Wilayah Laut, Citra Satelit , Equidistance Line

 

 

ABSTRACT

The value of a sea area along the boundaries of the marine area management for a local government is very important note. So that the management of the territorial sea boundary between two adjacent areas should be clear. Therefore, research on the marine boundary zone management needs to be done in order to avoid conflicts between the adjacent areas.This study aims to reinforce the boundary sea area of Yogyakarta Special Region by implementing the use of satellite imagery. The determination of the boundary sea area made after the base line and the line of claim 12 nautical miles determined. Then the withdrawal limit of marine area management is done using equal distance principle (equidistance).Abrasion and accretion resulted in a change in the boundary sea area of Yogyakarta Special Region. It can be seen from the changes in the location of the line of claim 12 nautical miles and the difference in the number of dots making up equidistant. The number of points the boundary sea area of Yogyakarta Special Region in 2004 was 15 points, while in 2014 was 12 points. So that within ten years the area of management of marine areas of Yogyakarta Special Region increased 2,889 Ha. Keywords: Limit Sea Areas, Satellite Imagery, Equidistance Line  *)Penulis, Penanggung Jawab
Fulltext View|Download
Funding: Geodesy Engineering

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.