skip to main content

SUKA DAN DUKA MENJADI YANG KEDUA (Studi kualitatif fenomenologi kepuasan pernikahan pada perempuan yang menjadi istri kedua dalam pernikahan poligami

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Penelitian ini berdasarkan pada fenomena pernikahan poligami yang sedang marak di masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan memahami tentang kepuasan pernikahan serta suka dan duka yang dirasakan selama menjalani kehidupan pernikahan menjadi istri kedua dalam pernikahan poligami. Penelitian ini berfokus pada dinamika kehidupan subjek menjadi istri kedua dalam pernikahan poligami.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dan teknik analisis eksplikasi data. Teknik analisis eksplikasi data deskripsi fenomena individual membagi pengalaman menjadi empat episode yaitu, episode pra pernikahan, pernikahan, menerima menjadi istri kedua dalam pernikahan poligami, perpisahan dengan suami. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Penelitian ini dilakukan pada tiga subjek yaitu perempuan yang telah menikah dengan usia pernikahan minimal 1 tahun baik melalui pernikahan resmi atau pernikahan siri, dan berstatus istri kedua dalam pernikahan poligami. Hasil penelitian mengungkapkan dari ketiga subjek penelitian mayoritas mengalami kepuasan pernikahan dan bahagia menjadi istri kedua dalam pernikahan poligami. Selain itu, hasil penelitian yang ditemukan dengan membanding hasil penelitian sebelumnya ternyata kepuasan pernikahan istri dalam pernikahan poligami dipengaruhi oleh posisi istri dalam pernikahan poligami tersebut. Perempuan yang menjadi istri kedua kepuasan pernikahannya lebih tinggi sehingga menimbulkan perasaan suka dibandingkan istri pertama, tetapi ketika suaminya menikah lagi dan posisinya tergantikan oleh istri suami yang baru yaitu istri ketiga maka kepuasan pernikahan istri kedua akan menurun bahkan menimbulkan perasaan duka sehinggaberakibat pada pengambilan keputusan untuk bercerai. Selain itu, ketidaksesuaian harapan tentang gambaran pernikahan ideal juga memengaruhi kepuasan pernikahan.

Fulltext View|Download
Keywords: pernikahan; poligami; fenomenologi

Article Metrics:

  1. Al-Krenawi, A., & Graham, J.R., (2014). A study of psychological symptoms, family function, marital and life satisfactions of polygamous and monogamous women. International Journal of Social Psychiatry, 52(1), 5-17. Doi: 10.1177/0020764010387063
  2. Azeez, A.E.P. (2013). Employed women and marital satisfaction: a study among female nurses. International Journal of Management and Social Research (IJMSSR), 2(11), 17-22
  3. Djubaedah, N. (2010). Pencatatan perkawinan & perkawinan tidak di catat menurut hukum tertulis di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika
  4. Duvall, E. M., & Miller, C.M. (1985). Marriage and Family Development (Sixth Edition). New York, NY: Harper & Row Publisher
  5. Fahmi, I. (2014). Proses pengambilan keputusan menjadi istri kedua dalam perkawinan poligami pada wanita berpendidikan tinggi. Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(2), 231-243
  6. Fowers, B. J. & Olson, D. H. (1993). Enrich marital satisfaction scale: A brief research and clinical tool. Journal of Family and Psychologiy, 7(2), 176-185. Doi: 10.1037/0893-3200.7.2.176
  7. Herdiansyah, H. (2012). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta:
  8. Salemba Humanika
  9. Kertamuda, E Fatchiah. (2009). Konseling pernikahan untuk keluarga di Indonesia. Jakarta: Salemba Humanika
  10. Khotibatunnisa, S. (2014). Hubungan interaksi suami istri dengan kualitas perkawinan pada keluarga poligami. (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Bogor
  11. Moleong, L.J. (2017). Metode penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  12. Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human development: Psikologi perkembangan. Jakarta: Kencana
  13. Thobejane, T. D., & Flora, T., (2014). An exploration of polygamous marriage : worldview. Mediterranean Journal of Social Sciences, 5(27), 1058-1066. Doi: 10.5901/mjss.2014.v5n27p1058
  14. Walgito, B. (2004). Bimbingan konseling dan perkawinan. Yogyakarta : Andi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.