ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN AKIBAT PERPINDAHAN FASILITAS PUBLIK TERHADAP ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN BOYOLALI KABUPATEN BOYOLALI

Erni Dwi Hapsari Putri, Bambang Sudarsono, Nurhadi Bashit

Abstract


Kabupaten Boyolali memiliki terminal sebagai fasilitas publik yang berada di Desa Siswodipuran. Namun, pada tahun 2017 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Boyolali, fasilitas publik yang semula di Desa Siswodipuran dipindahkan ke Desa Penggung. Selain itu, Kecamatan Boyolali dilewati pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang dilakukan oleh PT Jasa Marga (Persero). Seiring dengan bertambahnya waktu, Kecamatan Boyolali mengalami peningkatan jumlah penduduk. Hal tersebut mempengaruh peningkatnya aktifitas masyarakat sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan berupa pemukiman dan perubahan harga/nilai tanah. Metode pada  penelitian ini  menggunakan metode tumpang susun (overlay) yang merupakan salah satu analisis dari SIG. Tahapan selanjutnya itu dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan terhadap zona nilai tanah yang dikaitkan dengan pengaruh perpindahan terminal dan pembangunan jalan tol Semarang-Solo di Kecamatan Boyolali. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2013 – 2018. Kenaikan penggunaan lahan tertinggi terdapat pada permukiman sebesar 1%, dan kenaikan terendah terdapat pada industri sebesar 0,37%. Penurunan penggunaan lahan tertinggi terdapat pada sawah sebesar 1,28% dan terendah pada kebun  sebesar 0,29%. Perubahan zona nilai tanah terdapat kenaikan pada zona 3 di Desa Penggung, terjadi kenaikan 1.183,08%. Faktor yang mempengaruhi kenaikan adalah dekat dengan fasilitas publik yaitu pembangunan terminal baru dan pasar Penggung, selain itu dekat dengan jalan nasional, pada zona 3 perubahan penggunaan lahan dari kebun menjadi pemukiman dan kebun menjadi terminal baru. Pembuatan jalan tol melewati zona 12, 13, 19, 30, 33, 36, 39, dan 40 pada peta ZNT 2018, yang mengalami kenaikan perubahan kenaikan terbesar pada zona 38 pada tahun 2013 berubah menjadi zona 39 pada tahun 2018, naik sekitar 994,87%. Faktor yang mempengaruhi kenaikan karena merupakan permukiman padat penduduk, dekat dengan jalan utama, dan adanya pembangunan jalan tol, selain itu terjadi perubahaan penggunaan lahan dari permukiman menjadi jalan tol. Zona lainnya mengalami kenaikan tetapi tidak begitu besar karena daerah exit tol. Kenaikan nilai NIR per m2 terendah terjadi pada zona 14 sebesar 24% dan mengalami perubahan penggunaan lahan kebun menjadi industri.


Keywords


Perubahan Lahan, Perubahan Nilai Tanah, SIG , Zona Nilai Tanah.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats