skip to main content

ANALISIS DEFORMASI SEISMIK SESAR MATANO MENGGUNAKAN GNSS DAN INTERFEROMETRIK SAR

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Pulau Sulawesi merupakan bagian dari wilayah Indonesia bagian timur yang memiliki tatanan tektonik yang rumit. Berdasarkan sumber-sumber gempa yang terbentuk akibat proses tektonik sebelumnya, sumber gempa di darat bersumber dari beberapa sesar aktif di daratan Sulawesi Tengah. Salah satunya adalah Sesar Matano. Sesar Matano merupakan perpanjangan Sesar Palu Koro dari arah barat laut ke tenggara yang memotong Danau Matano. Akumulasi Energi (Locking) terbesar terdapat pada Sesar Matano yang mengindikasikan bahwa sesar aktif dan berpotensi untuk menghasilkan gempa yang besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan deformasi Sesar Matano berdasarkan vektor pergeseran dari pengamatan GNSS periodik pada Stasiun Titik Pantau Geodiamika (TPG) BIG dan pengolahan Multi-Temporal InSAR Persistent Scatter (PS) dan Small Baselines (SB) menggunakan citra SAR Sentinel-1 dengan rentang pegamatan Tahun 2016 sampai Tahun 2019.  Hasil pengamatan vektor pergeseran stasiun digunakan untuk mengkaji Strain-rate dan pola pola geser Sesar Matano. Estimasi model slip-rate dihitung dari vektor kecepatan line of sight (LOS) InSAR dan kecepatan stasiun. Hasil penelitian menunjukkan, pola pergeseran Sesar Matano menunjukkan pola geser mengiri (left-lateral strike-slip). Vektor pergeseran pada bagian utara sesar bergeser pada arah barat-barat laut dengan rentang nilai 9,865 - 15,059 mm/tahun, sedangkan vektor pergeseran pada bagian selatan sesar bergerak ke arah timur-tenggara dengan rentang nilai 9,590 - 16,483 mm/tahun. Vektor laju rotasi pada Sesar Matano cenderung menunjukkan rotasi berlawanan dari arah jarum jam. Pola laju rotasi semakin berkurang dari bagian utara sesar sebesar 14,6 deg/Mtahun menuju ke arah selatan menjadi 8,8 deg/Mtahun. Vektor laju regangan pada Sesar Matano menunjukkan pola laju regangan ekstensi pada bagian utara yang seiring berubah menjadi pola laju kompresi ke arah selatan. Hasil estimasi model slip-rate menunujukan besar laju geser pada segmen Sesar Sesar Matano-Pewusai memiliki rentang nilai slip optimal 17 – 28 mm/tahun dengan kedalaman 10 km dan pada segmen Sesar Matano didapatkan rentang nilai slip optimal 20 -24 mm/tahun pada kedalaman 10 km.

Kata Kunci   : Deformasi, GNSS, MT-InSAR, Sesar Matano

 

ABSTRACT

Sulawesi Island is part of the eastern part of Indonesia which has a complex tectonic order. Based on the sources of the earthquake formed by the previous tectonic process, the source of the earthquake on land originated from several active faults on the mainland of Central Sulawesi. One of them is the Matano Fault. Matano Fault is an extension of the Palu Koro Fault from northwest to southeast which cuts across Lake Matano. The Energy accumulation (Locking) is in the Matano Fault which indicates that the fault is active and has the potential to produce large earthquake. The purpose of this study is to model the deformation of the Matano Fault based on a movement vector from periodic GNSS observations at Titik Pantau Geodiamika (TPG) Station from BIG and Multi-Temporal InSAR Persistent Scatter (PS) and Small Baselines (SB) using Sentinel-1 images with a range of observations in 2016 to 2019. The results of observations of the station movement vector are used to study the strain rate and shear patterns of the Matano Fault. The slip-rate model estimate is calculated from the InSAR line of sight (LOS) velocity vector and the station movement. The results showed that the Matano Fault shear pattern showed a left-lateral strike-slip pattern. The movement vector in the north section of the fault moves in the west-northwest direction with a range of values 9,865-15,059 mm/year, while the movement vector in the south fault moves east-southeast with a range of values 9,590-16,483 mm/year. The rotation rate on the Matano Fault tends to show counterclockwise rotation. The rotation rate pattern decreases from the north of the fault from 14.6 deg/Myear to the south becomes 8.8 deg/Myear. The strain rate on the Matano Fault shows the extension strain rate pattern in the north which corresponds to a southward compression rate pattern. The slip-rate model estimation results show in the Matano-Pewusai Fault Segment has an optimal slip value range of 17-28 mm/ year with a depth of 10 km and in the Matano Fault segment the optimal slip value range of 20-24 mm/ year at depth 10 km.

Key Words     : Deformation, GNSS, Matano Fault, MT-InSAR

Fulltext View|Download
Keywords: Deformation, GNSS, Matano Fault, MT-InSAR

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.