ANALISIS AKSESIBILITAS SHELTER EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA PADANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Nia Rahmadhani, Andri Suprayogi, LM. Sabri

Abstract


Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut, akibat dari perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau horizontal (Tanioka and Satake, 1995), yang disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982).   Perairan barat Sumatera memiliki ciri kegempaan aktif, gempa-gempa yang sering menimbulkan tsunami tersebut perlu diwaspadai, terutama di kawasan pantai yang padat penduduk. Hal ini merupakan potensi bencana besar bagi Kota Padang, untuk itu dibutuhkan upaya penanggulangan bencana yang lebih terpadu. Teknologi Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menyusun model informasi yang nantinya dapat digunakan sebagai langkah dalam melaksanakan program mitigasi bencana. Pentingnya data jalur jaringan jalan Kota Padang yaitu untuk menentukan rute/jalur evakuasi tsunami, sementara data shelter evakuasi tsunami dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang pada bulan Mei – 2012 digunakan sebagai bahan analisa dan acuan pada penelitian ini, serta mengidentifikasi apakah shelter evakuasi tersebut dapat terjangkau secara efektif dan efisien  oleh korban tsunami pada saat proses evakuasi terjadi.

Penelitian ini menganalisis jaringan jalan dan shelter evakuasi tsunami mana yang pas untuk dituju oleh

tiap warga Kota Padang yang berada pada zona rawan tsunami, serta menganalisis apakah shelter yang

direkomendasikan tersebut dapat mencakup secara keseluruhan daerah rawan bencana tsunami di Kota Padang.

Terdapat satu metodologi pelaksanaan yang terdiri dari 4 tahap yaitu  tahap pengumpulan data, tahap

persiapan , tahap pengolahan lanjutan yaitu proses network analisys di software ArcGIS dan terakhir yaitu tahap analisis.

Hasil yang diperoleh bahwa shelter tersebut ternyata belum dapat mencakup semua daerah yang berada pada zona rawan tsunami. Untuk mengatasinya dilakukan penambahan minimal 2 buah shelter pada blank area agar dapat melingkupi daerah zona rawan tsunami. Peta jalur evakuasi bencana tsunami hasil  network analysis ini memiliki karakter yaitu mengikuti alur atau pola jaringan jalan yang telah ada, sehingga pada tiap shelter untuk luas area servisnya rata-rata 37.988 % lebih kecil dibandingkan dengan luas area buffering-nya.

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats