Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI24397, author = {Putri Lissandi and Imam Setyawan}, title = {HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN KEMANDIRIAN PADA SANTRI PONDOK PESANTREN MATHOLI’UL ANWAR KABUPATEN LAMONGAN}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {8}, number = {2}, year = {2019}, keywords = {kemandirian}, abstract = { Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan kemandirian pada santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Kabupaten Lamongan. Kemandirian merupakan kemampuan individu dalam mengambil keputusan secara mandiri, bertingkah laku sesuai dengan yang diinginkan, serta bertanggung jawab terhadap perilaku yang dilakukan. Self-regulated learning merupakan kemampuan individu dalam mengaktifkan dan mempertahankan kognisi, afeksi, dan perilakunya secara sistematis untuk meraih tujuan belajar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 175 santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Kabupaten Lamongan. Sampel penelitian ini berjumlah 112 santri yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling . Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu skala kemandirian (19 aitem, = 0,847) dan skala self-regulated learning (22 aitem, = 0,877). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan (r xy = 0,699, p= 0,000) antara self-regulated learning dengan kemandirian. Semakin tinggi self-regulated learning maka semakin tinggi pula kemandirian pada santri. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah self-regulated learning maka akan semakin rendah pula kemandirian pada santri. Self-regulated learning memberikan sumbangan efektif sebesar 48,8% pada kemandirian. }, issn = {2829-1859}, pages = {348--353} doi = {10.14710/empati.2019.24397}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/24397} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan kemandirian pada santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Kabupaten Lamongan. Kemandirian merupakan kemampuan individu dalam mengambil keputusan secara mandiri, bertingkah laku sesuai dengan yang diinginkan, serta bertanggung jawab terhadap perilaku yang dilakukan. Self-regulated learning merupakan kemampuan individu dalam mengaktifkan dan mempertahankan kognisi, afeksi, dan perilakunya secara sistematis untuk meraih tujuan belajar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 175 santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Kabupaten Lamongan. Sampel penelitian ini berjumlah 112 santri yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu skala kemandirian (19 aitem, = 0,847) dan skala self-regulated learning (22 aitem, = 0,877). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan (rxy= 0,699, p= 0,000) antara self-regulated learning dengan kemandirian. Semakin tinggi self-regulated learning maka semakin tinggi pula kemandirian pada santri. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah self-regulated learning maka akan semakin rendah pula kemandirian pada santri. Self-regulated learning memberikan sumbangan efektif sebesar 48,8% pada kemandirian.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University