Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI23600, author = {Irfan Kurniadi and Anggun Prasetyo}, title = {HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN RESONAN DENGAN BURNOUT PADA ANGGOTA KEPOLISIAN BRIGADIR MOBIL (BRIMOB) DETASEMEN A PELOPOR SUBDEN 2 SEMARANG}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {8}, number = {1}, year = {2019}, keywords = {gaya; kepemimpinan; resonan}, abstract = { Instansi Kepolisian selalu melakukan pergantian pemimpin yang berlangsung setiap periode kepemimpinan. Setiap calon pemimpin memiliki gaya dalam memimpin masing-masing. Salah satu tipe gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah gaya kepemimpinan resonan dimana pemimpin mampu menggerakan orang-orang dikelompoknya dengan penuh gairah, kekuatan, ketegasan, dan empati. Persepsi negatif anggota akan gaya kepemimpinan resonan menjadikan stresor di lingkungan kerja yang menjurus terjadinya burnout . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout pada anggota Kepolisian Brigadir Mobil (Brimob) Detasemen A Pelopor Subden 2 Semarang. Subyek penelitian ini berjumlah 136 anggota. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling . Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Persepsi Gaya Kepemimpinan Resonan (32 aitem, α = 0,943) dan Skala Burnout (28 aitem, α = 0,919) yang diujikan kepada 100 anggota. Analisis Spearman Rho menunjukan nilai r xy = -0,715 dengan p = 0,000 ( p < 0,05). Hasil ini menunjukan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout . Artinya semakin positif persepsi gaya kepemimpinan resonan di instansi tersebut maka akan semakin rendah burnout yang dialami anggota kepolisian. }, issn = {2829-1859}, pages = {247--252} doi = {10.14710/empati.2019.23600}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/23600} }
Refworks Citation Data :
Instansi Kepolisian selalu melakukan pergantian pemimpin yang berlangsung setiap periode kepemimpinan. Setiap calon pemimpin memiliki gaya dalam memimpin masing-masing. Salah satu tipe gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah gaya kepemimpinan resonan dimana pemimpin mampu menggerakan orang-orang dikelompoknya dengan penuh gairah, kekuatan, ketegasan, dan empati. Persepsi negatif anggota akan gaya kepemimpinan resonan menjadikan stresor di lingkungan kerja yang menjurus terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout pada anggota Kepolisian Brigadir Mobil (Brimob) Detasemen A Pelopor Subden 2 Semarang. Subyek penelitian ini berjumlah 136 anggota. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Persepsi Gaya Kepemimpinan Resonan (32 aitem, α = 0,943) dan Skala Burnout (28 aitem, α = 0,919) yang diujikan kepada 100 anggota. Analisis Spearman Rho menunjukan nilai rxy= -0,715 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout. Artinya semakin positif persepsi gaya kepemimpinan resonan di instansi tersebut maka akan semakin rendah burnout yang dialami anggota kepolisian.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University