HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH (RSJD) Dr AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG
DOI: https://doi.org/10.14710/empati.2019.24398
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi emosi dengan burnout pada perawat rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr Amino Gondohutomo Semarang. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 145 perawat dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 65 perawat yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala burnout dan skala regulasi emosi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,819 dengan tingkat signifikan korelasi p = 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara regulasi emosi dengan burnout pada perawat rawat inap. Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah burnout. Regulasi emosi memberikan sumbangan sebesar 67% terhadap burnout, sisanya sebesar 33% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustina. (2015). Enam jenis pekerjaan ini sebabkan pegawai depresi. Diunduh dari http://www.tribunnews.com/lifestyle/2015/01/27/enam-jenis-pekerjaan-ini-sebabkan-pegawai-depresi.
Aji, A. B., & Ambarini, T. K. (2014). Coping stress perawat dalam menghadapi agresi pasien di Rumah Sakitn Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Jurnal Psikologi dan Organisasi, 3(1), 54-58.
Donoso, L.M.B, Demerouti, E., Hernandez, E.G, Moreno-Jimenez, B., & Cobo, I.C. (2015). Positive benefits of caring on nurses motivation and well being: A diary study about the role of emotional regulation abilities at work. International Journal of Nursing Studies, 52(4), 804-816.
Dubrin, A. J. (2009), Human relations: interpersonal job-oriented skills. Tenth Edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Greenberg, J., & Baron, R. A. (2003). Behavior in Organization, Understanding and managing the human side of work, 8th edition. New Jersey: Prentice Hall Inc.
Gross, J. J. (2007). Handbook of emotion regulation. New York: Guilford Publication.
Ivancevich, J. M., & Konopaske, R., & Matteson, M.T. (2007). Perilaku dan manajemen organisasi jilid I. Edisi ketujuh. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Papalia, D. E., Olds, S.W., & Feldman, R. D. (2009). Human development: Perkembangan manusia. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Papalia, D. E., Sterns, H. L., Feldman, R. D., & Camp, C. J. (2007). Adult development and aging. New York: McGraw-Hill.
Pieter, H. Z., Janiwarti, B., & Saragih, M. (2011). Pengantar psikopatologi untuk keperawatan. Jakarta: Kencana.
Putri, D. W. L. (2013). Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial pada perawat Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi, 2(1), 1-15.
Safaria, T., & Saputra, N. E. (2009). Manajemen emosi. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Salgado, A. B. (2009). Psychology for nurses. Malaysia: McGraw-Hill.
Tawale, E. N., Budi, W., & Nurcholis, G. (2011). Hubungan antara motivasi kerja perawat dengan kecenderungan mengalami burnout pada perawat di RSUD Serui – Papua. INSAN, 13(2), 74-84.
Widyakusumastuti, R., & Fauziah, N. (2016). Hubungan antara komunikasi interpersonal dengan burnoout pada perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Semarang. Jurnal Empati, 5(3), 553-557.
World Health Organizational. (2016). Hospital article. Diunduh dari http://www.who.int/topics/hospitals/en/.
Copyright (c) 2019 Empati
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/