skip to main content

SURVEI PENDAHULUAN DEFORMASI SESAR KALIGARANG DENGAN PENGAMATAN GPS

Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Sesar Kaligarang adalah sesar geser aktif yang berada di lembah sungai Kaligarang. Sungai Kaligarang membelah wilayah Semarang pada arah hampir utara – selatan. Pada zaman Tersier, Sesar Kaligarang merupakan sesar jurus mendatar menga­nan sedangkan pada zaman kuarter sesar ini teraktifkan kembali sebagai sesar jurus mendatar mengiri. Menurut penelitian geologi Sesar Kaligarang berarah utara - selatan yang memanjang di sebelah timur Semarang memotong endapan Kuarter hasil Gunung Api Merbabu dan Merapi hingga dasar Laut Jawa di sebelah utara Semarang. Untuk keperluan informasi aktivitas sesar tersebut maka dilakukan perencanaan pemasangan titik-titik pengamatan dan pengukuran GPS dengan metode statik geodetik. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan GPS dual frequency pada 14 titik pengamatan yang terpasang melintang arah dari Sesar Kaligarang dengan menggunakan Scientefic Software GAMIT 10.5 untuk pengolahan datanya. Tujuan dari penelitian ini antara lain merencanakan desain jaringan titik kontrol untuk monitoring deformasi Sesar Kaligarang dengan pengamatan GPS dan melakukan pengukuran pertama titik kontrol pengamatan deformasi Sesar Kaligarang secara teliti menggunakan alat ukur GPS dual frequency dengan perangkat ilmiah GAMIT 10.5. Tinjauan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini antara lain dinamika struktur bumi, sesar, Sesar Kaligarang, deformasi, GPS, data rinex, ITRF dan GAMIT. Pelaksanaan yang dilakukan meliputi perencanaan titik dan metode pengamatan, pengumpulan data, serta pengolahan data GPS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada strategi ketiga dengan cara titik-titik pengamatan diikatkan pada stasiun BAKO, COCO, DARW, dan PIMO mempunyai rata-rata simpangan baku X = 0,02741 m; Y = 0,01185 m; Z = 0,06000 m. Sehingga kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah pengukuran dengan menggunakan GPS dual frequency supaya didapatkan hasil yang lebih teliti maka harus diikatkan pada stasiun-stasiun yang dikategorikan sebagai IGS yang lebih banyak lagi.

Kata kunci : sesar, Sesar Kaligarang, GPS, GAMIT

 

ABSTRACT

Kaligarang Fault is an active fault shear which located in a river valley of Kaligarang. Kaligarang River divides the area of Semarang on the direction nearly north - south. In the Tertiary, Kaligarang Fault is a fault moves horizontally quarter turn to the right while at the time the fault is activated again as the fault moves horizontally left. According to geological research Kaligarang Fault directed north – south that extends to the east of Semarang cut the Quaternary sediments results of Merapi and Merbabu Volcano to the base of Java Sea in the north of Semarang. For the purposes of fault activity information then made a planning of the installation monitoring points of GPS measurements by using geodetic static methods.

The research method that used is using a dual frequency GPS observations on 14 points mounted transverse direction of Fault Kaligarang by using Gamit 10.5 Scientific Software for data

processing. The purpose of this research is made a planning of network point design to monitoring the fault deformation of Kaligarang by using GPS monitoring and take the first control point of Kaligarang fault deformation measurements carefully by using GPS dual frequency tools with scientific devices Gamit 10.5.  Scientefic Software for data processing. The purpose of this research such as the design of network control point plan for monitoring deformation Fault Kaligarang with GPS observations and take the first control point observations carefully on Kaligarang Fault deformation using GPS dual frequency measurement tools with scientific devices Gamit 10.5. Literature review which used in this research include the dynamics of the earth's structure, fault, Fault Kaligarang, deformation, GPS, Data RINEX, ITRF of Gamit. The implementation conducted on the point of planning of monitoring methods, collection of data, and analysis of GPS data. The results of this study showed on the second strategies by means of monitoring points tied BAKO station, COCO, DARW, of PIMO have an average standard deviation of X = 0.02741 m; Y = 0.01185 m; Z = 0.06000 m. So the final conclusion of this research is the measurement by using dual frequency GPS in order to obtain more precise results it must be tied to stations which categorized as IGS more.

Keywords: fault, Fault Kaligarang, GPS, GAMIT

Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.