ANALISIS PERKEMBANGAN DAN POLA PERMUKIMAN DI WILAYAH KECAMATAN PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN KENDAL

Mavita Nabata Dzakiya, Sawitri Subiyanto, Fauzi Janu Amarrohman

Abstract


ABSTRAK

Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat akan mengakibatkan kebutuhan permukiman semakin besar, masalah ini hampir terjadi disetiap daerah perkotaan. Wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal menjadi wilayah yang berkembang untuk lahan pemukiman karena diwilayah pinggiran Kota Semarang dan Kabupaten Kendal menjadi incaran para pengembang maupun masyarakat individu. Pengembang memamnfaatkan untuk membangun rumah diatas ruang terbuka yang masih tersedia diwilayah pinggiran tersebut. Sehingga dibutuhkan informasi mengenai perubahan penggunaan lahan dan pola persebaran permukiman dalam kaitannya dengan tata guna lahan pada perencanaan kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan interpretasi penggunaan lahan pada Citra Quikcbird tahun 2010 dan 2015 dan Citra SPOT 6 tahun 2019 yang kemudian dianalisis besar perubahan penggunaan lahan dan dianalisis menggunakan metode analisis tetangga terdekat untuk mengetahui pola persebaran permukiman. Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis didapatkan perubahan luas lahan permukiman di Kecamatan Boja, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Mijen, Ngaliyan, Singorojo dan Tugu pada tahun 2010 – 2015 sebesar 211,10 ha dan pada tahun 2015 – 2019 sebesar 369,57 ha. Perubahan tersebut terdiri dari permukiman teratur yang mengalami perubahan sebesar 184,16 ha dan permukiman tidak teratur mengalami perubahan sebesar 354,43 ha. Dari hasil perhitungan nilai indeks tetangga terdekat (T) dapat diketahui pola persebaran permukiman di Kecamatan Boja, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Mijen, Ngaliyan, Singorojo dan Tugu  adalaha mengelompok dan acak. Luas pola  persebaran mengelompok sebesar 112.940,49 ha. Luas pola persebaran acak sebesar 233.879,72 ha.

 

Kata Kunci: Analisis Tetangga Terdekat, Citra Quickbird, Citra SPOT 6, Penggunaan Lahan, Permukiman

 

 

ABSTRACT

The Population growth rapidly affect in increased the demand of settlements, this problem almost occurs in every urban area. The sub district area which borders directly at the booth of Semarang and Kendal Regency is the developing residential area because the location which in the suburbs of Semarang and Kendal Regency is being the target of developers and individual people to build houses on open spaces that are still available on it. Information is needed regarding changes in land use and patterns of settlement distribution in relation to land use in urban planning. The methods used in this research is remote sensing and geographical information system with land use interpretation at Citra Quickbird 2010 and 2015, and Citra SPOT 6 2019 which analyzed how much the land use change and settelement’s distribution pattern using the closest neighbour methods analysis. Based on datas processing and the result of analysis show that the alteration of settlement area at Boja, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Mijen, Ngaliyan, Singorojo and Tugu sub district on 2010-2015 is 211,10 ha and on 2015-2019 is 369,57 ha. This change consists of regular settlement which change in the amount of 184,16 ha and unregular settlement which change in the amount of 354,43 ha. From the result of closest neighbour value index calculation (T) known that settlement’s distribution pattern at Boja, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Mijen, Ngaliyan, Singorojo and Tugu sub district is clustering and random. The area of clustering distribution is 112.940,49 ha. The area of random distribution is 233.879,724 ha.

Keywords: Land Use,  Nearest Neighbor Analysis, Settlement, Quickbird Image, SPOT 6 Image.


Keywords


Analisis Tetangga Terdekat, Citra Quickbird, Citra SPOT 6, Penggunaan Lahan, Permukiman

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats