skip to main content

HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI MELALUI MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA ANGAKATAN 2019 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 9 Sep 2020; Published: 21 Jun 2023.
Open Access Copyright 2023 Empati
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan pengungkapan diri melalui media sosial pada mahasiswa. Pengungkapan diri melalui media sosial merupakan proses membagikan informasi dan perasaan mengenai diri pribadi kepada orang lain yang dilakukan secara online melalui platform online yang efektif untuk memudahkan penggunaan interaksi pada para pengguna lainnya. Kebutuhan afiliasi merupakan kebutuhan untuk membangun, menjalin hubungan serta mempertahankan relasi interpersonal dengan orang lain. Populasi pada penelitian ini merupakan mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro sebanyak 320 mahasiswa, dengan sampel penelitian sebanyak 170 mahasiswa. Teknik penelitian tersebut diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kebutuhan Afiliasi (25 aitem; α = 0,888) dan Skala Pengungkapan Diri melalui Media Sosial (28 aitem; α = 0,917). Analisis regresi sederhana menunjukan nilai rxy = 0,333 dengan  p = 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif antara kebutuhan afiliasi dengan pengungkapan diri melalui media sosial pada mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Kebutuhan afiliasi mempengaruhi sebesar 11,1% terhadap pengungkapan diri melalui media sosial dan sebesar 88,9% dipengaruhi oleh faktor lain.

Fulltext View|Download
Keywords: kebutuhan afiliasi; mahasiswa; media sosial; pengungkapan diri

Article Metrics:

