PEMETAAN TINGKAT LAHAN KRITIS KABUPATEN WONOSOBO DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kec. Kejajar, Kec. Garung, Kec. Mojo Tengah)

*Lingga Hascarya Prabandaru  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Arief Laila Nugraha  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Abdi Sukmono  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Oct 2016; Published: 1 Nov 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 340 333
Abstract
ABSTRAK

Keberadaan lahan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.Akan tetapi persoalan kerusakan hutan dan lahan terus terjadi dan mengalami peningkatan sehingga mengakibatkan lahan menjadi kritis.Di Wonosobo, degradasi lahan di situs candi Dieng dan kejajar yang meluas pada 1998-1999 menyebabkan 7.758 hektar lahan kritis. Lahan itu untuk budidaya kentang, dampaknya pada musim hujan terjadi tanah longsor di banyak titik pemukiman, dan ruas jalan Wonosobo, sepanjang kecamatan Garung – Dieng, dan saat musim kemarau penduduk di daerah pegunungan kekurangan air. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menghitung luas tingkat lahan kritis di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Kecamatan Kejajar, Kecamatan Garung, Kecamatan Mojotengah.

Metode yang digunakan adalah metode penginderaan jauh, dan Sistem informasi geografis yang meliputi overlay, skoring serta pembobotan. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutani Sosial No: P.4/V-SET/2013 faktor yang mempengaruhi lahan kritis adalah vegetasi, kelereng, erosi, produktivitas, dan manajemen.

Hasil penelitian ini menunjukan luas kelas lahan kritis didominasi oleh kelas potensial kritis seluas 10802 Ha. Luas kelas lahan kritis pada fungsi kawasan lindung diluar hutan lindung didominasi oleh kelas potensial kritis seluas 1304 Ha. Sedangkan kelas terendah adalah kelas Sangat Kritis yag mempunyai luas 2 Ha. Luas kelas lahan kritis pada fungsi kawasan lindung diluar hutan lindung didominasi oleh kelas potensial kritis seluas 5091 Ha. Sedangkan kelas terendah adalah kelas Sangat Kritis yag mempunyai luas 5 Ha. Luas kelas lahan kritis pada fungsi budidaya pertanian didominasi oleh kelas potensial kritis seluas 4543 Ha. Pada fungsi kawasan lindung, tidak mempunyai kelas sangat kritis, sedangkan kelas terendah adalah kelas Kritis yag mempunyai luas 178 Ha.

Kata Kunci :Lahan Kritis, SIG, Penginderaan Jauh, Wonosobo

 

ABSTRACT

                    The existence of the land is an important aspect forhuman life and another living beings . But the degradation of forests’s land have persisted and increased resulting ciritical land. At Wonosobo, land degradation in the Dieng temple and Kejajarmake 7758 hectares of critical land on 1998-1999. The impact on the rainy season landslides at many points at residance, roads onWonosobo, and  all districts Garung - Dieng, and during the dry season population in mountainous areas of water shortage. This study for make map and estimate the level of critical land in Wonosobo, Central Java (District Kejajar, District Garung, District Mojotengah.

                    The method used is the method of remote sensing and geographic information system that includes an overlay, scoring and weighting. Based on the Regulation of Director General of Watershed Management and Social No: P.4 / V-SET / 2013 factors affecting the critical area is vegetation, erosion, productivity, and management.

                    The results of this study show the class area of critical land dominated by a class of potential critical area of 10802 Ha. Broad class of critical land in the function of protected areas outside the protected forest was dominated by a class of potentially critical area of 1304 Ha. While the lowest grade is very critical class has an area 2 hectares. Broad class of critical land in the function of protected areas outside the protected forest was dominated by a class of potentially critical area of 5091 Ha. While the lowest class is class very criticalhas area 5 ha. Broad class of critical land on the functioning of agriculture is dominated by a class of potential critical area of 4543 Ha. On the function of the protected area, do not have a very critical grade, while the lowest grade is critical  class has an area 178 hectares.

 

Keywords:Critical Land , GIS, Remote Sensing, Wonosobo

*)Penulis, PenanggungJawab



Keywords: Kata Kunci :Lahan Kritis, SIG, Penginderaan Jauh, Wonosobo

Article Metrics: