skip to main content

HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA MAHASISWI YANG SUDAH BERKELUARGA DI JOMBANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan motivasi berprestasi pada mahasiswi yang sudah berkeluarga di Jombang. Motivasi berprestasi adalah dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang merupakan pengharapan dari dirinya sendiri sehingga memungkinkan tercapainya prestasi yang terbaik. Konflik peran ganda adalah konflik dalam diri yang muncul akibat pertentangan antara peran sebagai mahasiswi dengan peran di dalam keluarga, sehingga mengganggu tanggung jawab antar peran. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 72 mahasiswi yang sudah berkeluarga dengan sampel penelitian sejumlah 35 subjek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala konflik peran ganda (24 aitem, a=958) dan motivasi berprestasi (32 aitem, a=940). Hasil analisis menggunakan regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0.585 dengan nilai signifikan 0.000 (p.>0.05). Konflik peran ganda memberi sumbangan efektif sebesar 0.342 atau sebesar 34,2% terhadap motivasi berprestasi pada mahasiswi yang sudah berkeluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran ganda dengan motivasi berprestasi pada mahasiswi yang sudah berkeluarga di Jombang. Semakin rendah konflik peran ganda pada mahasiswi yang sudah berkeluarga maka semakin tinggi motivasi berprestasi, sebaliknya semakin tinggi konflik peran ganda pada mahasiswi yang sudah berkeluarga maka semakin rendah motivasi berprestasi.

Fulltext View|Download
Keywords: konflik pera nganda, motivasi berprestasi, mahasiswi

Article Metrics:

  1. Afrida, N. E. (2017). Makna konflik peran pada mahasiswa dengan peran ganda. Jurnal Psikologi, 68(1)
  2. Akbar, D.A. (2017). Konflik peran ganda karyawan wanita dan stress kerja. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 12(1)
  3. Azwar, S. (1999). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  4. Burhanuddin, T.D., Sjahruddin, H., & Mus., A.M., Pengaruh konflik peran ganda terhadap kinerja melalui stres kerja. Jurnal Organisasi dan Manajemen
  5. Fathurrohman, M. & Sulistyorini. (2012). Belajar dan pembelajaran meningkatkan mutu pembelajaran sesuai standar nasional. Yogyakarta: Teras
  6. Hawadi, N. (2001). Psikologi perkembangan anak: Mengenal sifat, bakat, dan kemampuan anak. Jakarta: PT Grasindo
  7. Jex, S. M. & Britt, T. W. (2008). Organizational psychology: A scientist- practitioner approach second edition. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc
  8. Rohman, H. N. (2010). Implikasi pernikahan pada masa studi terhadap prestasi belajar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga
  9. Santrock, J.W, (2007). Psikologi pendidikan, Jakarta: Kencana
  10. Santrock, J.W. (2014).Psikologi pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika
  11. Siregar, N. (2017). Hubungan motivasi berprestasi dengan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia. Jurnal Diversita, 3(1)
  12. Sumberdaya.risetdikti (2016) http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2016/02/uu-nomor-12-tahun-2012-ttg-pendidikan-tinggi.pdf
  13. Van Rhijn, T. (2009). School-family conflict and enrichment in undergraduate student parents masters thesis. Available from dissertations and theses: Full text database. (Publication No. AAT MR56791)
  14. Virina, Y. (2008). Pengaruh motivasi berprestasi dengan prestasi belajar mata kuliah yang menjadi prasyarat PPL II terhadap kemampuan mengajar mahasiswa. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.