  1. Atanasova, A. (2016). Gender-specific behaviors on social media and what they mean for online communication. Socialmediatoday. http://www.socialmediatoday.com/social-networks/gender-specific-behaviors-socialmedia-and-what-they-mean-online communications
  2. Azmil. (2013). 56 persen pengguna jejaring sosial terkena FOMO. Merdeka. https://www.merdeka.com/teknologi/56-persen-pengguna-jejaring-sosial-terkena-fomo.html
  3. Baron, R. A & Byrne, D. (2004). Psikologi sosial jilid 1 (10th ed.). Erlangga
  4. Blau, I. (2011). Application use, online relationship type, self-disclosure, and the internet abuse among children and youth: Implications for educational and safety programs. Journal Educational and Computing Research, 45(1), 95-116. https://doi.org/10.2190/EC.45.1.e
  5. Buntaran, F. A. A. & Helmi, A. F. (2015). Peran kepercayaan interpersonal remaja yang kesepian dalam memoderasi pengungkapan diri pada media jejaring sosial online. Gadjah Mada Journal of Psychology, 1(2), 106-119. https://doi.org/10.22146/gamajop.7348
  6. Chen, J. V., Widjaja, A. E., & Yen, D. C. (2015). Need for affiliation, need for popularity, self-esteem, and the moderating effect of big five personality traits affecting individuals’ self-disclosure on facebook. International Journal of Human-Computer Interaction, 31(11), 815–831. https://doi.org/10.1080/10447318.2015.1067479
  7. DeVito, J. A. (2011). Komunikasi antar manusia. Kharisma Publishing Group
  8. Ekasari, N. (2013). Hubungan antara pengungkapan diri (self-disclosure) melalui blackberry messenger dan kualitas hidup (quality of life) pada remaja. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(2), 1-11
  9. Gainau, M. B. (2009). Keterbukaan diri (self disclosure) siswa dalam perspektif budaya dan implikasinya bagi konseling. Jurnal Ilmiah Widya Warta, 33(1)
  10. Hootsuite and We Are Social. (2019). Berapa pengguna media sosial Indonesia? Katadata. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/02/08/berapa-pengguna-media-sosial-indonesia
  11. Hurlock, E. B. (2002). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga
  12. Khairunnisa, R. & Alfaruqy, M. Z. (2022). Hubungan antara kecerdasan emosional dengan cyberbullying di media sosial twitter pada siswa SMAN 26 Jakarta. Jurnal Empati, 11(4), 260 – 268. https://doi.org/10.14710/empati.0.36471
  13. Kusumaningtyas, R. D. (2010). Peran media sosial online facebook sebagai saluran self disclosure remaja putri di Surabaya [Skripsi, Universitas Pembangunan Nasional Vateran]. Eprints UPN Jatim. http://eprints.upnjatim.ac.id/439/
  14. Lee, Y., Soewondo, S., & Zulkaida, A. (2012). Kebutuhan afiliasi pada mahasiswa pengguna facebook (studi deskriptif) [Skrpsi tidak dipublikasikan]. Universitas Paramadina
  15. Maheswari, J., & Dwiutami, L. (2013). Pola perilaku dewasa muda yang kecenderungan kecanduan situs jejaring sosial. JPPP-Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 2(1), 51-62. http://doi.org/10.21009/JPPP
  16. McCoyd, J. L. M., & Kerson, T. S. (2006). Conducting intensive interviews using email. Qualitative Social Work: Research and Practice, 5(3), 389-406. https://doi.org/10.1177/1473325006067367
  17. Minanti, R. D. (2016). Hubungan kebutuhan afiliasi dengan pengungkapan diri pada pengguna media sosial [Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah]. Eprints UMM. https://core.ac.uk/download/pdf/186349134.pdf
  18. Monks, F. J., & Haditono. S. R. (2009). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Gajah Mada University Press
  19. Muise, A. Christofides, E. & Desmarais, S. (2009). More information than you ever wanted: does facebook bring out the green-eyed monster of jealousy? Journal CyberPsychology & Behavior, 12(4), 441-444. https://doi.org/10.1089/cpb.2008.0263
  20. Ningsih, W. (2015). Self disclosure pada media sosial (Studi deskriptif pada media sosial anonim legatalk) [Skripsi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa]. Eprints Untirta. http://eprints.untirta.ac.id/499/
  21. Pamuncak, D. (2011). Pengaruh tipe kepribadian terhadap self-disclosure pengguna facebook [Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah]. Eprints UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/6084/1/DIMAS%20PAMUNCAK-FPS.PDF
  22. Putra, S. I. (2015). Hubungan motif afiliasi dengan intensitas penggunaan jejaring sosial twitter pada remaja akhir. Jurnal Psikologi Udayana, 2(1), 48-58
  23. Robbins, P.S., Judge, T.A. (2008). Perilaku organisasi buku 1. Salemba Empat
  24. Rusna., & Asra, Y. K., (2014). Hubungan motif afiliasi dengan keterbukaan diri pada mahasiswa pengguna facebook [Thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau]. Eprints Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau. http://repository.uin-suska.ac.id/6341/
  25. Santrock, J. W. (2012). Life-span development. Erlangga
  26. Sari, Y. K. (2019). Hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan self disclosure pada generasi milenial mahasiswa sitem informasi Universitas Binadarma Palembang [Skripsi, Universitas Bina Darma]. Eprints Universitas Bina Darma. http://repository.binadarma.ac.id/id/eprint/166
  27. Schiffrin, H., & Falkenstern, M. (2012). Online self-disclosure behavior. Encyclopedia of Cyber Behavior, 72(1), 873–884. https://doi.org/10.1080/10864415.2015.979479
  28. Sheldon, P. (2010). Similarities and differences in self disclosure and friendship development between face to face communication and facebook [Disertasi, Graduate Faculty of the Louisiana State University]. LSU Digital Commons. https://digitalcommons.lsu.edu/gradschool_dissertations/3563/
  29. Streep, P. (2013). Four things teens want and need from social media. Diunduh dari https://www.psychologytoday.com
  30. Taylor, S. E., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2009). Psikologi sosial (12th ed.). Kencana
  31. Vural, O. F. (2015). Positive and negative aspects of using social networks in higher education: a focus group study. Education Research and Reviews, 10, 1157-1166. https://doi.org/10.5897/ERR2015.2144
  32. Yoseptian, L. (2012). Kebutuhan afiliasi dan keterbukaan diri pada remaja pengguna facebook [Skripsi tidak dipublikasikan]. Universitas Gunadarma

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.