skip to main content

ANALISIS DEBIT MAKSIMUM UNTUK PEMBUATAN PETA ALOKASI PENGGUNAAN AIR PERMUKAAN (STUDI KASUS : DAS KUPANG, JAWA TENGAH)

Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 7 Apr 2014.

Citation Format:
Abstract

Abstrak

Perkembangan wilayah pada suatu daerah akan menyebabkan kebutuhan air terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Pemenuhan kebutuhan pangan dan aktivitas penduduk selalu erat kaitannya dengan kebutuhan akan air. Tuntutan tersebut tidak dapat dihindari, tetapi haruslah  direncanakan pemanfaatannya sebaik mungkin. Kecenderungan yang sering terjadi adalah adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air di masa mendatang, diperlukan upaya pengkajian komponen-komponen kebutuhan air, serta efisiensi penggunaan air.

DAS Kupang mempunyai debit tertinggi pada bulan Januari yaitu sebesar 78,947 m3/detik dan debit terendah terjadi pada bulan Agustus yaitu sebesar 4,112 m3/detik dengan nilai ketersediaan air tertinggi pada bulan Januari yaitu sebesar 204.629.856,800 m3 dan nilai ketersediaan air terendah terjadi pada bulan Agustus yaitu sebesar 10.657.759,680 m3 dengan ketersediaan air total selama satu tahun sebesar 1.271.005.476 m3.

Kebutuhan air rata-rata bulanan wilayah DAS Kupang sebesar 7.746.367,172 m3 meliputi kebutuhan air domestik dan non domestik sebesar 3.086.152,800 m3 per bulan,  kebutuhan air peternakan sebesar 54.213,648 m3 per bulan, dan kebutuhan air untuk irigasi sebesar 4.294.918,080 m3per bulan dengan luas daerah irigasi seluas 1.744,20 Ha. Sedangkan kebutuhan air total wilayah DAS Kupang selama satu tahun sebesar 89.223.414,340 m3.

Kata kunci : DAS Kupang, Debit, Ketersediaan dan kebutuhan air.

Abstract

The development of the area would lead to high demand for water continues to increase in line with population growth rate. The fulfillment of food needs and activity inhabitant of always closely related to the need for water.These claims cannot be avoided, but should be used as best as possible planned. The common trend is the existence of an imbalance between the availability and high demand for water.To achieve the balance between the need for water and availability of water in the future, efforts are required for the assessment of the components of high demand for water, and the efficiency of water use.

Kupang river has the highest discharge in January that amounted to 78,947 m3/s and the lowest discharge occurs in August, namely 4,112 m3/s is equal to the value of the highest water availability in January that amounted to 204.629.856,800 m3 and the lowest water availability value occurred in August which amounted to 10.657.759,680 m3 of water availability with total for a year of 1.271.005.476 m3.

High demand for water average monthly the region of  Kupang river of 7.746.367,172 m3 covering domestic needs of water and non domestic 3.086.152,800 m3 per month, amounting to high demand for water livestock of 54.213,648 m per month, and the needs of water for irrigation as much as 4.294.918,080 m3 per month with broad the area of irrigated by 1.744,20 ha.While high demand for water total the region of the watershed Kupang river for one year as much as 89.223.414,340 m3. 

Keywords: Kupang river, discharge, availability and water needs

*) Penulis Penanggung 

Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.