skip to main content

PEMBUATAN PETA JALUR KONDUSIF BERSEPEDA KOTA SEMARANG

Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 7 May 2015.

Citation Format:
Abstract

Abstrak

 

Sepeda mulai digunakan oleh masyarakat kota Semarang sebagai alat transportasi alternatif untuk kegiatan sehari-hari seperti untuk pergi bekerja, pergi ke sekolah, dan pergi ke perguruan tinggi. Namun, menggunakan sepeda untuk kegiatan sehari-hari dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan konsentrasi. Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan membuat peta yang menyajikan informasi tentang jalur sepeda di kota Semarang yang kondusif untuk dilalui. Dalam penelitian ini, jalur sepeda di kota Semarang akan diidentifikasi ke dalam 5 kategori berdasarkan perbedaan ketinggian antara dua titik setiap 100 meter. Kategori jalur rata dan turunan ringan termasuk jalur yang kondusif. Kategori turunan tajam dan tanjakan ringan termasuk jalur semi-kondusif. Dan kategori tanjakan berat termasuk jalur yang tidak kondusif. Dari hasil penelitian di 10 lokasi, diketahui bahwa jalur sepeda di kota Semarang memiliki komposisi 90% jalur rata, 4% turunan ringan, 3,2% tanjakan ringan, 2% tanjakan berat, dan 0,8% turunan tajam.

 

Kata kunci: sepeda; peta; jalur kondusif sepeda; Semarang

 

Abstract

 

Bike started to be used by people of Semarang city as an alternative transportation for daily activities such as go to work, go to school, and go to college. However, using the bike for daily activities can lead to fatigue, causing decreased concentration. One workable solution is to create a map that presents information about bike lanes in the Semarang city that conducive to pass. In this study, the bike lanes in the Semarang city will be identified into 5 categories based on the height difference between two points every 100 meters. Category flat-track and slight-downhill is a conducive path. Category steep-downhill and easy-uphill is a semi-conducive path. And category hard-uphill is not a conducive path. From the results of the study at 10 locations, noted that the bike lanes in the Semarang city has a composition of 90% flat-track, 4% slight-downhill, 3.2% easy-uphill, 2% hard-uphill, and 0.8% steep-downhill.

Keywords: bike;  map; conducive bike lane; Semarang city

Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.