PERHITUNGAN VELOCITY RATE CORS GNSS DI WILAYAH PANTAI UTARA JAWA TENGAH

*Rizky Saputra  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Moehammad Awaluddin  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Fauzi Janu Amarrohman  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 13 Nov 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 269 276
Abstract

ABSTRAK

 

CORS (Continuously Operating Reference Station) adalah suatu teknologi berbasis GNSS yang berwujud sebagai suatu jaring kerangka geodetik yang pada setiap titiknya dilengkapi dengan receiver yang mampu menangkap sinyal dari satelit-satelit GNSS yang beroperasi secara penuh dan kontinu selama 24 jam. Pengukuran koordinat dengan menggunakan CORS lebih efisien dengan ketelitian yang mencapai fraksi centimeter dan waktu pengukuran juga relatif cepat. Selain itu, dalam hal geodinamika bisa juga dijadikan sebagai monitoring untuk mengetahui arah pergerakan suatu titik dari tahun ke tahun beserta kecepatan pergeserannya.

Penelitian ini berfokus pada penentuan kecepatan pergeseran (velocity) dan regangan (strain) dari stasiun CORS GNSS di daerah pantai utara Jawa Tengah pada tahun 2011 sampai dengan 2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah CORS Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Jepara, dan Purwodadi. Titik IGS yang digunakan adalah COCO, PIMO, NTUS, dan DARW. Pengolahan data menggunakan perangkat ilmiah GAMIT.

Penelitian ini menghasilkan arah pergeseran menuju ke arah tenggara. Kecepatan pergeseran pada CORS Cirebon adalah 0,022 ± 0,003 m/tahun untuk komponen timur, -0,0117 ± 0,003 m/tahun untuk komponen utara, dan 0,0075 ± 0,013 m/tahun untuk komponen vertikal. CORS Tegal memiliki kecepatan 0,0194 ± 0,004 m/tahun untuk komponen timur, -0,0129 ± 0,003 m/tahun untuk komponen utara, dan 0,0094 ± 0,014 m/tahun untuk komponen vertikal. CORS Pekalongan memiliki kecepatan 0,0216 ± 0,002  m/tahun untuk komponen timur, -0,0102 ± 0,003 m/tahun untuk komponen utara, dan 0,0287 ± 0,012 m/tahun untuk komponen vertikal. CORS Semarang memiliki kecepatan 0,0229 ± 0,004 m/tahun untuk komponen timur, -0,0106 ± 0,003 m/tahun untuk komponen utara, dan 0,0092 ± 0,014 m/tahun untuk komponen vertikal. CORS Jepara memiliki kecepatan 0,0208 ± 0,006 m/tahun untuk komponen timur, -0,0107 ± 0,004 m/tahun untuk komponen utara, dan 0,0078 ± 0,021 m/tahun untuk komponen vertikal. CORS Purwodadi memiliki kecepatan 0,0219 ± 0,005 m/tahun untuk komponen timur, -0,0111 ± 0,003 m/tahun untuk komponen utara, dan 0,0103 ± 0,017 m/tahun untuk komponen vertikal. Regangan yang terjadi pada titik pengamatan berkisar -3,3498798 x 10-8 strain/year sampai dengan 3,608678 x 10-8 strain/year.

 

Kata kunci: GAMIT, Kecepatan pergesaran, Stasiun CORS

 

ABSTRACT

 

CORS (Continuously Operating Reference Station) is a technology GNSS based old as a net geodetic framework which at every points is equipped with receiver that capable to capture signals from GNSS’s satellites operating in full and continuous for 24 hours. The measurement of coordinate with use CORS more efficient with precision at faction centimeter and time measurement also relatively fast. In addition, in terms of geodinamic can was also used for monitoring to know the direction of the movement of a point from year to year and velocity.

This research focus on the determination of velocity and strain from the station CORS GNSS in coastal areas north Central Java in 2011 up to 2015. The data used in this research was CORS Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Jepara, and Purwodadi. The point of IGS used is COCO, PIMO, NTUS and DARW. Data processing using scientific software GAMIT.


This research produce the shift towards southeast. The velocities in CORS Cirebon are 0,022 ± 0,003 m /year for the component east, -0,0117 ± 0,003 m/year for the component north and 0,0075 ± 0,013 m/year for the component vertical. The velocities in CORS Tegal are 0,0194 ± 0,004 m/year for the component east, -0,0129 ± 0,003 m/year for the component north and 0,0094 ± 0,003 m/year for the component vertical. The velocities in CORS Pekalongan are 0,0216 ± 0,002 m/year for the component east, -0,0102 ± 0,003 m/year for the component north and 0,0287 ± 0,012 m/year for the component vertical. The velocities in CORS Semarang are 0,0229 ± 0,004 m/year for the component east, -0,0106 ± 0,003 m/year for the component north and 0,0092 ± 0,014 m/year for the component vertical . The velocities in CORS Jepara are 0,0208 ± 0,006 m/year for the component east, -0,0107 ± 0,004 m/year for the component north and 0,0078 ± 0,0021 m/year for the component vertical. The velocities in CORS Purwodadi are 0,0219 ± 0,005 m/year for the component east, -0,0111 ± 0,003 m/year for the component north and 0,0103 ± 0,017 m/year for the component vertical. Strain occurring in the point of observation range -3,3498798 x 10-8 up to 3,608678 x 10-8 strain/year.


Keywords: CORS station, GAMIT, Velocity 

*) Penulis, Penanggung Jawab

Article Metrics: