ANALISIS PENGARUH FENOMENA UPWELLING TERHADAP JUMLAH TANGKAPAN IKAN DENGAN PENGAMATAN TEMPORAL CITRA AQUA MODIS (Studi Kasus : Selat Bali)

*Hot Parningotan Banjarnahor  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Andri Suprayogi  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Nurhadi Bashit  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 30 Mar 2020; Published: 2 Apr 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID-ID
Statistics: 60 55
Abstract

ABSTRAK

Perairan Selat Bali merupakan daerah di selatan khatulistiwa yang terletak diantara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Perairan Selat Bali memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup tinggi. Kelimpahan dan persebaran ikan dipengaruhi oleh produktivitas lingkungan seperti sebaran konsentrasi klorofil-a dan variasi suhu permukaan laut. Produktivitas lingkungan dipengaruhi oleh fenomena pembalikkan massa air (upwelling) yang diakibatkan oleh pergerakan angin yang melewati Selat Bali. Pada umumnya lokasi penangkapan ikan akan berpindah-pindah mengikuti pergerakan kondisi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari fenomena upwelling terhadap jumlah tangkapan ikan dengan pengamatan parameter suhu permukaan laut, klorofil-a, dan angin. Metode yang digunakan untuk pengamatan fenomena upwelling adalah dengan memanfaatkan hasil perekaman citra satelit yaitu citra Aqua MODIS dan data angin ASCAT. Data harian satelit Aqua MODIS dan ASCAT dikompilasi kedalam bentuk musiman menggunakan pemograman IDLuntuk mendapatkan nilai rata-rata parameter upwelling. Hasil akhir dari penelitian ini berupa pola sebaran parameter upwelling serta nilai variabilitas setiap parameternya. Fenomena upwelling di Selat Bali terjadi pada musim Timur dan musim Peralihan II dengan puncak konsentrasi klorofil sebesar 1,870 mg/m3 dan suhu rata-rata terendah 25,366°C serta kecepatan angin tertinggi sebesar 8,808 m/s. Kategori upwelling yang terjadi di Selat Bali didominasi kategori medium yang terjadi pada bulan Mei sampai dengan November dengan luas 26.906 - 3.322,588 km2. Hasil regresi polinomial menunjukkan koefisien determinasi yang berbeda-beda. Tahun 2016 koefisien determinasinya 0,0445, dan 0,2847 yang menunjukkan tingkat hubungan yang rendah, sedangkan tahun 2018 koefisiennya sebesar 0,6823 dan 0,7513 yang menunjukkan hubungan tinggi.

Kata kunci: Angin, Aqua Modis, Klorofil-a, Suhu Permukaan Laut, Upwelling.

 

 

ABSTRACT

The waters of the Bali Strait are areas south of the equator, located between Java and Bali. The waters of the Bali Strait have a high potential for fishery resources. Fish abundance and distribution are influenced by environmental productivity such as the distribution of chlorophyll-a concentrations and variations in sea surface temperature. Environmental productivity is influenced by the upwelling phenomenon caused by the movement of wind through the Bali Strait. In general, fishing locations will move around following the movement of environmental conditions. The purpose of this study was to determine the effect of the upwelling phenomenon on the number of fish catches by observing parameters of sea surface temperature, chlorophyll-a, and wind. The method used for observing the upwelling phenomenon is to utilize the results of recording satellite imagery, namely Aqua MODIS imagery and Ascat wind data. Daily data on Aqua MODIS and ASCAT satellites are compiled into a seasonal form using IDL programming to get the average value of the upwelling parameter. The final results of this study in the form of the distribution pattern of upwelling parameters and the value of the variability of each parameter. The upwelling phenomenon in the Bali Strait occurred in the East and Transition II seasons with peak chlorophyll concentrations of 1,870 mg/m3 and the lowest average temperature of 25,366 °C and the highest wind speed of 8,808 m/s. The upwelling category that occurred in the Bali Strait is dominated by the medium category which occurred in May to November with an area of 26.906 – 3.322,588 km2. Polynomial regression results show different coefficients of determination. In 2016 the coefficient of determination was 0,0445, and 0,2847, which showed a low level of relationship, while in 2018 the coefficients were 0,6823 and 0,7513, which showed a high relationship.

Keywords: Aqua Modis, Chlorophyll-a, Sea Surface, Temperature, Upwelling, Wind.

Keywords: Aqua Modis, Chlorophyll-a, Sea Surface, Temperature, Upwelling, Wind.

Article Metrics: